Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

Pssttt, Nasib Anda Ditentukan Oleh Lagu Favorit Anda


Sebuah lagu bisa menentukan takdir Anda. Ini bukan pertanyaan “percaya atau tidak”, namun sebuah pengakuan yang muncul karena pengalaman transenden.  Bagaimana pula cara nya, koq lagu bisa menentukan destiny seseorang.  Wajar kalau Anda pembaca setia blog Katmospir bertanya-tanya  bahkan secara skeptis.


Kalau lirik lagu dapat memberi semangat sudah lama kita dengar. “Maju tak gentar  membela yang benar”.  Indonesia merah darah ku…….karya Gombloh”,  Atau lagu penyanyi  legendaris Iwan Fals, “Bongkar  atau lagu Sang Maestro Conductor dari Yunani, Yani yang berjudul “Tribute” pastilah bisa membakar emosi  dan menggelorakan semangat siapa saja yang mendengarkannya.  Namun  maksud dari tulisan ini bukan seperti.  Bahwa sebuah lagu yang Anda sukai dan sering dinyanyikan bisa menentukan keabadian anda.  Abadi  dalam kehidupan atau abadi dalam kematian dan mengalami penyiksaan.




Seorang wanita dari Equador yang bernama Angelica Elizabeth Zambrano Mora mengatakan bahwa setiap orang yang menyukai lagu Michael Jackson dan sering menyanyikannya akan dijerat oleh setan. Wah, ngeri kali……ihhhh. Mungkin itu ekspresi anda semua.  Lalu segera pula bertanya bagaimana mungkin? 



Angelica mengaku melihat Michael Jakcson pada tahun 2011 lalu. Pada hal kita semu tahu dan ingat bahwa MJ ini sudah meninggal pada tahun 2009. Lho, bagaimana mungkin? Itu dia sahabat, Angelica bertemu di MJ di Neraka, dan melilhatnya terikat disana.  Ini pengakuan yang dibuat Angelica :

Michael Jackson was in hell, according to the Christian girl, because he made a pact with the devil to become famous.  She warns, "Anyone who listens to Michael Jackson's songs or sings them or who is a fan of Michael Jackson, I warn you that satan is trapping you in his web so that you will end up in hell.  Right now, renounce it in the name of Jesus! Jesus wants to set you free, so that you will not be lost     
      
Angelica si wanita Equador ini pernah mengalami kematian selama 23 jam.  Pada kematiannya itu dia mengatakan bertemu Jesus Kristus dan diberi kesempatan berjalan-jalan (tour)  ke Surga dan ke neraka.  Nah dalam perjalanannya ke neraka itulah dia mengatakan melihat Michael Jackson.


Memang kalau kita ingat dan simak beberapa lagu penyanyi yang dijuluki the king of pop ini, bisa merinding juga hati kita.  Pernah dengar lagu “thriller” atau pernah melihat  ilustrasi album “Dangeorus” pada tahun 1991? Bagaimana  perasaan Anda?


Saya suka dua lagu Michael Jackson yaitu “Heal The World” dan lagu ketika dia masih anak anak dalam The Jackson Five “Santa Claus”.  Lagu lagu yang lain saya memang tidak terlalu suka.


Nah, teman teman dan para sahabat, saya menulis artikel ini dengan  tujuan agar kita selektif dalam menentukan pilihan musik  favorit kita. Jangan sampai karena hobby kita kepada musik  tertentu akhirnya bisa menjerat diri kita dalam keabadian  yang menyiksa.  Banyak sekali lagu lain yang bisa kita pilih untuk dinikmati.  Kalau kita salah dalam memilih lagu yang akhirnya membuat diri kita menderita, “disitu kadang membuat saya bersedi h”.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025