Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 08 - 14 Februari 2026

Gambar
  Nas   Lukas 24 : 13 – 32 Thema Penglihatan Terang dan Mengenal Yesus Kristus (Terang Pengidah Janah Nandai Jesus) A. PembukaanC Di zaman sekarang ini, pengenalan akan Yesus Kristus sering kali terhalang oleh gaya hidup modern yang serba cepat, pragmatis, dan berorientasi pada kepuasan diri. Banyak orang mengenal Yesus hanya sebatas simbol agama, tradisi gerejawi, atau identitas sosial, tetapi tidak sungguh-sungguh mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia. Seperti kedua murid di jalan menuju Emaus, manusia masa kini pun sering berjalan bersama Yesus tanpa menyadari kehadiran-Nya. Mereka berbicara tentang Yesus, mendengar kisah-Nya, bahkan terlibat dalam aktivitas keagamaan, namun mata rohani mereka tertutup. Kehidupan yang dipenuhi kekecewaan, harapan yang runtuh, dan ekspektasi yang tidak terpenuhi membuat hati menjadi lamban untuk percaya. Nas Lukas 24:13–32 mengajak kita untuk menyadari bahwa mengenal Yesus Kristus bukanlah hasil kecerdasan teologis semata, melainkan b...

Pekan Penatalayanan 2020 Berngi : 1 sipemena



Kotbah     : Kuan-kuanen 4:20-27

Thema      : Teridah min Sinalsal Kinibujuren Ukurndu
                    (Spiritualitas Pribadi: Dalam rangka Jubilium GBKP)

Khotbah Kuan Kuanen 4 : 20-27

4:20   O, anakku megermetlah dengkehken rananku. Begiken kai si kukataken.

4:21   Ola pelepas rananku sirang ras kam, ingetlah katawari pe dingen bunikenlah i bas pusuhndu.

4:22   Man kalak si ngantusisa datca kegeluhen dingen kejuah-juahen.

4:23   Manjar-anjar kam rukur, sabap perukurenndu kap si mabai dalan kegeluhenndu
.
4:24   Ola ndigan pe belasken kata la tuhu; pedauhlah i bas kam nari kata guak dingen ranan si mahanca kalak papak.

4:25   Teridah min arah matandu sinalsal kinibujuren ukurndu; tatap ku lebe alu la pada mela-mela.

4:26   Ukurkenlah mbages-mbages ope denga idalankenndu maka kai pe si ilakokenndu tuhu mehuli jadina.

4:27   Sada jingkang pe ola kam nilah i bas dalan si benar nari.


.
FAKTA

1.     Kuankuanen pasal 4 ini memberikan sebuah ajar atau nasihat dari penulis untuk orang orang muda.

2.     Pada bagian awal ada penekanan bahwa seorang anak mendengarkan nasihat dari orang tuanya, dan orang tua memberikan nasihat itu kepada anaknya.

3.     Dikatakan bahwa orang mendengar ,mengerti dan menjalankan nasihat adalah orang yag selalu selamat dan berhasil (kejuah juahen)

4.     Suara hati adalah penentu semua tindakan, oleh sebab itu perlu sekali mendengar suara hati dan menjalankannya di dalam praktek hidup.

5.     Selanjutnya adalah aturan untuk melakukan tindakan tindakan baik dan menjauhi tindakan tindakan yang tidak/kurang baik

a.     Tidak mengucapkan perkataan yang tidak benar, gombal
b.     Terlihat dari sinar mata, cahaya kejujuran hati
c.      Tidak malu malu, dan tatap kedepan Percaya diri
d.     Berfikir lah lebih dalam sebelum memutuskan.
e.     Sada jingkang pe ola nolih ibas si benar nari  

MAKNA

1.     Seorang manusia memerlukan Nasihat dalam hidupnya supaya dia mempunyai pertimbangan baik buruk dalam menentukan pilihan pilihannya, supaya juga dia mempunyai perspektif moral dan perspektif teologis  dalam hidupnya.

2.     Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ajar/nasihat kepada anak anaknya, dan anak anak pun wajib mendengarkan nasihat dari orang tuanya tanpa ada bantahan.

3.     Hubungan keluarga, hubungan antar manusia haruslah berisi ajaran supaya secara social punya kepekaan untuk menentukan dan merealisaikan tujuan tujuan dalam hidup.

4.     Kehidupan seseorang yang mempunyai pengajaran akan lebih baik, lebih bermakna.  Dan TUhan menginginkan agar kehidupan setiap orang itu mempunyai makna atau nilai.  Hidup yang mempunyai nilai/makna adalah hidup yang disyukuri dan menimbulkan rasa senang. bagi diri sendiri maumpun orang lain

5.     Hati manusia adalah tempat bersemayamnya kebenaran dari Tuhan.  Oleh sebab itu diperlukan waktu dan momentum untuk bertanya kepada hati sanubari, khususnya saat saat memilih /memutuskan keputusan yang berdampak besar.



PENGKENAINA

·       Harus ada waktu bagi setiap orang untuk merenungkan dalam dalam pilihan pilihannya dalam hidup. Pada saat seseorang merenungkan hidupnya, disitulah dia menemukan ajar/nasihat yang pernah diberikan kepada dirinya sendiri.  Orang yang tidak pernah mendengar/menyimak nasihat adalah orang yang sulit, malas melakukan renungan batin.

·       Saat ini sangat terasa, bahwa masyarakat kita tidak mempunyai sumber ajar, tidak mempunyai Firman Tuhan yag tersimpan dalam hatinya. Akibatnya pandangan hidup menjadi pragmatis, dan mengharapkan semua datang secara instan.  

·       Kepada orang tua BERILAH  AJAR/NASIHAT atau FIRMAN TUHAN  kepada anak anak kita supaya  kelak mereka mempunyai ketahanan batin saat ada persoalan hidup.  Saat saat seseorag dipersimpagan jalan, dia akan mengingat ingat semua nasihat dan harapan yang pernah disampaikan kepada dirinya.

·       Kebiasaan merenung dalam perspektif teologis serta kesenangan instropeksi diri dan berdoa kepada TUHAN adalah spiritualitas yang harus dimiliki dan dijalankan setiap orang. Amin 

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025