Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026