Catatan Tambahan PJJ 08 - 14 Februari 2026
Nas Lukas 24 : 13 – 32
Thema
Penglihatan Terang dan Mengenal Yesus Kristus
(Terang Pengidah Janah Nandai Jesus)
A. PembukaanC
Di zaman sekarang ini, pengenalan akan Yesus Kristus sering kali terhalang oleh gaya hidup modern yang serba cepat, pragmatis, dan berorientasi pada kepuasan diri. Banyak orang mengenal Yesus hanya sebatas simbol agama, tradisi gerejawi, atau identitas sosial, tetapi tidak sungguh-sungguh mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia.
Seperti kedua murid di jalan menuju Emaus, manusia masa kini pun sering berjalan bersama Yesus tanpa menyadari kehadiran-Nya. Mereka berbicara tentang Yesus, mendengar kisah-Nya, bahkan terlibat dalam aktivitas keagamaan, namun mata rohani mereka tertutup. Kehidupan yang dipenuhi kekecewaan, harapan yang runtuh, dan ekspektasi yang tidak terpenuhi membuat hati menjadi lamban untuk percaya.
Nas Lukas 24:13–32 mengajak kita untuk menyadari bahwa mengenal Yesus Kristus bukanlah hasil kecerdasan teologis semata, melainkan buah dari anugerah ilahi, pembukaan firman, dan perjumpaan yang hidup dengan Dia.
B. Fakta-Fakta dari Nas
- Peristiwa ini terjadi setelah kebangkitan Yesus, tetapi para murid masih hidup dalam kebingungan dan kekecewaan.
- Dua murid berjalan menjauh dari Yerusalem—secara simbolis menjauh dari pusat pengharapan dan iman.
- Yesus hadir dan berjalan bersama mereka, namun mata mereka terhalang untuk mengenal Dia.
- Yesus mendengarkan keluh kesah mereka sebelum menegur dan mengajar.
- Yesus menafsirkan seluruh Kitab Suci—Taurat dan kitab para nabi—untuk menjelaskan penderitaan dan kemuliaan Mesias.
- Pengenalan mereka terjadi bukan di jalan, melainkan saat pemecahan roti.
- Setelah mengenal Yesus, hati mereka berkobar dan arah hidup mereka berubah—mereka kembali ke Yerusalem.
C. Arti dan Makna Teologis
1. Jesus sendiri yang berinisiatif untk menjelaskan siapa diriNya kepada manusia yang dipilihNya.
2. Bisa Mengenal Siapa Yesus Kristus adalah sebuah anugerah dari Yesus Kristus sendiri. Yesus lah yang menentukan siapa yang mampu mengenal diriNYa dan siapa yang belum atau tidak akan.?
3. Mengenal Yesus secara mendalam, benar dan percaya kepadaNya akan membuat siapa saja pun hidup dengan semangat membara dan berkobar kobar.
D. Penerapan Kontekstual
Dalam kehidupan pribadi
Orang percaya dipanggil untuk membuka diri terhadap penjelasan firman, bukan hanya membaca Alkitab secara informatif, tetapi membiarkan Kristus sendiri menerangkan makna hidup melalui firman-Nya.
Dalam pelayanan dan gereja
Banyak aktivitas gereja berjalan aktif, namun kehilangan api rohani. Pengenalan sejati akan Yesus akan memulihkan gairah pelayanan yang lahir dari kasih, bukan kewajiban.
Dalam kekecewaan dan krisis iman
Nas ini mengajarkan bahwa Yesus sering hadir paling dekat justru saat manusia merasa paling gagal dan kecewa.
Dalam kehidupan profesional dan sosial
Mengenal Yesus secara benar akan memampukan orang percaya menjalani hidup dengan integritas, harapan, dan semangat yang tidak mudah padam.
E. Kesimpulan
Kisah Emaus menegaskan bahwa iman Kristen bukan sekadar pengetahuan tentang Kristus, melainkan perjumpaan dengan Kristus yang hidup. Mata rohani manusia hanya dapat terbuka ketika Yesus sendiri berkenan menyatakan diri-Nya melalui firman dan persekutuan.
Ketika Kristus dikenal, kekecewaan berubah menjadi pengharapan, keputusasaan berubah menjadi semangat, dan pelarian berubah menjadi panggilan.
F. Power Statement
“Yesus tidak menunggu manusia mengenal-Nya; Dialah yang lebih dahulu mendekat, menjelaskan diri-Nya, dan menyalakan kembali hati yang hampir padam.”
G. Referensi
- Alkitab Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia, Lukas 24:13–32.
- Calvin, John. Commentary on the Gospel According to Luke.
- Wright, N. T. The Resurrection of the Son of God. Fortress Press.
- Green, Joel B. The Gospel of Luke. NICNT, Eerdmans.
- Bonhoeffer, Dietrich. Life Together. SCM Press.

Komentar