Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026