Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

SINTUA HASIAN SIHOMBING


Bahwa Paulus dan Silas pernah dikriminalisasi, melalui sebuah fitnahan mematikan yang sangat cerdas. Lalu didera dan siksa bahkan dimasukkan kedalam penjara. Di dalam perjalanan mereka ke Makedonia, bertemulah dengan seorang penenung wanita yang nampaknya sangat mengenali Tuhan Yesus. Wanita penenung inilah yang dengan teriakannya selalu berkata : "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."

Sambil mengikuti Paulus dari belakang dia melontarkan teriakannya kepada semua orang yang melihat Sang Rasul. Dan hal itu berlangsung beberapa hari lamanya. Sangat mengganggu, karena itu adalah kata-kata kosong yang keluar hanya melalui mulut dan bibir si wanita, bukan dari otak kesadarannya apalagi kemurnian hatinya. Sampailah kepada titik batas kesabaran kemanusiaan Paulus, maka dia segera menghadap si wanita penenung dan dengan suara ketegasan manusia yang sudah diurapi menghardik kepada roh yang merasukinya : "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini”. Seketika itu juga keluarlah roh itu, meninggalkan si perempuan dalam kelunglaian disertai rasa malu bercampur marah.

Persoalan nampaknya selesai, tapi bukan, karena inil baru awal penderitaan. Si wanita penenung hanyalah alat pencari uang beberapa lelaki yang dari tadi mengawasi. Begitu roh setan itu keluar, hilanglah “kesaktian” si wanita. Tidak mampu lagi meramal masa depan apa lagi nomor toto gelap. Hilanglang sumber uang masuk. Rasa geram dan marah memancar dari mata dan tangan para lelaki yang menjadi tuannya. Marah kepada Paulus dan Silas, lalu mereka mengoyakkan pakaian yang melekat dibadan Rasul, menyeretnya ditengah keramaian untuk dibawa menghadap penguasa. Direkayasa kesalahan mereka untuk didera dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Karena mata pencaharian syirik mereka diganggu oleh kebenaran, dan Nama Yesus Kristus.

Sintua Hasian Sihombing bukanlah Paulus dan bukan juga Silas. Tapi penyiksaan yang mereka alami sama, karena menyatakan kebenaran. Kebenaran didalam mempersembahkan hidup mereka dalam melakukan ibadah kepada Sang Kasih. Paulus dan Silas disiksa berawal karena wanita penenung dihardik roh setan-nya. Sintua Sihombing, ditusuk dan terbaring lemah, membuktikan kesetiannya kepada Kristus Sang Pembawa Damai. Berbedakah kedudukan si wanita dengan si penusuk? Atau sebaliknya, kedudukan mereka sebenarnya sama. Hanya menjadi alat dari nafsu-nafsu bejat beberapa orang yang merasa dirinya lebih terhormat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026