Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (13 – 19 September 2026)

Gambar
​ Tema: Semua Manusia Akan Mengenal Tuhan ( Kerina Pagi Nandai Tuhan ) Nats Alkitab: Ibrani 8:7–13 ​ 1. Pendahuluan ​Setiap elemen kehidupan diciptakan Tuhan untuk terus bergerak dan mengalami pertumbuhan. Dalam kehidupan rohani orang percaya, pertumbuhan bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah dinamika iman yang membawa manusia semakin dekat dan serupa dengan kehendak Kristus. Penulis Kitab Ibrani menegaskan bahwa keterbatasan sistem lama mengarahkan kita pada sebuah Perjanjian Baru yang sempurna di dalam Yesus Kristus. ​ 2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam kenyataan sehari-hari, manusia sering kali terjebak pada hal-hal yang bersifat formalitas dan legalistik. Banyak orang mengukur kualitas keimanan hanya dari ketaatan lahiriah atau kebiasaan keagamaan, namun hatinya jauh dari relasi yang personal dengan Tuhan. Selain itu, manusia kerap mengalami pergumulan, kegagalan, dan ketidaksetian dalam menjaga komitmen iman, seperti halnya umat Israel dalam sejarah perjalanan mereka. ​...

Dua Hal Positif Dibalik Kekalahan Telak 1-8 Melawan Chelsea

Ada dua hal yang mau tidak mau harus kita puji dalam penampilan Tim Indonesia All Star malam ini. Dibalik kekalahan telak 8-1 tetap harus dicari pembelajaran yang berguna dan bermanfaat. Dua hal tersebut salah satunya adalah kemampuan untuk mencetak satu gol sebagai balasan. Karena dari empat pertandingan yang dilakukan oleh Tim Indonesia sejak melawan Tim nasional Belanda, Arsenal, Liverpool dan terakhir Chelsea, hanya dalam pertandingan melawan Chelsea lah berhasil menciptakan satu gol. Jumlah kemasukan dua puluh gol dan memasukkan satu gol. Sulit sekali memang menjebol tim kelas dunia seperti Belanda dan Arsenal, Liverpool dan Chelsea. Jadi walau pun hanya satu gol, maka gol ke gawang Chelsea yang merupakan gol bunuh diri, tetap perlu di apresiasi.


Gol tersebut harus dijadikan sebuah pelajaran mahal, sekaligus sebuh bukti nyata bahwa tidak ada tim yang tidak bisa ditembus. Juga hal ini harus bisa menambah rasa optimisme dan percaya diri yang semakin tinggi bagi tim Indonesia.



Hal yang kedua perlu diapresiasi dari hasil pertandingan melawan Chelsea ini adalah kemampuan tim Indonesia merebut Ball Possession. Dalam pertandingan melawan Tim Chelsea yang turun dengan kekuatan penuh termasuk dengan penyerang masa depannya Lukaku, tim Indonesia berhasil merebut Ball Possession menjadi sekitar 45 persen. Bahkan menurut komentator dari MNC TV sempat pada babak kedua menjadi 50-50.


Memang pada babak kedua, terutama setelah Indonesia berhasil membalas satu gol, Indonesia terlihat bermain lebih santai, lebih berani dan lebih mengandalkan permainan tim. Bahkan pada sepuluh menit terakhir terlihat serangan Indonesia semakin banyak terarah kegawang Chelsea. Termasuk Titus Bonai sempat melepaskan sebuah tendangan terarah kegawang Chelsea. Namun tendangannya bisa dibaca oleh penjaga gawang Chelsea dan tidak menghasilkan gol.



Kekalahan Tim Indonesia yang sangat besar dari Chelsea tidak melulu karena kelemahan tim semata. Namun faktor kesungguhan bermain Chelsea ditunjang oleh permainan tim yang sangat kompak dan berkelas adalah penyebab utama. Gol gol yang diciptkan Chelsea dalam babak kedua adalah gol gol yang sama kualitasnya saat bertanding dalam Liga Primer Inggris atau Liga Champion yang mereka ikuti. Kehebatan Chelsea adalah faktor utama kemenangan besar mereka melawan Tim BNI Indonesia All Star. Sedangkan kelemahan Tim Indonesia adalah faktor utama kedua.


Kekalahan Tim Indonesia bukanlah kekalahan pertandingan pada saat ini saja. Tapi kekalahan Tim Indonesia adalah kekalahan dari sepakbola kita secara keseluruhan. Kekalahan itu adalah kekalahan dari pengurus sepakbola PSSI kita, kekalahan itu adalah kekalahan sistem kompetisi kita, kekalahan itu adalah kekalahan dari kurangnya persiapan kita, kekalahan itu adalah kekalahan dari ketidak mampuan kita melakukan pembinaan sejak usia muda. Jadi kekalahan Tim Indonesia dibawah Coach Rahmad Darmawan adalah kekalahan yang sudah dimulai sejak 15 atau 20 tahun yang lalu.


Empat pertandingan melawan tim tim kelas satu dari Eropah harus dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi semua insan bola di Indonesia. Ini adalah kesalahan bersama kita semua. Jadi mari semua saling mengakui kelemahan kita, jangan lagi saling menyalahkan, jangan lagi saling menuduh. Kita harus bersama sama punya komitmen untuk melakukan yang terbaik untuk Tim Indonesia.



Fokus pembinaan Indonesia harus lebih kepada orientasi jangka panjang. Bukan satu dua tahun kedepan, namun 5 sampai 10 tahun kedepan. Jika kita punya kesempatan bermain denghan Chelsea kembali pada tahun depan, ataupun melawan Arsenal atau Liverpool tidak ada jaminan untuk menang. Lalu kita pun tidak berharap untuk menang. Yang lebih penting adalah bagaimana mengalahkan tim tim elit itu 5 tahun atau 10 tahun kedepan. Inilah yang harus menjadi fokus semua pembina dan pencinta bola di Indonesia.


Dukungan penonton, dukungan sponsor dengan segala potensi keuangannya, serta infrastruktur bola di Indonesia sangat menjanjikan. Yang menjadi kelemahan utama kita adalah belum padunya konsep pembinaan jangka panjang, serta bersatunya komitmen semua pihak dan semua elemen untuk memajukan sepakbola Indonesia.


Potensi kualitas pemain Indonesia, keberanian, semangat bermain serta teknik bermain sebenarnya tidak terlalu jauh dibawah pemain manapun di dunia ini.  Hanya pembinaan dan sistem kompetisi kita yang belum mampu memaksimalkan semua ketrampilan permainan para pemain kita. Pertandingan dengan Chelsea, Liverpool, Arsenal dan Tim Nasional Belanda harus dijadikan momentum untuk keseriusan pembinaan sepakbola Indonesia selanjutnya. Momentum ini harus direbut dan dijadikan awal kebangkitan baru sepak bola kita, kalau tidak keketertinggalan sepakbola Indonesia akan semakin jauh. Bravo PSSI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026