Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

SINTUA HASIAN SIHOMBING


Bahwa Paulus dan Silas pernah dikriminalisasi, melalui sebuah fitnahan mematikan yang sangat cerdas. Lalu didera dan siksa bahkan dimasukkan kedalam penjara. Di dalam perjalanan mereka ke Makedonia, bertemulah dengan seorang penenung wanita yang nampaknya sangat mengenali Tuhan Yesus. Wanita penenung inilah yang dengan teriakannya selalu berkata : "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."

Sambil mengikuti Paulus dari belakang dia melontarkan teriakannya kepada semua orang yang melihat Sang Rasul. Dan hal itu berlangsung beberapa hari lamanya. Sangat mengganggu, karena itu adalah kata-kata kosong yang keluar hanya melalui mulut dan bibir si wanita, bukan dari otak kesadarannya apalagi kemurnian hatinya. Sampailah kepada titik batas kesabaran kemanusiaan Paulus, maka dia segera menghadap si wanita penenung dan dengan suara ketegasan manusia yang sudah diurapi menghardik kepada roh yang merasukinya : "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini”. Seketika itu juga keluarlah roh itu, meninggalkan si perempuan dalam kelunglaian disertai rasa malu bercampur marah.

Persoalan nampaknya selesai, tapi bukan, karena inil baru awal penderitaan. Si wanita penenung hanyalah alat pencari uang beberapa lelaki yang dari tadi mengawasi. Begitu roh setan itu keluar, hilanglah “kesaktian” si wanita. Tidak mampu lagi meramal masa depan apa lagi nomor toto gelap. Hilanglang sumber uang masuk. Rasa geram dan marah memancar dari mata dan tangan para lelaki yang menjadi tuannya. Marah kepada Paulus dan Silas, lalu mereka mengoyakkan pakaian yang melekat dibadan Rasul, menyeretnya ditengah keramaian untuk dibawa menghadap penguasa. Direkayasa kesalahan mereka untuk didera dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Karena mata pencaharian syirik mereka diganggu oleh kebenaran, dan Nama Yesus Kristus.

Sintua Hasian Sihombing bukanlah Paulus dan bukan juga Silas. Tapi penyiksaan yang mereka alami sama, karena menyatakan kebenaran. Kebenaran didalam mempersembahkan hidup mereka dalam melakukan ibadah kepada Sang Kasih. Paulus dan Silas disiksa berawal karena wanita penenung dihardik roh setan-nya. Sintua Sihombing, ditusuk dan terbaring lemah, membuktikan kesetiannya kepada Kristus Sang Pembawa Damai. Berbedakah kedudukan si wanita dengan si penusuk? Atau sebaliknya, kedudukan mereka sebenarnya sama. Hanya menjadi alat dari nafsu-nafsu bejat beberapa orang yang merasa dirinya lebih terhormat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026