Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Catatan Tambahan PJJ 21-28 Juni 2020. Tuhan kita pahami dalam kehancuran hati yang merindu padaNYA.



Masmur 42 : 1-6

Thema : Tedeh Ateku Kam O Dibata

Masmur 42 : 1-6

42:1       Ende-enden anak-anak si Korah.

42:2       Bagi belkih mejehe nandangi lau maler si malem, bage me tedehna ateku Kam, o Dibata.

42:3       Muas tendingku man baNdu o, Dibata si nggeluh, ndigan aku banci ersembah i adep-adepenNdu?

42:4       Suari berngi aku ngandung, iluh ngenca si man panganku. Gedang-gedang wari nungkun imbang-imbangku, "I ja kin Dibatandu?"

42:5      Getem pusuhku adi kuinget paksa si enggo lepas, tupung aku mabai perpulungen lawes ku Rumah Dibata. Erdalan aku arah lebe arak-araken, ersurak-surak dingen ngendeken ende-enden pujin man Dibata.

42:6      Engkai maka ndele ateku? Engkai maka susah kuakap? Ku Dibata saja aku erpengarapen, jenari kupuji ka Ia tole, si engkelini aku dingen penampatku.

FAKTA

1.             Manusia dapat mempunyai perasaan rindu yang sangat mendalam kepada TUHAN Sang Maha Pencipta, Maha Tahu dan Maha Kuasa dan Maha Pengasih.  Perasaan rindu yang dianalogikan seperti rusa yang kehausan dalam kelelahan nya ingin menemukan aliran air.



2.             Kerinduan yang digambarkan dalam masmur ini merupakan kerinduan teologis, dimana yang diharapkan dan dibutuhkan adalah keinginan untuk mempersembahkan diri kehadiratNYA. Kerinduan yang muncul akibat tangisan di dalam kesendirian, saat orang banyak mempertanyakan dimana ALLAHmu.

3.             Pemasmur berterus terang bahwa perasan hancur nya muncul saat didepan arak arakan Bersama jemaat ingin menuju Rumah Tuhan. Padahal saat itu semua arak arakken bernynanyi bersukacita.

4.             Pemasmur sampai kepada sebuah situasi yang dia tidak kehendaki bisa terjadi dalam dirinya, mengapa saat memimpin pujian pun bisa ada perasaan susah (ndele). Namun seketika pemasmur menemukan jawabannya, “Hanya TUHAN yang sanggup memuaskan perasan dan kerinduan anak anakNYA.

ARTI

1.     Hidup di dunia adalah kesempatan untuk merasakan berbagai perasaan, termasuk perasaan yang bersumber dari lubuk hati yang paling dalam yaitu rindu kepada TUHAN.

2.      Memiliki semua harta dan kekayaan, dapat mewujudkan semua impian dan cita cita tetap menyisakan suatu kerinduan yang sangat mendalam dalam hati semua manusia, termasuk manusia yang aktif melayani dan mencari TUHAN. Akan ada perasan hancur, di dalam jiwa yang selanjutnya melahirkan perasaan rindu kepada TUHAN



3.      Perasaan remuk redam dan segala kegundahan hanya bisa terobati saat bersembah kepada Tuhan.

4.     Banyak perasaan yang aneh akan muncul dalam jiwa orang orang yang mendekat kepada Tuhan, pada saat itulah muncul kepasrahan yang paling suci.

PENGKENAINA

1.      Semua manusai yang dipilih Tuhan akan mempunyai perasaan yang sangat rindu kepada Nya.  Kam, aku dan kita semua selaku pengikut Kristus akan mempunyai perasaan yang sangat rindu kepada Yesus kristus Tuhan kita.

2.      Perasaan rindu kepad Tuhan bisa muncul karena situasi buruk yan dialami anak anakNYA. Seperti saat sekarang ini pun di tengah pandemic covid19 ini melahirkan perasaan yang sangat rindu kepada Tuhan. Beruntung sekali kita yang mempunyai TUHAN yang sangat mengerti perasaan kita semua.

3.     Kerinduan kepada Tuhan, tidak dapat dikompensasikan dengan harta, perjalanan  wisata, serta makanan mewah yang ditemukan di resto resto kelas dunia, namun kerinduan kepada Tuhan hanya dapat diobati dengan mempersembahkan yang terbaik kepadaNYA. Maka bersembah lah dalam situasi sesulit apapun.

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025