Featured Post

Imanku Bertumbuh Setelah Membaca Kitab Wahyu

Gambar
  Oleh Alishia Br Tarigan  1. Apa Itu Iman? Bagi saya yang saat ini berusia 16 tahun, kata "iman" dulu terasa sebagai sebuah konsep yang biasa saya dengar di gereja atau sekolah minggu, tetapi agak sulit untuk menjelaskan. Dulu saya berpikir iman hanya sebatas percaya bahwa Tuhan itu ada, rajin beribadah setiap hari Minggu, dan berdoa sebelum melakukan aktivitas. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya hal baru yang saya hadapi di usia remaja ini, saya mulai menyadari bahwa iman memiliki arti yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut apa yang saya pelajari, iman adalah rasa percaya dan penyerahan diri yang sepenuhnya kepada Tuhan. Iman berarti saya menaruh harapan dan masa depan saya ke dalam tangan Tuhan, bahkan ketika saya belum bisa melihat bagaimana masa depan itu akan terwujud. Di usia remaja, tidak jarang kami merasakan kekhawatiran tentang sekolah, pertemanan, atau cita-cita setelah lulus nanti. Di sinilah iman itu bekerja. Iman menjadi seb...

KEBERANIAN


Darimanakah lahirnya sebuah keberanian, yang tidak hanya membedakan orang orang penakut dengan para pahlawan pembela kebenaran. Adakah keberanian itu dihasilkan oleh sejenis makanan tertentu, atau itu hasil dari suatu proses pembelajaran jangka panjang, atau juga karena pengalaman hidup yang mengkristal dalam darah dan nafas?

Keberanian yang menjadi harta tak ternilai orang yang berani, bukanlah cara yang dipakai untuk mendapatkan apa yang diingini, bukan juga kemampuan mengeluarkan kalimat-kalimat menggelora yang membuat orang tertunduk lunglai, bukan juga strategi komunikasi yang membuat orang lain menerima argumentasi kita. Keberanian bukanlah cara untuk mempertahankan dan memperpanjang hidup. Tapi keberanian itu adalah Stefanus.

Yang berani menerima kebenaran yang dikatakan para Rasul, Yang dengan rendah hati melakukan mujijat-mujijat yang dirancang dari sorga, yang dengan akal sehat bersedia mengiklankan dan mempertahankan kebenaran Kristus dijalan-jalan ramai dan juga mahkamah . Dengan fasih menyampaikan salah satu pidato terbesar dan terbaik sepanjang masa, yang menjelaskan sejarah keterlibatan Allah dalam Bangsa Jahudi dan umat manusia, yang tidak menolak bahkan menerima dengan gagah berani putusan sirik Mahkamah Jahudi agar dirinya dilempari batu, lalu diberi hadih khusus dan satu-satunya untuk melihat sorga dan Kemuliaan Allah yang sejajar dengan Yesus Kristus, yang pada akhirnya menutup mata dengan penuh kemenangan diatas tumbukan batu yang telah menghujam tubuhnya. Dan seketika diudara menyebar satu kata, yang menjadi ciri pembeda manusia; pemberani atau penakut. The winner or the looser.

Stefanus adalah keberanian, dan keberanian adalah Stefanus. Yang menjadi awal pergerakan ke segala penjuru para pembawa kebenaran dan berita paling menggembirakan kepada manusia, khususnya yang “merasa” tertindas Dosa. Yang memotivasi Para Murid menyebar dari Jerusalem ke Judea dan Samaria, sampai ke Ujung Bumi, sampai ke lima benua, sampai ke Asia dan akhirnya Gunung Sinabung. Keberanian yang dipancarkan dari kematian Stefanus tercium dan terlihat oleh Saulus, yang kelak membuat hatinya remuk redam dan hampa tak berujung, kalau tidak memberitakan Firman Sang Awal Kehidupan.

Diinspirasi dari Kisah Para Rasul Pasal 6 dan 7.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025