Featured Post

Menara Babel Digital: Membedah Great Reset 2030 dalam Teropong Iman dan Kedaulatan

Gambar
   Analgin Ginting,  Seorang  Pt. Emeritus di GBKP  ​ Pendahuluan: Sebuah Jendela Peluang atau Jerat Tersembunyi? ​Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Pasca-pandemi COVID-19, sebuah narasi besar muncul dari koridor kekuasaan di Davos melalui World Economic Forum (WEF) yang disebut sebagai "The Great Reset". Narasi ini menjanjikan tatanan dunia baru yang lebih adil, hijau, dan berkelanjutan pada tahun 2030, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) milik PBB. ​Namun, bagi mereka yang memiliki ketajaman rohani dan pemahaman akan kedaulatan, janji-janji manis ini menyisakan pertanyaan mendasar: Siapa yang sebenarnya memegang kendali? Dan di manakah posisi Tuhan dalam arsitektur masa depan ini? ​ I. Great Reset: Antara Ambisi Manusia dan Penisbian Tuhan ​Secara teknis, Great Reset adalah upaya merombak total sistem kapitalisme global menjadi "Ekonomi Pemangku Kepentingan" (Stakeholder Capitalism). Tujuannya terdenga...

PELATIHAN DAN SOSIALISASI TANGGAP BENCANA


Moderamen GBKP telah mengadakan Pelatihan dan Sosialisasi Tanggap
Bencana pada hari Jumat tgl 3 September 2010 di Gedung PPWG GBKP Jl.Nabung
Surbakti Kabanjahe. Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka
mempersiapkan warga masyarakat mengahadapi bencana khususnya aktivitas
Gunung Sinabung di hari-hari mendatang.

Pertemuan diawali dengan ucapan
selamat datang oleh Kabid Personalia & SDM Moderamen GBKP Pdt Rosmalia
Barus yang mengharapkan agar melalui Sosialisasi ini tumbuh kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang gunung merapi serta mampu mengantisipasinya
dengan baik. Peserta didorong untuk meneruskan hasil pelatihan ini kepada
kelompoknya masing-masing. Hadir juga dari Moderamen Bendahara Umum Dkn.
Kristiani br Ginting.

Dari pihak kepolisian hadir Bpk M Sihombing, beliau sekaligus menjadi
moderator di sepanjang acara. Dalam penjelasannya beliau menyatakan
kegembiraannya yang sangat mendalam karena menurut beliau Moderamen lah
yang pertama sekali menginisiasi kegiatan pelatihan ini. Ini merupakan
kegiatan Sosialisasi pertama di seluruh Tanah Karo.

Pak Sihombing juga mengharapkan agar peserta bisa menjadi perpanjangan tangan badan Vulkanologi dan Pemkab dalam menindaklanjuti informasi yang akan diterima. Selain itu peserta diharapkan menjadi mediator yang tidak
membingungkan masyarakat.

Sementara itu Narasumber dari Badan Vulkanologi (PVBMG) Bpk Ir Gatot M
Sudradjat MSc Kepala Bidang Evaluasi Bencana PVBMG sebelum menyampaikan
paparannya berkomentar bahwa pertemuan seperti ini merupakan
kesempatan yang ditunggu-tunggunya Pak Gatot mengatakan belum pernah
melihat pengungsi dalam jumlah sebanyak itu.

Pak Gatot menyampaikan ceramahnya dengan sangat menarik, sederhana namun sangat mendalam seperti yang diucapkannya : "...letusan-letusan gunung Sinabung seolah-olah Gn Sinabung itu hendak bercerita kepada orang Karo dengan mengatakan "tolong dengarkan saya".

Untuk mengkomunikasikan keinginan Gunung Sinabung
tersebutlah saya seorang geolog yang akan menyampaikannya kepada
masyarakat. Supaya memahami keadaan gunung, maka beberapa alat
harus ditempatkan di beberapa titik, demikian ditekankan oleh Pak Gatot.

Disisi lain dijelaskan bahwa berhubung karena status Gunung
Sinabung sebagai gunung merapi, maka letusan itu selalu ada, tapi tidak
membahayakan.Kalau masyarakat pulang bukan berarti Sinabung tidak tidak
menyemburkan asap dan debu lagi. Dengan pelatihan yang dilaksanakan ini
maka masyarakat diajak untuk beradaptasi dengan kebiasaan Gn Sinabung,untuk itu masyarakat harus mampu menyesuaikan diri. Dengan demikian maka lambat laun masyarakat akan mengenal ciri-ciri aktivitas Sinabung sehingga dengan mudah mengantisipasi kemungkinan terburuk serta mampu mencari solusi atau melakukan tindakanang dibutuhkan. Status Gn Sinabung saat ini Menurut Gatot adalah status AWAS (LEVEL IV).

Beliau mendorong masyarakat karo untuk melakukan usaha untuk mengurangi
korban (MITIGASI). Salah satu cara yaitu dengan menumbuhkembangkan
kearifan lokal. Toleransi dan gotong royong merupakan kearifan lokal yang
sangat luarbiasa di mata beliau. Kearifan lokal merupakan senjata
pamungkas dalam menghadapi bencana dan kunci sukses menangani masalah.
Kordinasi antar lembaga keumatan dan pemerintah juga perlu ditingkatkan.

Sesudah selesai ceramah acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Bapak Ir
Gatot ditemani oleh 2 (dua) orang teamnya Ir.Agus Solihin (Kepala
Subbidang Bencana Gerakan Tanah) dan Yana Karyana.

Pada bagian akhir acara Moderamen GBKP meminta kepada Narasumber agar
dihari hari mendatang seluruh akses informasi tentang aktivitas gunung
Sinabung dikirimkan juga tembusannya kepada Moderamen GBKP karena
masyarakat sekitar Gn Sinabung maytoritas jemaat GBKP. Pertemuan diakhiri
dengan Doa.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat mengakses dari
Website : www.vsi.esdm.go.id.

Kabanjahe, 3 September 2010


Pdt Rosmalia Barus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025