Featured Post

Kisah Pertandingan Catur Bobby Fischer Dengan Boris Spassky, Sejarah Terbesar Pada Catur Dunia

Gambar
  Diterjemahkan Dari Space Daily Selama 24 tahun, Uni Soviet telah menggunakan kejuaraan catur dunia sebagai bukti keunggulan intelektual mereka atas Barat — dan kekalahan juara Soviet Boris Spassky oleh pecatur Amerika Bobby Fischer di Reykjavik pada tahun 1972 mengakhiri argumen tersebut, di hadapan seluruh dunia, dalam satu pertandingan saja. ​Sulit bagi kita saat ini, setelah 54 tahun berlalu, untuk menggambarkan besarnya beban institusional yang diletakkan oleh Uni Soviet pada olahraga catur pada awal tahun 1970-an. Mulai tahun 1920-an, pemerintah Soviet telah memperlakukan catur sebagai olahraga intelektual yang didukung negara, berada dalam kategori umum yang sama dengan balet, senam, dan program luar angkasa — sebuah ranah di mana prestise sistem Soviet akan ditunjukkan melalui pembinaan bakat kelas dunia secara sistematis. ​Sistem dukungan catur di Uni Soviet saat itu meliputi: ​Klub-klub catur didanai sepenuhnya oleh negara. ​Infrastruktur pelatihan disediakan...

INFO DARI POSKO GBKP 7 SEPTEMBER


1. Kegiatan di posko-posko pengungsi berjalan dengan baik. Distribusi barang makanan dan kebutuhan lainnya dilakukan oleh Team Logistik GBKP dibantu oleh para relawan yang datang dari beberapa jemaat dan STT Abdi Sabda Medan.

2. Salah seorang pengungsi yang berada di Poso Klasis Kabanjahe Bpk Jenda Ukur Sitepu dari desa Berastepu meninggal dunia akibat sesak nafas, Minggu 5 September 2010 dan telah dikebumikan oleh keluarga. Warga GBKP turut berduka, kiranya Tuhan kita Yesus Kristus menghibur dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

3. Sementara tgl 2 September 2010, telah lahir seorang anak Laki-laki berat 4 (empat) kg anak ke 5 (lima) di Klinik Mari Berastagi. Ibu Sarnauli br Tamba, bapa Sitinjak dari desa Kutarayat. Ibu dan Anak sehat dan telah kembali ke Posko Moria (Perempuan) GBKP di KWK Berastagi. Pengungsi di POSKO KWK terdiri dari Lansia, Perempuan dan anak. Hanya beberapa orang laki-laki. Pihak panitia posko sangat memperhatikan kebutuhan makanan pengungsi terutama makanan anak di bawah lima tahun dan bayi. Mereka mempersiapkan menu khusus balita, berbeda dengan menu pengungsi dewasa.

4. Pelayanan Kesehatan kepada pengungsi dilayani oleh Yayasan Kesehatan GBKP; RSU Bina Kasih; Dinas Kesehatan; PMI; YEU; GKI Jabar. Personil dari GKI Jabar dalam Team Gerakan Kemanusiaan Indonesia saat ini berjumlah 12 orang. Mereka membuka pelayanan kesehatan di desa Kutabuluh, Siabang-abang, Tanjung, Perbesi. Tadi malam sekitar pukul 00.30 Wib Ketua Diakonia GKI Jabar Pdt Jusak bersama seorang dokter telah tiba di Kabanjahe. Pagi ini mereka menuju lapangan. Sementara personil Kesehatan dari YAKES GBKP dan RSU Bina Kasih dikirim secara bergantian. RSU Bina Kasih juga menyiapkan Ambulance bagi pasien yang membutuhkan.

5. Senin, 6 September 2010 pukul 19.00 – 20.30 WIB Team Penanggulangan Bencana GBKP telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Vulkanologi Bandung Bpk Surono dan teamnya di Desa Simpan Empat Ndokum Siroga. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pdt Agustinus Purba (Ketua TPB); Pdt Rosmalia Barus (Sekretaris); Pt Ananta Purba (Pembantu Umum); Jimmy (Panitia). Ikut juga dalam pertemuan tersebut ibu Dr Budi Anna Keliat dari UI dan seorang staffnya. Dalam pertemuan tersebut disepakati kerjasama Badan Vulkanologi dengan Moderamen GBKP untuk Sosialisasi Tanggap Bencana Gunung Sinabung. Sementara status gunung Sinabung masih tetap dalam status AWAS (LEVEL IV), oleh sebab itu pengungsi belum dianjurkan meninggalkan posko

6. Hari ini, Selasa 7 September 2010, Team Penanggulangan Bencana GBKP dan Badan Vulkanologi bersama Team Kesehatan Jiwa Menuju Keluarga Harmonis mengadakan Sosialisasi Tanggap Bencana dan Management Stress di 3 (tiga) titik di desa Kutabuluh; Tanjung; Siabang-abang. Anggota Team :
Team GBKP : Pt Ananta Purba; Jymmi
Team Vulkanologi :
• Gede Suantika (Kepala Bidang Penyelidikan Gempa Bumi & Gerakan Tanah)
• Kristianto (Kepala Sub Bidang Peneyelidikan Gunung Api)
• Iman Sinulingga (Kepala bagian Tata Usaha PVMBG Badan Geologi)
• Baginta (Staff Sekretaris Badan Geologi)

Team Management Stress :
• Dr Budi Anna Keliat (Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia – team leader)
• Jenny M.Purba (Fak. Keperawatan USU)
• Sri Eka Wahyuni (Fak Keperawatan USU)
• Rosina Tarigan (Fak Keperawatan USU)
• Laura Siregar (STIKes Mutiara Indonesia)
• Fidelis Parningotan ((STIKes Mutiara Indonesia)
• Netty Panjaitan (Jurusan Keperawatan Kemenkes POLTEKES Medan)
• Mahasiswa Jurusan Keperawatan Kemenkes Poltekes Medan : Aries Permana Ompusunggu; Artha A.R Napitulu; Nico Wijaya Saragih; Siska Rutvina Simanungkalit.
• Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU : Erika Emnina Sembiring; Isabella
• Driver : Jenne Frerta Singartimbun; Ucok Silalahi.

Peserta yang hadir rata-rata 75 orang. Seluruh peserta sangat antusias dan aktif dalam pelatihan tersebut. Diharapkan mereka akan menjadi pelatih bagi pengungsi lainnya yang tidak hadir. Menurut rencana besok akan diadakan kegiatan serupa di Posko Kantor Klasis Kabanjahe; KWK Berastagi; Gedung PPWG GBKP dan Gedung KA/KR GBKP Jl.Katepul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025