Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026

Gambar
 ​ Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan ( Erbagesna Nandai Dibata ) ​Nats Alkitab: Kolose 1:9–10 ​ Kolose 1:9–10 (TB): "Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," ​ 1. Pendahuluan ​Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi ( personal devotion ) yang mendalam bersama T...

Pekan Penatalayanan 2020 Berngi : 5 (pelimaken)



Kotbah          : Ulangan 31 : 7-8

Thema           :  TETAPKENLAH UKUR DINGEN TEK


Khotbah Ulangan 31 : 7-8

31:7  Kenca bage idilo Musa si Josua nina man bana i lebe-lebe bangsa Israel, "Tetapkenlah ukurndu janah tek lah; kam me si mabai bangsa enda guna ndatken negeri si ipadanken TUHAN man nini-ninina.

31:8 TUHAN kap si mabai kam ras si nemani kam. La kam juru ibahanNa la kam itadingkenNa. E maka ola bene ukurndu, ola mbiar.

FAKTA

1.     Sebuah proses suksesi dilakukan dengan sangat teologis, efektif dan sukses dilakukan Musa.  Musa menyadari dirinya sudah tua, sudah tidak sekuat dulu lagi, sementara perjalanan Bangsa Israel memungkinkan terjadi perang dengan penduduk setempat.  Lalu Musa mendengar ketetapan Tuhan bahwa dirinya tidak dijinkan Tuhan menyeberangi Sungai Jordan menuju Taah Perjanjian.  TUhan sudah memilih pengganti Musa, yang akan membawa Bangsa ini sukses memasuki Tanah Perjanjian, namanya Josua.  Perikop ini menjelaskan Bagaimana Musa menentapkan bahwa Josua lah penggantinya.

2.     Di depan bangsa Israel, Musa menetapkan, meneguhkan, memberkati Josua dan mengajarkan apa yang harus dilakukan oleh Josua.

3.     Musa menekankan Ketetapan Hati, Kepercayaan/Keyakinan akan Visi dan bantuan Tuhan, dan Kepemimpinan Josua untuk membawa Bagsa Isarel mewujudkan visi.

4.     Musa memberkati Josua dan berkata TUHAN sendiri akan menuntun Josua, dan menemano Josua. Tuhan tidak akan mempermalukan Josua, tidak meninggalkan Josua, oleh sebab itu Musa meminta Josua supaya teguh dan tidak pernah takut.



MAKNA

1.     Ada batas dalam hidup di dunia, ada masa kepemimpinan, dan Tuhan sudah mengaturnya dengan sedemikian rupa, sedemikian bagus.

2.     Ada batas akhir pelayanan kita, dimana kita harus tahu kapan itu terjadi. Jangan ngotot dan jangan maksa.  Lebih bijaksana kalau kita bertanya kepada Tuhan, bagaimana rencana dia tentang diri kita.  Namun akhir  bagi kita adalah awal bagi orag lain/orag muda untuk melanjutkan.

3.     Cara Tuhan memelihara kehidupan  ini adalah  dengan membuat kebersinambungan, dengan musim, dengan pertukaran dan silih berganti.  Oleh sebab itu, saat kita yang aktif, harus berprestasi se maksimal mungkin, harus focus, harus teguh, harus tetap memohon perlindungan dan berkat berkat dari TUHAN.  Kesempatan hanya sekali, oleh sebab itu pergunakanlah kesempatan itu untuk melakukan yang terbaik.  Jauh lebih enak pension sesudah melakukan yag terbaik dari pada tidak melakukan dan akhirnya pension.  Pensiun adalah pasti, berprestasi seblum pension adalah pilihan.  Tuhan lah yang memberikan surat pension kepada MUSA.

4.     Untuk orang Muda yang menerima tongkat estafet membawa gereja mewujudkan visinya, perlu sekali diingat kata kata Musa kepada Josua. Milikilah ketetapan hati dan percayalah “ tetapkenlah ukur ras tek lah”. Ada potensi keraguan dalam diri setiap orang, namun menjadi Tetap Yakin adalah pilihan yang berlandas kepada Iman yang teguh kepada Tuhan.

5.     Seorang pendahulu harue mempersiapkan dan memotivasi penerusnya, seorang penerus harus siap menerima wejangan dan berkat yang disampaikan pendahulunya.  Begitulah kehidupan dan pelayaan terjadi terus menerus.  Hc Kruyt pergi datang Wijngardaan,  Jadiaman Perangin angin pergi datanglah  MP Barus, begitu terus sampai kesudahannya.



PENGKENAINA

·       Saat kita melayani, marilah kita melayani dengan tulus dan sepenuh hati.  Saat kita bekerja marilah kita terus bekerja meraih prestasi prestasi terbaik kita.  Namun ingat dan persiapkan juga hari dimana kita akan berhenti dan meninggalkan semua pekerjaan kita itu.  Pergunakanlah waktu dengan bijaksana, siapkan diri dan mental menghadapi masa akhir dan juga persiapkan lah penerus kita.

·       Perlu Jiwa besar dan Kerendahan hati dalam pelayanan dan dalam seluruh aktivitas kehidupan kita.  Berkomunikasi setiap saat dengan Tuhan akan membuat kita lebih bijak da lebih siaap mengikuti dan menikmati seluruh proses dalam hidup kita ini.

·       Berjalan dan pelayanan dan pekerjaaan, memerlukan ketetapan hati dan keyakinan akan bimbingan TUHAN. Tuhan tidak pernah membuat malu ank anakNYA dan tidak pernah meniggalkan anak anak pilihanNYA.

·       Regenerasi di Gereja perlu dijalankan dan diterima dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan yang empunya segala sesuatu.   

·        Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026