Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026

Gambar
 ​ Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan ( Erbagesna Nandai Dibata ) ​Nats Alkitab: Kolose 1:9–10 ​ Kolose 1:9–10 (TB): "Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," ​ 1. Pendahuluan ​Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi ( personal devotion ) yang mendalam bersama T...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026