Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Perkataan Mourinho Adalah Pukulan Sangat Telak Kepada Rahmad Darmawan

Pelajaran sebenarnya untuk Tim Sepakbola Indonesia sudah didapat. Adalah perkataan Mourinho yang menyimpulkan pembelajaran itu. Setelah pertandingan melawan Chelsea yang berakhir 1-8 itu usai dilakukan, maka Mou menyampaikan pendapatnya dalam wawancara pers. Kompas Online menuliskannya seperti saya dikutip dibawah ini.


“Saya pikir tim Anda (Indonesia) harus bermain dengan semangat tinggi. Itu adalah cara yg terbaik untuk membuat tim Anda lebih baik,” jelas Mourinho dalam jumpa pers usai pertandingan.


“Bermain dengan kebanggaan membela tim nasional dan mewakili negara Anda. Jika Anda sudah memiliki itu, maka Anda akan lebih kuat dari kemampuan sebenarnya. Bahkan, jika tak punya potensi yang bagus karena lawan Anda kuat. Jika Anda bisa bermain dengan kebanggaan, maka Anda bisa lebih baik,” Mourinho melanjutkan.

Nampaknya sederhana apa yang dikatakan oleh Mourinho. Dan kita pun seolah sudah sudah tahu. Namun saya lihat perkataan Mourinho mempunyai kedalaman makna. Sebab sarannya “Bermain dengan kebanggaan membela Tim Nasional dan mewakili negara” mempunyai beberapa implikasi yang sangat mendasar. Mourinho saya kira sudah melihat dan dengan gamblang menyampaikan salah satu permasalahan sepakbola Indonesia yang paling mendasar.



Perkataan Mourionho juga adalah sebuah pukulan telak bagi Rahmad Darmawan kalau sang Coach ini ingat akan pengalamannya sekitar 2 tahun yang lalu. Saat RD mundur dari pelatih Tim Nasional, berarti dia tidak mempunyai kebanggaan sebagai bagian Tim Nasional karena mundur. Wajarlah tim nya tadi malam kalah telak sekali.
 
Selanjutnya RD harus menjelaskan dengan elegan kepada pemain usia 23 tahun yang saat ini sedang dilatihnya arti semangat bermain membela Tim Nasional. Rahmad harus mampu berempati kepada semua pemain. Berempati dalam arti mampu menangkap perasaan para pemain yang dapat mempengaruhi semangat bertandingnya. Harus mampu memahami dan merasakan perasaan serta komitmen yang sebenarnya yang dalam dada seluruh pemain, untuk membela Tim nasional dalam setiap pertandingan. Nampaknya seorang RD harus bisa dibantu oleh seorang motivator ulung.



Kembali kepada pemain. Benar apa yang dikatakan oleh Mourinho. Beberapa waktu yang lalu kita melihat dan mendengar banyak pemain yang tidak mau masuk Tim Nasional karena dilarang club nya. Juga banyaknya club yang tidak membayar gaji pemainnya seperti PSMS Medan dan Persija Jakarta yang membuat, seorang Bambang Pamungkas pun mundur dari Tim Nasional. Inilah masalah kita yang sebenarnya. Terima kasih Mou, the Special One. Benar benar mampu melihat masalah sepakbola Indonesia yang sebenarnya dalam waktu seketika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025