Featured Post

CATATAN KHOTBAH ​Minggu, 25 Oktober 2026

Gambar
 ​ Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) ​ Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 ​ I. PENDAHULUAN   ​Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: ​ Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. ​ Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. ​Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026