Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah 31 Mei 2026

Gambar
  ​Naskah Khotbah Ekspositori & Teologis ​ Thema: Kesah Si Rehna I Bas Dibata Nari (Roh yang Berasal dari Allah) Nas: 1 Johanes 4:1–6 Fokus Teologis: Pneumatologi Trinitarian (Roh Kudus adalah Allah yang Berpribadi) ​I. Pengantar ​Mejuah-juah ras selamat mpermuliakan Gelar Tuhan Yesus Kristus man banta kerina. ​Dalam tradisi Reformed/Calvinis, karena komitmen yang luar biasa terhadap eksposisi firman dan kedaulatan akal budi yang tercerahkan ( ratio ), terkadang ada kecenderungan jatuh pada "intelektualisme kering" yang menomorduakan karya eksistensial Roh Kudus, seolah-olah Roh Kudus hanyalah sebuah "fungsi" atau energi, bukan Pribadi ketiga dalam Allah Tritunggal.  Sebab gereja -gereja Reformasi (Calvinis) sangat menghargai ketertiban berpikir, kedalaman doktrin, dan hikmat akal budi. Hal ini adalah anugerah yang indah. Namun, sering kali muncul sebuah bahaya laten: kita terjebak dalam menuhankan akal budi ( rasionalisme ) dan secara tidak sadar mereduk...

SITUASI TERAKHIR GUNUNG SINABUNG



Pertua Ananta Purba, yang masuk dalam Tim Penanggulangan Bencana GBKP, yang merupakan Wakil Sekretaris Umum Modramen GBKP, melaporkan dari sekitar Gunung Sinabung sebagai berikut :
Aku sekarang berada di desa Kutambaru setelah dari Tigaserangkai, Berastepu, Tanjung dan Mardinding mengantar sembako untuk Penjaga desa. Keadaan Desa sepi karena hanya dijaga beberapa orang Kaum Pria, Gunung Sinabung sejak pagi sampai sekarang( sekitar jam 13.30 WIB) tertutup awan tebal.

Nampaknya gunung Sinabung sudah mulai lebih kalem meskipun tetap dalam status siaga. Dalam percapakan kemarin (Rabu) sore dengan Saudara Alimin Ginting yang juga ahli Geologi Tamatan ITB diungkapkan bahwa dalam situasi Letusan Gunung seperti Sinabung ini yang paling membahayakan adalah jika ada semburan gas beracun. syukurlah menurut Alimin Ginting tidak terdapat gas beracun.

Ditambahkan oleh Sdr Alimin bahwa status Gunung Sinabung sudah ditingkatkan dari Tipe B menjadi tipe A yang artinya akan dipantau secara terus menerus. Untuk itu akan dipasang alat pendeteksi sebanyak 4 buah, dimana dari info yang diperoleh 3 digital dan satu manual. (Salah satu alat itu saat ini sedang dipasang di Desa Mardinding, seperti yang dilaporkan oleh Pt Ananta Purba).

Menurut Alimin Ginting yang saat ini bergereja di GBKP Jakarta Pusat, sebenarnya yang paling sulit dipantau adalah pergerakan Magma akibat pergelakan Lempeng Bumi yang 5 tahun terakhir ini banyak menimbulkan gempa dan tsunami. Jadi tetap yang perlu kita lakukan adalah menyediakan alat-alat pemantau yang lebih lengkap serta tetap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025