Featured Post

Catatan PJJ 10 – 16 Mei 2026

Gambar
  ​ Nats: Ibrani 12:3-11 Tema: Hidup Sesuai Yang Diingini Tuhan ( Nggeluh Rikutken Si Ngena Ate Dibata )   Pengantar ​Perjalanan iman bukanlah sebuah lintasan yang selalu datar dan penuh kemudahan, melainkan sebuah perlombaan yang menuntut ketekunan luar biasa di tengah berbagai tantangan. Penulis Ibrani mengajak kita untuk menoleh kembali pada keteladanan Yesus Kristus yang telah lebih dahulu menanggung bantahan dan penderitaan hebat dari orang-orang berdosa. Dengan memandang kepada-Nya, kita diingatkan bahwa keletihan mental dan keputusasaan adalah tantangan nyata yang hanya bisa dikalahkan jika kita memiliki fokus spiritual yang tepat, yaitu menyadari bahwa setiap tekanan yang kita alami adalah bagian dari proses pembentukan karakter yang lebih mulia. ​Di sisi lain, seringkali kita terjebak dalam keinginan untuk menjalani hidup yang serba gampang dan tanpa gesekan. Namun, nas ini menegaskan bahwa keberadaan ganjaran atau didikan Tuhan justru merupakan validasi ata...

Khotbah Terindah

Apa kriteria khotbah yang indah.  Adakah dituliskan dalam Alkitab tentang khotbah terindah? Kalau ada siapa pengkhotbah terindah itu?


Tidak banyak dalam Alkitab ada keterangan mengenai khotbah terindah, namun kalaupun ada pengkhotah terindah itu tidak lain dan tidak bukan adalah “Si Khotbah” itu sendiri. Bukan pengkhotbah tapi Si Khotbah.


Pengkhotbah adalah orang yang mengkhotbahkan suatu Firman.  Tapi Si Khotbah lebih mengacu kepada Firman itu sendiri.  SI Khotbah itu adalah Firman, dan Firman itu adalah sebuah Pribadi atau lebih tepat Seorang pribadi.  Jadi Khotbah yang indah tercapai jika ada kesatuan  yang sangat agung antara Sikhotbah/Firman, Pengkhotbah dan Yesus Kristus.



Khotbah menjadi Indah kalau Firman,  diberitakan oleh Pengkhotbah yang benar benar disetujui oleh Jesus Kristus.  Tentu saja yang pasti disetujui secara mutlak untuk berkhotbah tentang FirmanNya adalah diriNya sendiri yaitu Yesus Kristus.  Apa maksudnya?

Maksudnya adalah tertulis di dalam Lukas 4 : 21, ketika Yesus mengatakan “Pada hari ini genaplah Nas ini sewaktu kamu mendengarnya”.

Lalu ditegaskan pada  Lukas 4 : 22 : Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya....



Khotbah yang indah adalah khotbah menggenapi Nas, atau menggenapi Firman. Jika Firman itu telah menjadi manusia, dan manusia yang dari Firman itu adalah Yesus Kristus, maka  ketika Yesus berkhotbah maka Dia mengkhotbahkan diriNya.  Pada titik ini lah menyatu antara Si Khobtah dengan Firman dengan Yesus Kristus.   Siapakah yang dapat berkhotbah lebih indah dari Yesus Kristus?  Jawabnya sudah pasti tidak ada.  Bukan Musa, bukan Paulus, bukan Petrus, bukan Daniel, bukan Nehemia, bukan Martin Luther, bukan Rick Warren, bukan Gilbert Lumondong, bukan Pariaji, bukan pendeta runggun, bukan Ketua Moderamen, bukan Paus dan bukan pertua atau pendeta. 


Tapi manusia akan mampu berkhotbah dengan baik dan indah jika dia  menyatu dengan Firman, dan menyatu dengan Yesus Kristus.  Menyatu dengah Firman tentu saja dia atau hidupnya menggenapi Firman.  Atau sesuai dengan Firman.  Artinya jika dia menkhotbah bahwa Firman mengajarkan kejujuran, maka dirinya sendiri harus terlebih dahulu mempraktekkan kejujuran, sehingga dia menggenapi Firman yang dikhotbahkan.

Atau kalau dia mengatakan jangan khawatir, atau selalu bersyukur, maka dirinya harus dilihat oleh jemaat nya terlebih dahulu tidak khawatir, dan selalu bersykur.  Inilah syarat pertama khotbah yang indah.


Syarat kedua, setiap khotbah harus menyatu dengan Yesus Kristus.  Artinya hidupnya secara keseluruhan percaya, beriman kepada Yesus Kristus serta selalu dipimpin oleh Yesus Kristus.  Yesus Kristus saat ini hadir dalam bentuk Roh Kudus, supaya Dia dapat hadir melewati dimensi ruang dan waktu.  Maksudnya dapat hadir pada saat bersamaan di Medan dan Bekasi, di Jakarta dan New York,  di Surabaya dengan Bahorok dan segala tempat.

Semua khotbah yang disampaikan dengan dua syarat tadi adalah khotbah yang Indah.  Karena pasti jemaat atau manusia yang mendengat khotbah itu akan berespon, wah benar sekali yang dia katakan dan aku merasa mengerti serta masalahku memunyai solusi.

Siapa yang dapat berkhotbah dengan indah?  Siapa pun, semua pengkhotbah yang hidupnya sesuai dengan Firman, dan saat berkhotbah dipimpin oleh Roh Kudus pasti khotbahnya Indah dan akhinya membangun jemaat.  Mother Theresa, Pertua, Diaken, Pendeta atau siapa saja yang berkhotbah dengan cara ini adalah berkhotbah dengan indah.



Jika dia tidak mampu mempraktekkan kehidupan sehari harinya sesuai dengan Firman yang dia sampaikan, serta saat berkhotbah tidak dipimpin oleh Roh Kudus maka khotbahnya pasti tidak indah, bahkan dangkal dan buruk.  Sebenarnya dia itu bukan berkhotbah namun hanyalah sebuah pidato.   Kalau hanya pidato tidak akan mampu membangun iman jemaat, paling paling hanya sebuah hiburan.  Itupun kalau dapat menghibur.  Jika khotbah tidak dipersiapkan dengan praktek hidup sesuai Firman,  serta tidak  memohon pimpinan Roh Kudus, pastilah hanya sebuah pidato yang buruk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025