Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 5 - 11 Juli 2026

Gambar
  ​ Teks Alkitab: Kejadian 12 : 1-3 Thema: Menjadi Bangsa Yang Besar / Jadi Bangsa Si Mbelin ​ Pendahuluan ​Setiap manusia atau bangsa pada umumnya rindu untuk menjadi besar, dihormati, dan memiliki pengaruh. Namun, jalan dunia sering kali mengajarkan bahwa kebesaran dicapai melalui ambisi egois, penindasan, atau penumpukan materi. ​Melalui panggilan Abram, Firman Tuhan minggu ini memberikan paradigma yang revolusioner tentang bagaimana menjadi "Bangsa/Pribadi si Mbelin" (Bangsa yang Besar) menurut versi Allah. Kebesaran sejati tidak dimulai dari kekuatan manusia, melainkan dari ketaatan radikal untuk melangkah keluar dari zona nyaman demi menggenapi rencana ilahi. ​ Fakta Teks (Kejadian 12:1-3) ​ Perintah Pemisahan Radikal: Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan negerinya, sanak saudaranya, dan rumah bapanya menuju negeri yang belum diketahuinya (melangkah dengan iman). ​ Janji Multi-Berkat: Tuhan menjanjikan tiga hal utama kepada Abram: menjadikan b...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025