Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Hakim Albertina Ho Lebih Mirip John F Kennedy Dibanding Presiden SBY

Beberapa hari sebelum dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke 35, John F Kennedy memberikan sebuah pidato di ujung kariernya sebagai senator. Dalam pidatonya tersebut dia mengajukan 4 pertanyaan : Apakah kita benar benar manusia yang mempunyai keberanian? Apakah kita benar benar manusia yang mempunyai integritas? Apakah kita benar benar manusia yang mempunyai pendapat? Apakah kita benar benar manusia yang mempunyai dedikasi? Dalam salah satu seminar yang diadakan Harvard University, Ted Sorenson seorang penasihat yang paling dekat sekaligus penulis pidato JFK mengatakan bahwa dalam pengambilan keputusan penting sekali organisasi, struktur, prosedur dan peralatan. Namun lebih dari semuanya adalah “judgment”. Karena dia melihat apa yang dilakukan dan dipraktekkan oleh John F Kennedy
Setelah saya renungkan keempat pertanyaan tersebut, terutama kalau saya fokus kepada pertanyaan yang ketiga “apakah kita mempunyai pendapat (judgment)” maka saya berfikir bahwa Hakim Albertina Ho adalah orang yang berani mempunyai pendapat sendiri, berbeda dari yang lain. Hakim Albertina lebih mirip John F Kennedy daripada Presiden SBY yang selalu ragu ragu dalam berpendapat. Akibatnya, kebanyakan pejabat tinggi kita saat ini tidak mempunyai pendapat, tidak berani mempunyai pendapat. Mereka hanya mampu mengikuti apa kemauan partai nya saja. Yang paling parah barangkali dalam institusi yang sangat mengutamakan hierarki seperti militer. Mereka harus mengikuti perintah atasan. Jadi seorang kapolri atau kasad, kasal atau kasau tetap harus mengikuti apa perintah presiden. Presiden harus mengikuti atau takut kepada DPR, dan DPR tidak mempunyai rasa takut kepada rakyat. Jadilah semua hanya untuk kepentingan atasan dan partainya saja. Rakyat semakin menderita, karena pemimpinnya tidak mempunyai misi dan tidak mempunyai pendapat. Tidak pernah memikirkan pendapatnya hanya sibuk memikirkan untuk memperbesar pendapatannya saja.

Komentar

Barata7000 mengatakan…
Bagus Bro...bagus...selamat berjuang...!

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026