Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 28 Juni – 4 Juli 2026

Gambar
 ​ Bahan: Amos 5 : 21 - 24 Thema: Kejujuran Ibarat Aliran Sungai Besar ( Kebujuren Desken Lau Mbelin ) ​"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." ​ Pendahuluan ​Kitab Amos ditulis oleh seorang peternak dan pemetik buah ara dari Tekoa yang dipanggil Tuhan untuk bernubuat bagi Kerajaan Utara (Israel) pada masa pemerintahan Raja Jerobeam II. Pada masa itu, Israel mengalami kejayaan ekonomi, stabilitas politik, dan kemakmuran yang luar biasa. Namun, di balik kemegahan lahiriah tersebut, terjadi pembusukan moral, penindasan terhadap kaum lemah, mani...

Sifat Kesatria Sang "Guru Mbelin"

Suatu saat di depan sebuah warung (kede) kopi di Kampung Munte Tanah Karo, pada sekitar tahun 1940 an. Seorang Guru Agama sedang melintas persis di depan kede kopi yang banyak pengunjungnya. Di dalam kede ada juga seorang “guru” sedang menikmati kopi hitamnya. Dia disebut “guru” bahkan dengan embel embel “mbelin”, jika disatukan menjadi “guru mbelin”, sebutan kepada orang yang mempunyai “ilmu” (hitam) yang dahsyat. “Guru mbelin” atau “dukun hebat”.


Lalu para pengunjung menantang dia untuk mencobai atau mengalahkan sang guru agama kristen tadi. Sorakan dan ajakan para “perbapan” (lelaki dewasa yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak) membakar emosinya.

Bangunan Gereja Jaman Dulu. sumber Foto : Kaskus.us


“ Uga, la kam pang e, guru?” tanya orang banyak. Artinya. Apakah kamu tidak berani menantang guru agama itu pak dukun?

“Tuduhken dage maka kam nge simbisana”, tambah orang banyak. Tunjukkan bahwa Pak Dukun paling hebat, paling kuat.

Kemudian Pak Dukun ini beranjak dari tempat duduknya. Melangkah keluar, lalu mengambil debu dari bekas tapak kaki lintasan sang guru agama yang baru lewat. Mengucapkan jampi jampi untuk menjatuhkan sang guru agama. Penonton di dalam kede kopi menunggu kejadian dengan hati berdebar. Sebab biasanya beberapa saat setelah jampi (tabas) diucapkan maka orang yang dijampi akan jatuh, menggelepar bahkan mati seketika.


Namun kali ini tidak terjadi apa apa, sang guru agama tetap berjalan menuju tujuannya. Ada rasa penasaran dalam diri sang Dukun. Lalu diambil lagi debu bekas tapak kaki, kali ini jumlahnya lebih banyak. Jampi diucapkan dengan muka yang lebih serius. Tetap tidak terjadi apa apa. Sang Guru Agama berjalan semakin menjauh.


Dari dalam warung sorakan yang bernada ejekan muncul, sebab sudah dua kali gagal. Kali yang ketiga akan dilakukan oleh dukun yang semakin penasaran. Rona wajah legamnya semakin merah menghitam.

Lalu debu tanah bekas tapak kaki guru agama diambil lagi lebih banyak. Diangkat dengan dua tangan mendekati mulutnya. Jampi jampi iucapkan dengan wajah sangat serius, juga lebih lama. Dia yakin kali ini Guru Agama yang lewat pasti akan jatuh. Ada teriakan kecil untuk menghimpun dan melepaskan semua kekuatan untuk menjatuhkan ‘objek’ yang semakin mengecil karena semakin jauh.

Tetap tidak jatuh, dia terheran heran. Lalu lari mendatangi sang guru agama yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Denga nafas tersengal dan kata kata yang terpatah patah, dia lalu bertanya kepada sang guru agama kristen protestan : Ise nge si arah kam ena? Terjemahan langsungnya: siapa yang ada sama kamu? Siapa jinujungmu? Siapa Dukunmu?


Selanjutnya sang “guru mbelin” atau dukun hebat yang tiga kali gagal menjatuhkan Guru Agama Kristen beralih menjadi orang kristen, bahkan memberikan tanahnya untuk dijadikan gereja.




(Di tulis ulang dari cerita yang disampaikan oleh Pdt Dharma Pelawi, yang mendengar kisah ini langsung dari anak kandung “guru mbelin” yang bertobat menjadi kristen sejati)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025