Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Mereka Tewas Saat Memakai Baju Seragam Kesebelasan Nasional Indonesia

Masih ingat dengan Martunis, bocah Aceh yang sangat terkenal? Martunis adalah nama bocah laki laki yang sempat terkatung katung di laut akibat Tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004. Dirinya yang sempat diundang keberbagai negara setelah dikunjungi oleh Pemain Sepak Bola Paling terkenal sejagad Christiano Ronaldo. Apa pasal? Sebab saat terkatung katung beberapa jam di laut dan ditemukan selamat, Martunis kala itu memakai baju seragam Tim Nasional Portugal. Di mata Pemain Nasional Portugal yang saat itu dilatih Oleh Felipe Scholari, Martunis adalah bocah ajaib yang ikut memasyurkan Tim Nasional Portugal bahkan negara Portugal. Tidak itu saja Ketua FIFA Sepp Blater pun tidak ketinggalan memangku dan memuji Martunis.


Sejak saat itu beberapa celebrity dunia pun mengundang Martunis untuk acara yang dia pandu. Termasuk Celine Dion, dan presenter televisi paling terkenal di dunia, Oprah Winfrey. Bahkan Oprah Winfrey memanggil Martunis sebagai “ a boy who escaped the storm of the century” alias bocah yang selamat dari badai abad ini.

Keterkenalan Martunis berawal dari situasi yang dia alami dan Baju Nasional Tim Nasional Portugal yang dia pakai.



Pada hari senen dua hari yang lalu kejadian yang hampir mirip dengan Martunis terjadi di Jakarta. Di stadion Gelora Bung Karno yang sangat sakral dan menjadi kebanggan Sepak Bola Indonesia dan negara Indonesia itu dua orang penonton meninggal dunia, akibat berdesak desakan saat mau memasuki stadion untuk membela Tim Kesayangan mereka. Tim Nasional Indonesia Sang Garuda Muda. Mereka berdua adalah Reno Soeharto Alvino dan Eko Wicaksono. Mereka datang ke stadion dengan memakai BAJU kesebelasan Nasional Indonesia, Merah. Dan mereka akhirnya meninggal dunia akibat musibah.

Tim Nasional Portugal datang dari jauh dan memberikan perhatian maksimal serta dan memberikan Martunis santunan lebih Rp 500 Juta. Mereka menghargai semangat Martunis, dan mereka mempunyai nilai pri kemanusiaan yang begitu tinggi.




Di Senayan, dua orang memakai seragam kesebelasan nasional Indonesia sampai menghembuskan nafas yang terakhir. Reno yang menggunakan kaus tim nasional Indonesia berwarna merah itu diketahui juga sebagai pemain tambahan grup band DOT. Dia berperan sebagai pemain drum (Kompas) Apa respon kesebelasan nasional kita dan pengurus PSSI. Pengurus PSSI dikakatakan akan memberikan santunan. Tidak dirinci, bahkan ditambahkan sesuai dengan kemampuan PSSI. Bagaimana respon pemain Garuda Muda kita. Bagaimana reaksi Egi Meldiansyah dan kawan kawan? Ahh sedang larut dalam kucuran bonus yang mereka terima, puluhan bahkan ratusan juta.

Namun hanya sebegitukah penghargaan kita kepada almarhum berdua, yang ketika itu memakai seragam kebesaran Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Ronaldo jauh jauh datang dari Negaranya ke Aceh, karena ada anak orang asing yang memakai seragam Tim Nasional Negaranya. Bagaimana PSSI dan pemain Nasional kita? Saya menghimbau Egi, Tibo, Ferdinan dan seluruh pemain Nasional Garuda Muda untuk berkunjung ke rumah keluarga Almarhum Reno dan Eko.


Bahkan menurut saya, nama mereka berdua perlu diabadikan di Stadion Gelora Bung Karno dengan cara membuat prasasti. Sebagai peringatan untuk tahun tahun mendatang, sekaligus bukti bahwa Bangsa Indonesia menghargai nyawa manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026