Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: (19 – 25 April 2026)

Gambar
  Thema : Bacalah Alkitab (Ngoge Alkitab) ​ Bahan Alkitab: 2 Raja-raja 22:8-13 Pengantar ​Membaca Alkitab (Ngoge Alkitab) bukanlah sekadar rutinitas agama atau pemenuhan kewajiban sebagai warga jemaat, melainkan sebuah kebutuhan rohani yang mendasar untuk menjaga hubungan kita dengan Sang Pencipta. Sama seperti tubuh fisik yang membutuhkan makanan setiap hari agar tetap kuat, jiwa kita pun memerlukan asupan Firman Tuhan agar tetap bertumbuh, berhikmat, dan memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah dunia yang terus berubah ini. ​Kisah penemuan Kitab Taurat pada masa Raja Yosia mengingatkan kita betapa seringnya Firman Tuhan terabaikan atau "tersimpan" begitu saja tanpa dibaca, padahal di dalamnya terdapat petunjuk hidup yang sangat berharga. Melalui catatan PJJ ini, kita diajak untuk kembali membangkitkan kecintaan membaca Alkitab di setiap rumah tangga jemaat GBKP, agar setiap pribadi mengalami perjumpaan yang hidup dengan Tuhan dan merasa...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025