Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 26 April - 2 Mei 2026

Gambar
  Allah Yang Awal dan Akhir: Kompas Iman di Tengah Badai Dunia ​ I. Pengantar: Menghadapi Narasi Ketakutan Dunia ​Dunia hari ini seolah sedang merawat ketakutan massal. Krisis global, ketidakpastian ekonomi, dan dominasi narasi dari "orang-orang kuat" dunia menciptakan atmosfir kecemasan yang mencekam. Namun, teks Wahyu 1:4-8 hadir bukan sekadar sebagai pengingat sejarah, melainkan sebagai pernyataan apokaliptik yang 100% relevan dengan realitas saat ini. Di tengah gempuran kuasa duniawi yang fana, kita dipanggil untuk mengalihkan pandangan kepada Satu Kuasa yang absolut dan kekal, menjadikannya satu-satunya panduan utama dalam langkah hidup sehari-hari. ​ II. Fakta Alkitabiah (Wahyu 1:4-8) ​Berdasarkan nas tersebut, terdapat beberapa pilar fakta yang mengukuhkan posisi umat beriman: ​ Sumber Damai: Salam kasih karunia datang dari Allah Tritunggal—Dia yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang; dari tujuh roh di hadapan takhta-Nya; dan dari Yesus Kristus. ​ ...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025