Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026

Gambar
  Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo) ​Bacaan Utama: Titus 2:1–8 ​1. Pendahuluan ​Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan. ​Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat . ​2. Fakta Realitas Kehidupan ​Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat. ​Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia. ​3. Arti dan Makna Teologis ​Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran. ​Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu...

Resesi Sex Semakin Mengkhawatirkan Singapura Permata GBKP Tidak Perlu Takut.

Mungkin istilah “Resesi Sex”  tidak terlalu tepat untuk menjelaskan penurunan kelahiran bayi karena keengganan pasangan muda untuk memiliki anak.   Singapura  adalah negara tetangga paling dekat dan mengalami tingkat resesi sex paling tinggi di Asia Tenggara.   Ada artikel yang menggambarkan bahwa tahun 2022  merupakan titik terendah dibanding tahun tahun sebelumnya.   Generasi muda di Singapura saat ini semakin enggan memiliki anak, padahal negara memberi subsidi jika ada keluarga yang memiliki anak.   Anak pertama dan kedua   diberi subsidi sampai SG$ 11.000 (sekitar Rp 124,6 juta) dan subsidi nya diberi lebih besar lagi untuk anak ketiga SG$13.000. 


Namun tetap saja pasangan muda enggan memiliki anak.  Salah satu alasannya karena besarnya biaya hidup saat ini di Singapura.  Memang biaya hidup di Singapura diberitakan salah satu yang paling tinggi di dunia, sehingga Singapura dinobatkan sebagai salah satu negara termahal di dunia.  Dikabarkan bahwa biaya membesarkan anak bisa sampai SG$280.000 sampai SG$560.000.  Untuk satu tahun pertama saja seorang bayi memerlukan biaya sekitar SG$14.000. Woooww. 

Biaya hidup yang tinggi membuat pasangan muda enggan memiliki anak,  di Asia ada beberapa negara mengalami resesi sex ini. Selain Singapura juga Korea Selatan dan Jepang.  Khabarnya di China juga ada tren peningkatan resesi sex.  Bagaimana dengan di Indonesia ?  Nampaknya Indonesia masih aman dari tren resesi sex ini.  

Sebenarnya bagi pasangan, lebih bahagia kah mempunyai anak atau tidak mempunyai anak ?  Bagaimana pemikiran Anda ?  Dikatakan bagi pasangan yang saat ini sudah berusia 35 tahun keatas d Singapura  mereka rata rata punya anak.   Namun pasangan muda yang saat ini berusian 24 tahun – 33 tahun sudah enggan untuk memiliki anak/keturunan.  Kalau di Indonesia, saat ini setiap pasangan muda yang menikah segera merindukan kelahiran anaka anak sebagai penyempurna kebahagiaan mereka.

Bagaimana dengan Anda adik adik permata GBKP ?   Perlu Anda ingat, bahwa tujuan pernikahan orang kristen ada 3 yaitu :

1. Kasih.  Mahligai rumah tangga adalah tempat untuk memberikan kasih yang setulus tulusnya dan sebesar besarnya untuk pasangan hidup kita.

2. Kebahagiaan.  Orang menikah untuk bahagia, jadi seorang wanita akan lebih  bahagia hidupnya jika ada seorang laki laki yang menjadi suaminya, sebagai pelindungnya, sebagai teman, sebagai partner sehingga apapun yang tidak bisa dia lakukan sendiri, bisa dia lakukan bersama suaminya.  Seorang laki laki lebih berbahagia hidupnya karena ada seorang wanita yang menjadi penolongnya, menjadi pendamping setianya selama dia hidup di dunia ini. 

3. Keturunan.  Bagi orang kristen pernikahan atau rumah tangga mempunyai misi khusus, misi mulia untu melahirkan anak sebagai penerus kehidupan di dunia ini.   Jadi ide pertama untuk menikah, dari Tuhan sang pencipta.  

Jangan jangan di Singapura dan negara negara maju yang mengalami resesi sex tidak ada pejelasan mengenai tujuan pernikahan ini.  Sehingga ketakutan ekonomis menjadi faktor utama penyebab timbulnya resesi sex. Seharusnya, ketakutan ketakutan kekurangan biaya untuk membesarkan anak bisa diatasi dengan memahami tujuan sakral  pernikahan. Sebab Tuhan pasti menolong.

Jadi untuk anak anak  Permata jangan takut menikah dan memiliki anak.  Sebab membesarkan anak bukan dengan biaya, tapi dengan kasih sayang dan iman kepada Tuhan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026