Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Juni 2020. Akhir dari semua teori Konspirasi.



Kuan-kuanen 6 : 12-15

Thema : BERITAKEN SITUHU DINGEN ERGUNA

Kuan-kuanen 6 : 12-15

6:12       Kalak jahat dingen kalak si la erguna pet kal meritaken berita si la tuhu.

6:13       Sikirepen ia erbahan tanda guna nipu kalak.

6:14       Alu taki pacikna, ibahanna rencana-rencana jahat, i japa pe ibahanna perubaten.

6:15       Erkiteken perbahanenna, rempet reh cilaka ndabuh man bana e maka mate me ia.

FAKTA

1.             Nas PJJ kita pada minggu ini benar benar menyampaikan sebuah prinsip kebenaran yang relevan dengan situasi di ERA 4.0 ini.  Yaitu sangat berkaitan dengan pemberitaan. Digambarkan bahwa orang jahat dan manusia yang tidak ada guna/nilai senang sekali (pet kal) menyampaikan berita yang tidak benar.


2.             Mereka mempunyai kode (si kirepen) untuk menipu orang lain, dan membuat rencana rencana yang tidak benar (konspirasi) untuk merencanakan yang jahat dan membuat konflik/perang dimana mana.

3.              Akibat perbuatannya ini, tiba tiba akan mendapat celaka, jatuh dan mati.

ARTI

1.     Akan ada selalu ada orang yang kesukaannya menyampaikan berita yang tidak benar, berita yang bohong.  Mereka ini disebut orang jahat, yang terikat dengan raja nya dusta dan pembohong yaitu iblis.

2.     Merekan ini mempunyai kode kode yang sangat rahasia untuk merencanakan kejahatannya. Mereka juga belajar dan bertumbuh dalam keahlian mereka menciptakan kejahatan itu.  Sehingga mereka kuat di dunia, dan dari kepiawaian nya merencanakan dan merancang kejahatan.  Teringat saya dengan falsafah pembuat konspirasi, “tipu lah mereka dengan cara yang sedemikian sehingga mereka tidak tahu bahwa mereka sudah kita tipu”



3.     Tuhan tidak pernah meninggalkan dunia, Tuhan tidak pernah sepersekian detik pun membiarkan dunia ini dikuasai oleh iblis dan antek anteknya.  Ada hukum yang akan membuat semua orang jahat ini tiba tiba akan sampai ke titik.  Jatuh dan mati, selesai. Semua strategi iblis bermuara kepada KEMATIAN pengikutnya.  PASTI MATI, dan selamanya mati di kehidupan mana pun dia akan mati.

PENGKENAINA

1.     Kita didorong untuk memberitakan berita yang benar dan bernilai tinggi, dan sama sekali tidak dijinkan untuk menyampaikan berita tidak benar.  Kam harus menyampaikan berita yang tidak benar.

2.     Jangal dekat apalagi mengikuti orang jahat, yang semua tujuannya hanya untuk menipu, orang lain; untuk berbuat bahkan membisniskan kejahatan itu demi keuntungan duniawinya.   Namun mereka pasti akan diganyang oleh iblis itu sendiri.


Nelson Mandela dan Malala dinobatkan sebagai No 1 Communicator Terbaik di dunia


3.     Standard berita benar itu adalah berita injil, yang nilainya tidak terhingga kepada orang yang mendengarnya.  Menjadi penyampai berita kebenaran sekaligus berita sukacita dari Firman Tuhan adalah pekerjaan paling mulia yang bisa dilakukan manusia selama hidupnya. Berencana dan berkomitmenlah menyampaikan berita yang benar saja.  Kalua infoprmasinya belum jelas, atau kalau pendengarnya tidak pas berdasarkan usia, kemampuan dll lebih baik diam.  Dan tunggu waktu kapan berita itu sebaiknya disampaikan.  Bujur ras mjj kita kerina. 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025