Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

ARB Presiden, Jokowi Wapres, SALAH ! Jokowi Presiden BENARRRR!!!!

Ada dua strategi Aburizal Bakrie (ARB) yang menurut saya sudah usang, dan sudah terlambat. Dan saya yakin kedua strategi itu tidak akan pernah berhasil, sebaliknya bisa membuat peluangnya menuju presiden semakin kecil. Selain usang kedua strategi ini juga dapat dijadikan sebagai gambaran betapa kuatnya strategi pragmatisme yang dilakukan oleh tim Aburizal Bakrie ataupun Partai Golkar secara keseluruhan.


Diberitakan dalam Koran Tempo edisi Senen, 22 Juli 2013 Aburizal jajaki kemungkinan gandeng Jokowi. Ade Komaruddin yang menjadi sumber Koran Tempo mengatakan sedang menjajaki kemungkinan menggandeng gubernur DKI Jakarta Jokowi menjadi calon wakil Presiden. Ada ada saja. Elektabilitas Jokowi yang diatas 25 persen sedang dijajaki oleh Aburizal Bakrie yang elektabilitasnya hanya sekitar 9 persen menjadi wakil presiden.




Jokowi yang menurut beberapa hasil survey selalu menjadi yang terkuat sebagai calon presiden sedang dijajaki menjadi wakil presiden oleh seseorang yang peluangnya jadi presiden lebih rendah.  Sangat aneh bukan? Namun dalam dunia politik rupanya tidak ada yang aneh. Segala kemungkinan dan segala cara dilakukan untuk memenangkan tim nya, termasuk dengan menggandeng orang yang lebih kuat dan lebih populer.


Komunikasi politik dengan PDIP sudah dilakukan kata Ade Komaruddin (salah satu ketua DPP Golkar) menambahkan. Komunikasi dan deal deal politik akan dilakukan oleh Golkar untuk meminang Jokowi menjadi wakil Presiden. Menurut saya, Jokowi tidak akan pernah bersedia, dan PDIP pun tidak akan pernah menyetujuinya. Jadi bolah dikatakan upaya ini akan sia sia, dan strateginya sudah usang. ARB Presiden, Jokowi Wakil, Salah! Jokowi Presiden, Mr X Jadi Wakil Presiden Benar !


Stretegi yang kedua Partai Golkar untuk memenangkan Aburizal Bakrie adalah menyiapkan dana sebesar Rp 800 Milyard untuk melunasi pembayaran korban semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo. Strategi ini dikatakan oleh Agung Laksono Wakil Ketua Umum Golkar. Pembayaran akan dilakukan untuk menghindari Kasus Lapindo ini digunakan lawan politik untuk menjatuhkan Aburizal Bakrie.


Oh, berarti partai Golkar mengetahui dan sadar bahwa kasus Lapindo yang sudah ditetapkan sebagai bencana (alam) secara nasional ternyata sudah menjatuhkan image partai Golkar khususnya Aburizal Bakrie. Lalu sekarang dilakukan pelunasan hingga Rp 800 M, untuk mengembalikan citra yang sudah jatuh? Secara kemanusiaan pembayaran yang Rp 800 Milyard ini perlu kita dorong untuk segera dilunasi oleh Aburizal Bakrie, namun secara politik hal ini justru semakin menurunkan citranya . Ini yang saya sebut sebagai strategi usang yang kedua. Rakyat tidak akan serta merta percaya kepada komitmen luhur ARB.




Bahkan bisa kebalikannya yang terjadi, sebab uang yang Rp 800 Milyard itu bisa saja dipersepsikan sebagai alat untuk menutup mulut penduduk korban Lapindo. Hanya dibayarkan karena ada motif politiknya?


Dua strategi yang mau diterapkan benar benar menempatkan Golkar sebagai partai yang sangt pragmatis. Kebijakan apapun mereka tempuh asal menguntungkan bagi partai. Idealisme partai Golkar sebagai partai nasionalis ternyata sangat rendah, dan kalah terhadap keinginan untuk berkuasa.


Jokowi mau ditempatkan sebagai calon wakil presiden oleh Golkar. Amien Rais bahkan berkata sebaliknya, Hatta Rajasa maun ditempatkan sebagai Wakil Presiden mendampingi Jokowi. Jelas tawaran Amien Rais lebih masuk akal. Namun yang lebih masuk akal lagi adalah jika Jokowi dipasangkan dengan Dahlan Iskan atau Mahfud MD.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026