Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 01 - 07 Februari 2026

Gambar
  T erimalah Sahabatmu (Alokenlah Temanndu) Roma 15:7–13 Nas Utama Roma 15:7–13 (TB) “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Rm. 15:7) Pendahuluan Hidup manusia tidak pernah berdiri sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah merancang manusia sebagai makhluk relasional. Karena itu, iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Roma 15:7–13 menegaskan bahwa menerima sahabat—bahkan yang berbeda latar belakang, karakter, dan pandangan—bukanlah pilihan etis belaka, melainkan ekspresi iman yang sejati kepada Kristus. Fakta Teks (Roma 15:7–13) Rasul Paulus menasihati jemaat Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Terjadi ketegangan sosial, kultural, dan religius dalam jemaat. Kristus dipahami sebagai pelayan (διάκονος) yang menggenapi janji Allah kepada Israel. Keselamatan tidak eksklusif bagi satu bangsa, tetapi terbuk...

Konsekwensi Paling Mengerikan Dari Prilaku Tidak Jujur


Bimbingan PJJ   5  Mei  sd  11 Mey   2019 :
 Bujur Ibas Berusaha


Ogen  Amos 8 : 4-6

Entrepreneurship  :   Palas Spiritualitas

Nas Amos 8  : 4 – 6

8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini

8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,

8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?



Fakta

1.     Melalui Nabi Amos Allah Bapa berbicara kepada kelompok orang yang  “menginjak injak orang miskin” dan  yang membinasakan orang sengsara , serta kepada kelompok orang yang selalu berfikir untuk menjual dan mencari uang.

2.     Gambaran akan kejahatan orang ini sangat jelas dan terang benderang disampaikan TUhan, untuk menyatakan bahwa Mata Tuhan tidak tertutup dan melihat semua perbuatan mereka.
a.     Menginjak injak orang miskin
b.     Membinasakan orang sengsara
c.      Yang selalu mengejar ngejar waktu, bahkan merasa hari Sabat pun terlalu lama
d.     Orang terbiasa menawarkan terigu dengan mengecilkan efe (gantang ukuran)
e.     Membesarkan syikal
f.       Merekayasa timbangan untuk keuntungan diri
g.     Membeli orang lemah karena uang
h.     Menjadikan orang miskin budak karena harga sepasang kasut (sandal)
i.       Menjual terigu rongsokan.

3.     Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak akan pernah lupa akan semua perbuatan jahat mereka.

4.     Pada ayat sebelum nya dikatakan bahwa Kesudahan Sudah Datang kepada UmatNya Israel, dan Tuhan menegaskan dengan Perkataan : Aku tidak akan memaafkannya lagi.



Makna

1.     Manusia cenderung berbuat dosa dan menjauh dari Tuhan ketikan dia hidup dan berusaha.

2.     Ritual keagamaan dan mengikuti aturan hari Sabat, tidak menutup keinginan untuk melakukan perbuatan yang membuat Tuhan MURKA

3.     Ada banyak sekali kesalahan dan perbuatan dosa yang muncul jika dalam hidup dan berusaha TIDAK ADA Keinginan untuk memuliakan Tuhan dan berlaku jujur

4.     Bahkan gambaran kejahatan melewati  prinsip untung rugi, dan menuju kepada usaha untuk menguasai kehidupan orang lain.

5.     Ada bentuk kejahatan yang digambarkan tadi bahwa sengaja meminjamkan uang kepada seseroang yang TIDAK akan mampu mengembalikan pinjaman.

6.     Di Jaman modern ini pun gencar sekali upaya pihak lain untuk meguasai kehidupan orang lain. 

7.     Ketidak jujuran ternyata dapat mengakibatkan kejahatan secara berlipat lipat.

8.     Status menjadi umat pilihan, status sebagai penguasa agama dan spiritualitas TIDAK menjadi jaminan sesorang akan selalu berbuat baik. Harus ada upaya ekstra dan bertindak secara total dalam menjunjung kejujuran 

9.     Ada Konsekwensi yang sangat mengerikan secara spiritual bagi para pelaku ketidak jujuran.

10.  Jadikan Kejujuran dan Takut akan TUhan menjadi prinsip dan filosofi kewirausahaan yang dijalankan. 




Pengkenaina

·        Melalui PJJ dan seluruh PA PA diharapkan muncul pemahaman dan keyakinan bahwa kejujuran membawa dampak lebih langgeng dan sukacita daripada perbuatan Tidak Jujur.  Memang dalam jangka pendek, ketidak jujuran seolah menawarkan keuntungan yang lebih besar dan lebih  mudah 

·        Muncullah hendaknya dalam kesadaran bahwa kejujuran pasti menang suatu saat, meskipun terbukti saat ini orag yang tidak takut kepada TUhan yang memenangkan dunia usaha.

·        Mulailah  Jujur dalam berusaha, dan bertekadlah  bahwa bekerja secara Jujur lebih besar makna dan manfaatnya dari pada bekerja secara semena mena dan selalu mencari orang lain untuk dilemahkan dan dikuasai,

·        Mengikuti ritual keagamaan serta semua aturan agama tidak menjadi jaminan kepada seseorang untuk berbuat baik.  Dari tempat yang paling suci pun bisa muncul kejahatan dan ketidak jujuran.  Lanai lit si benar sada pe lang.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025