Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Jokowi Ternyata Mempunyai Ketrampilan Yang Sangat Langka

Tanpa kita sadari ternyata Jokowi mempunyai satu ketrampilan yang lain.   Ketrampilan yang cukup langka, dan sangat sulit ditemukan di Indonesia sebelumnya.  Ketrampilan itu adalah ketrampilan mengangkat penguasa, atau mengangkat “raja” sehingga enak diterjemahkan menjadi The King Maker.


Di Solo Jokowi dengan sangat mulus mengangkat seorang Walikota.  Adalah FX Rudyatmo yang dulunya hanya Wakil Walikota dengan elegan diangkat oleh Jokowi menjadi walikota.  Cara Jokowi mengangkat FX Rudy adalah dengan membuat dirinya gubernur.  Nah ini cara langka bukan?


Biasanya Wakil mendongkel atasannya, atau atasan tidak memberikan tugas tanggung jawab kepada wakilnya.  Jokowi benar benar mempunyai cara yang sangat jitu. Sehingga pengangkatn wakil walikota menjadi walikota terjadi dengan mulus.


Selanjutanya Jokowi bisa saja mengangkat Gubernur.  Ketika nanti pada tahun 2014 misalnya ada (Partai) yang meminang Jokowi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden, dan berhasil menang maka jabatannya sebagai Gubernur DKI tentu  saja akan dilimpahkan kepada Ahok wakilnya.  Jadi sama dengan cara dia mengangkat Walikota, demikian juga dia mengangkat Gubernur.


Banyak pengamat yang mengatakan bahwa Jokowi sangat berpeluang menjadi Kandidat Presiden atau Kandidat Wakil Presiden, Itu semua berkat kepiawaian Jokowi dengan kebersahajaannya melakukan tugasnya sebagai gubernur DKI,  yang berbeda dari gubernur sebelumnya.  Sampai sekitar 90 hari menjabat sebagai Gubernur DKI tidak  pernah tidak ada nama Jokowi dengan seluruh kegiatan positifnya diberitakan  diseluruh media.  Baik mainstream  ataupun media online.



Bahkan saat ini dalam satu dua hal, Jokowi lebih baik bila dibandingkan dengan Presiden  SBY sekalipun.  Misalnya dalam hal blusukan.  Ketika Jokowi melakukan blusukan maka ada hasilnya, dan ada tidak lanjutnya dan hal ini terkomunikasikan dengan baik kepada warga.  Ketika Presiden SBY melakukan blusukan seperti minggu yang lalu ke Tangerang,  tidak diketahui hasil dan tindak lanjutnya.  Kalau ada berarti tidak terkomunikasikan dengan baik.


Pengamat mengatakan jika Jokowi maju sebagai calon wakil presiden atau bahkan calon presiden besar kemungkinan dia memenangkannya.    Ini contohnya yang diberikan oleh Detiknews  “Sekarang belum ada tokoh dengan elektabilitas yang menonjol seperti SBY pada tahun 2009. Situasi sekarang ini mirip 2004 di mana peluang munculnya jago baru seperti Jokowi sangat terbuka,” kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Kamis (10/1/2013).


Kalau Jokowi menjadi Presiden maka dia kembali akan berperan mengangkat penguasa baru, yaitu membuka peluang selebar lebarnya kepada  wakilnya untuk menjadi gubernur.  Jokowi memang orang langka dengan ketrampilan langka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025