Featured Post

Catatan PJJ 29 Maret – 4 April 2026

Gambar
 ​ Thema: Muat Bagin Ibas Berita Si Meriah Nas: 2 Timotius 1:3-8 ​1. Pendahuluan ​Surat ini merupakan "wasiat rohani" Rasul Paulus yang ditulis dari penjara Roma yang dingin dan gelap. Paulus menyadari waktunya sudah dekat, sehingga ia menulis dengan nada yang sangat personal dan emosional kepada Timotius, rekan sekerjanya yang lebih muda. Pendahuluan ini menekankan bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas organisasi, melainkan hubungan kasih yang berakar pada doa dan kenangan bersama. ​2. Fakta dari Nas  ​ Pelayanan yang Berintegritas: Paulus melayani Allah dengan hati nurani yang murni, melanjutkan warisan iman dari nenek moyangnya. Ini menunjukkan kesinambungan janji Allah dalam sejarah. ​ Kekuatan Doa Syafaat: Kedekatan personal Paulus ditunjukkan melalui doa yang tidak putus-putus, siang dan malam, bagi Timotius. ​ Empati dalam Persekutuan: Kenangan akan air mata Timotius menunjukkan bahwa dalam pelayanan, perasaan dan kerapuhan manusiawi tidak diabaik...

Catatan Tambahan PA Mamre Tanggal 15 – 21 September 2019. (Radikalisme Agama)




Thema     :   Erberita Alu kekelengen  

Tujuan     :   Gelah Mamre

1.    Meteh maka la ngena ate Dibata cara cara kekerasan

2.    Erkiniteken alu payo si teridah arah sikap toleransi ras kekelengen labo kekerasan  

Perbahanen Rasul 9 : 1-9

9:1    Tapi Saul tetap niksai dingen munuhi ajar-ajar Tuhan. Idahina Imam si Mbelin,

9:2     janah ipindona surat kuasa guna ibabana man pengulu rumah pertoton i Damaskus. Gelah adi jumpa ia ras kalak si ngikutken Tuhan i Damaskus, subuk dilaki bage pe diberu banci itangkapna janah ibabana ku Jerusalem.

9:3     I bas perdalanen ku Damaskus, asum ia enggo ndeher ku kuta e, rempet terang i langit nari ersinalsal engkeleweti ia.

9:4     Perbahan si e ndabuh ia ku taneh janah ibegina sora erlebuh, "O Saul, Saul, ngkai maka iayakindu Aku?"

9:5      Ngaloi Saul, "Ise kin Kam Tuhan?" Erjabap Tuhan, "Aku kap Jesus si iayakindu.

9:6      Bage gia, kekekenlah janah teruskenlah ku bas kuta. I jah kari lit si ngatakenca man bandu kai si arus ibahanndu."

9:7      Sengget kal teman-teman Saul si ikut ras ia i bas perdalanenna. Lanai ia ngasup ngerana sabap ibegina sora, tapi la idahna si ngerana e.

9:8     Tedis Saul, imedakkenna matana, tapi kai pe la idahna. Perbahan si e itegu kalak ndai Saul ku Damaskus.

9:9     Telu wari dekahna Saul la erpengidah, janah i bas si telu wari e la ia man ntah pe minem.




Fakta

1.                  Saul adalah seorang yang sangat fanatic dan kuat memegang agama dan tradisi keagamaannya,  Kuat sekali Radish nya  atau akar nya, sehingga disebut radikalis . Orang yang Radikalis mempunyai pola pikir “saya benar yang lain salah dan harus dikukum”.

2.                  Saul (Saulus) menyiksa banyak sekali anak anak TUhan (orang  orang yang percaya kepada Yesus Kristus.)  Bahkan  untuk mensukseskan misinya dalam menyiksa  orang orang Kristen dia meminta surat kuasa dari Imam supaya ia mempunyai wewenang untuk menangkap orang orang percaya dan membawanya ke Yerusalem  (untuk dihukum)

3.                 Pada saat mendekati Kota Damaskus, tiba tiba dari langit muncul terang yag sangat benderang melingkupi Saul.  Saul jatuh ke Tanah, dan dari dalam terang muncul lah suara yang me manggil “ O Saul o Saul, enggkai maka iayak ayak ndu Aku”

4.                  Terjadi dialog, Saul bertanya Ise kin kam e Tuhan?  Lalu ada suara menjawab yang berkata,  Aku kap “ Jesus si ayaki ndu.

5.                 Lalu Suara itu kembali berkata  supaya Saul meneruskan perjalanannya dan akan menemui orang yang akan menyampaikan info tentang apa yang harus dilakukannya.

6.                Teman tema Saul yang mengikuti dia terkejut bukan kepalang, melihat cahaya terang itu namun tidak mendengar suara apa apa.  Mereka sangat ketakutan.

7.                 Saul bangkit berdiri dan berusaha berjalan serta membuka matanya.  Namun dia tidak bisa melihat apa apa.  Teman temannya kemudian menuntunnya dan melanjutkan perjalanan pergi ke Damaskus.

8.                 Selama 3 hari Saul di Damaskus tidak bisa melihat, dan selama tiga hari juga dia tidak makan dan minum.

Arti Dan Makna.

1.                 Tuhan mengetahui dan berkuasa atas semua perilaku individu di muka bumi ini.  Begitulah keMahakuasaan Tuhan Yesus.

2.                Tuhan menjagai umatNYA di muka bumi, dan menolong pada saat yang tepat.
 
3.                 Tuhan Yesus mempunyai kuasa yang sangat luar biasa, dan menunjukkan nya untuk menyatakan kasihNYA kepada objek maupun subjek dalam suatu peristiwa unik umat manusia.

4.                  Saat Saulus mengalami penglihatan dan mendengar suara suci, saat itu juga lah Tuhan memanggilnya untuk tugas pelayanan yang sangat besar, dan spektakuler. Tuhan pada  saat yang sama MENOLONG umatNYA dari tindakan kekerasan dan semena mena sekaligus juga memanggil Saulus jadi Rasul.

5.                  Pengalaman Saul bertemu/dipanggil Tuhan Yesus adalah suatu pengalaman yang sangat luar biasa bagi kemanusiaan khususnya dalam tinjauan Teologis.  Sebab, tindakan / atau dibalik tindakan Tuhan ada sebuah dasar KASIH yang sangat luar biasa sekali.

6.                 Memahami suatu agama dan kepercayaan sebaiknya dengan pikiran yang selalu terbuka sehingga tidak menjadi radikalis atau fundamentalis.  Radikalisme hanya akan menimbulkan maslah, jadi diperlukan sekali kebijaksaanan yang berlandaskan kepada kasih.  Kasih lah yang utama dan menjadi inti dari agama Kristen.

7.                  Agama dan semua spiritualitas seharusnya membawa damai dan Kasih kepada semua manusia

8.                 Semakin tinggi dan semakin kuat pemahaman agama seseorang sehausya memampukan dan mendorong dia menjadi juru damai yang berlandaskan kasih dan cinta.

Pengkenaina.

·       Mamre harus menjadi pembawa damai dan kasih sayang dalam hidupnya, termasuk damai dan kasih kepada umat agama lain.

·       Mamre sebaiknya meningkatkan kesabarannya dengan lebih banyak lagi membaca, menulis dan berdiskusi supaya, tidak jatuh kedalam radikalisme .

·      Mengikuti PA PA Mamre, Kegiatan PJJ, serta terlibat aktif seluruh kegiataan gerejawi latihan untuk meningkatkan  kemampuan pengendalian diri .

·       Anggota Mamre berada di barisan depan dalam mempertahankan toleransi beragama dan dialog antar Iman.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Wahyu mengatakan…
Bujur Pt..
Analgin Ginting mengatakan…
Bujur mulihi man bandu Senina. Tuhan simasu masu kita kerina.

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025