Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Siapa Motivator Anda

Mari kita bincang bincang mengenai Motivator. Tolong katakan siapa Motivator Anda. Tapi tolong disimak pertanyaan saya, sebab saya bertanya, “Siapa Motivator Anda?” Bukan, “Siapa Motivator yang Anda Ingat”. Supaya pertanyaannya jelas, dan jawabannya tidak bias dan melebar, perlu dipahami terlebih dahulu pengertian suasana termotivasi. Suasana termotivasi adalah suasana dimana Anda terinspirasi melakukan sesuatu. Optimis dan merasa berteguh hati untuk melakukan suatu tindakan sampai berhasil meraih sasaran.


Adakah Motivator itu seseorang yang Anda temui di ruang seminar atau training? Atau Motivator anda itulah seorang sederhana yang tidak pandai berbicara, pemalu dan selalu merasa tidak yakin. Atau dia adalah seseorang yang mengajarkan Anda hal hal yang paling mendasar dalam hidup ini, seperti Ustadz atau pendeta? Bisa juga sang motivator Anda adalah anak tetangga yang pernah menghina harga diri Anda semasa kanak kanak.




Dari pengalaman mendengar kisah kisah orang sukses, ternyata yang paling banyak memotivasi seseorang adalah orang orang yang dicintai. Termasuk dalam kategori ini adalah orang tua, lalu anak, lalu suami atau istri kemudian saudara dan orang banyak. Keinginan berbuat untuk orang orang yang paling dikasihi adalah motivator yang paling kuat. Seorang ibu bisa saja takut kepada ular cobra. Bahkan melihat bangkai ular pun bergidik perasaannya. Namun jika ular itu sedang mengancam dan mau mematok anak bayinya, maka apapun akan dia lakukan untuk menghajar ular tersebut. Dia bahkan siap dipatuk ular asal anaknya selamat. Ada salesman yang malu pulang kerumah sebelum mampu membeli sesuatu pesanan anaknya. Jadi dia akan berusaha dengan cara apapun untuk menutup penjualannya supaya mendapat komisi.


Setelah orang orang yang dikasihi, maka motivator berikutnya pemimpin rohani. Orang orang yang mengajarkan spiritualitas kepada kita ternyata mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam memotivasi seseorang. Karena mereka mampu menekankan “makna” dalam hidup dan bekerja. Terinspirasi untuk memberikan makna dalam hidup adalah suatu motivasi yang sangat kuat dalam diri manusia. Itulah sebabnya jika pemimpin spiritual atau pemimpin agamanya sudah mengatakan A, maka seseorang akan melakukan A. Kasus kasus bom bunuh diri, adalah elaborasi pencarian makna dalam diri seseorang.


Motivator berikutnya adalah ingatan terhadap masa lalu yang sulit dan menyakitkan. Ketika seseorang teringat akan masa lalu yang menyakitkan atau memalukan hatinya maka dia terdorong untuk melakukan apapun supaya keluar dari situasi yang seperti itu. Apapun dia lakukan agar keluar dari kesulitan kesulitan hidupnya.


Ada orang yang selalu teringat masa lalunya karena pernah dihina, atau karena mempunyai pengalaman yang bagi dia sangat menyakitkan. Saya pernah mendengar kisah sukses seorang perantau dari Sumatra Utara yang merasa malu dan sakit hati kepada penduduk sekampungnya karena menuduh ayahnya anggota PKI. Setiap kali ayahnya datang ke Warung Kopi atau Lapo Tuak, orang lain langsung menyingkir serta tidak ada seorang pun yang bercakap cakap dengan orang tuanya. Dia lari dan bekerja dengan motivasi yang sangat kuat. Ketika dia sukses dia kirimkan uang kepada ayahnya untuk mentraktir semua pengunjung kede kopi. Supaya dia tidak dituduh lagi terlibat kasus PKI.


Dimanana kedudukan para Motivator sebagai Motivator? Ternyata kedudukan Motivator untuk memotivasi seseorang berada pada level paling rendah dari 3 contoh yang sudah disebutkan diatas. Kedudukan para Motivator hanya diruangan training atau seminar saja. Di ruangan training para Motivator ini dengan sangat piawai bisa membuai peserta seminarnya terbuai dan terkagum kagum. Semua yang dikatakan seolah benar, tepuk tangan pun berkali kali dikumandangkan. Namun hidup yang sebenarnya bukanlah di ruangan training. Jadi para Motivator sangat terbatas peranan dan ‘kuasa’nya dalam memotivasi seseorang. Situasi kehidupan yang lebih aktual, serta orang orang disekeling kita lah motivator sebenarnya. Namun demikian, para Motivator kondang itu dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi ketika Anda ingin melakukan sesuatu untuk orang orang yang dikasihi. Itupun kalau Anda masih ingat dengan jelas kata kata inspiratif dari mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026