Featured Post

Inilah Gereja Calvinist Saat Ini

Gambar
  Dialektika Kedaulatan: Evolusi Teologi Reformed dan Manifestasi Gereja yang Tak Kelihatan Pt Em. Analgin Ginting Bab I: Ontologi Pemilihan dan Pergeseran Paradigma dari Klasik ke New Calvinism Akar dari seluruh perdebatan ini terletak pada Decretum Absolutum (Ketetapan Absolut) Allah. Dalam Calvinisme Klasik, sebagaimana dirumuskan dalam Sinode Dordrecht (1618-1619) sebagai respons terhadap kaum Arminian, pemilihan dipahami dalam kerangka hukum perjanjian yang sangat ketat. Lima Poin Calvinisme (TULIP) bukan sekadar akronim, melainkan pagar pelindung bagi kemurnian doktrin kedaulatan. Namun, seiring berjalannya waktu, Calvinisme Klasik sering kali terjebak dalam "intelektualisme kering" di mana kedaulatan Allah dipandang sebagai proposisi logika yang dingin daripada sebuah relasi yang hidup. Memasuki abad ke-21, muncul fenomena yang oleh majalah Time disebut sebagai salah satu ide yang mengubah dunia: New Calvinism. Tokoh-tokoh seperti John Piper dan Timothy Keller tidak me...

Pekan Penatalayanan 2020 Berngi : 5 (pelimaken)



Kotbah          : Ulangan 31 : 7-8

Thema           :  TETAPKENLAH UKUR DINGEN TEK


Khotbah Ulangan 31 : 7-8

31:7  Kenca bage idilo Musa si Josua nina man bana i lebe-lebe bangsa Israel, "Tetapkenlah ukurndu janah tek lah; kam me si mabai bangsa enda guna ndatken negeri si ipadanken TUHAN man nini-ninina.

31:8 TUHAN kap si mabai kam ras si nemani kam. La kam juru ibahanNa la kam itadingkenNa. E maka ola bene ukurndu, ola mbiar.

FAKTA

1.     Sebuah proses suksesi dilakukan dengan sangat teologis, efektif dan sukses dilakukan Musa.  Musa menyadari dirinya sudah tua, sudah tidak sekuat dulu lagi, sementara perjalanan Bangsa Israel memungkinkan terjadi perang dengan penduduk setempat.  Lalu Musa mendengar ketetapan Tuhan bahwa dirinya tidak dijinkan Tuhan menyeberangi Sungai Jordan menuju Taah Perjanjian.  TUhan sudah memilih pengganti Musa, yang akan membawa Bangsa ini sukses memasuki Tanah Perjanjian, namanya Josua.  Perikop ini menjelaskan Bagaimana Musa menentapkan bahwa Josua lah penggantinya.

2.     Di depan bangsa Israel, Musa menetapkan, meneguhkan, memberkati Josua dan mengajarkan apa yang harus dilakukan oleh Josua.

3.     Musa menekankan Ketetapan Hati, Kepercayaan/Keyakinan akan Visi dan bantuan Tuhan, dan Kepemimpinan Josua untuk membawa Bagsa Isarel mewujudkan visi.

4.     Musa memberkati Josua dan berkata TUHAN sendiri akan menuntun Josua, dan menemano Josua. Tuhan tidak akan mempermalukan Josua, tidak meninggalkan Josua, oleh sebab itu Musa meminta Josua supaya teguh dan tidak pernah takut.



MAKNA

1.     Ada batas dalam hidup di dunia, ada masa kepemimpinan, dan Tuhan sudah mengaturnya dengan sedemikian rupa, sedemikian bagus.

2.     Ada batas akhir pelayanan kita, dimana kita harus tahu kapan itu terjadi. Jangan ngotot dan jangan maksa.  Lebih bijaksana kalau kita bertanya kepada Tuhan, bagaimana rencana dia tentang diri kita.  Namun akhir  bagi kita adalah awal bagi orag lain/orag muda untuk melanjutkan.

3.     Cara Tuhan memelihara kehidupan  ini adalah  dengan membuat kebersinambungan, dengan musim, dengan pertukaran dan silih berganti.  Oleh sebab itu, saat kita yang aktif, harus berprestasi se maksimal mungkin, harus focus, harus teguh, harus tetap memohon perlindungan dan berkat berkat dari TUHAN.  Kesempatan hanya sekali, oleh sebab itu pergunakanlah kesempatan itu untuk melakukan yang terbaik.  Jauh lebih enak pension sesudah melakukan yag terbaik dari pada tidak melakukan dan akhirnya pension.  Pensiun adalah pasti, berprestasi seblum pension adalah pilihan.  Tuhan lah yang memberikan surat pension kepada MUSA.

4.     Untuk orang Muda yang menerima tongkat estafet membawa gereja mewujudkan visinya, perlu sekali diingat kata kata Musa kepada Josua. Milikilah ketetapan hati dan percayalah “ tetapkenlah ukur ras tek lah”. Ada potensi keraguan dalam diri setiap orang, namun menjadi Tetap Yakin adalah pilihan yang berlandas kepada Iman yang teguh kepada Tuhan.

5.     Seorang pendahulu harue mempersiapkan dan memotivasi penerusnya, seorang penerus harus siap menerima wejangan dan berkat yang disampaikan pendahulunya.  Begitulah kehidupan dan pelayaan terjadi terus menerus.  Hc Kruyt pergi datang Wijngardaan,  Jadiaman Perangin angin pergi datanglah  MP Barus, begitu terus sampai kesudahannya.



PENGKENAINA

·       Saat kita melayani, marilah kita melayani dengan tulus dan sepenuh hati.  Saat kita bekerja marilah kita terus bekerja meraih prestasi prestasi terbaik kita.  Namun ingat dan persiapkan juga hari dimana kita akan berhenti dan meninggalkan semua pekerjaan kita itu.  Pergunakanlah waktu dengan bijaksana, siapkan diri dan mental menghadapi masa akhir dan juga persiapkan lah penerus kita.

·       Perlu Jiwa besar dan Kerendahan hati dalam pelayanan dan dalam seluruh aktivitas kehidupan kita.  Berkomunikasi setiap saat dengan Tuhan akan membuat kita lebih bijak da lebih siaap mengikuti dan menikmati seluruh proses dalam hidup kita ini.

·       Berjalan dan pelayanan dan pekerjaaan, memerlukan ketetapan hati dan keyakinan akan bimbingan TUHAN. Tuhan tidak pernah membuat malu ank anakNYA dan tidak pernah meniggalkan anak anak pilihanNYA.

·       Regenerasi di Gereja perlu dijalankan dan diterima dengan penuh penyerahan diri kepada Tuhan yang empunya segala sesuatu.   

·        Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025