Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Pekan Penatalayanan 2020 Berngi : 1 sipemena



Kotbah     : Kuan-kuanen 4:20-27

Thema      : Teridah min Sinalsal Kinibujuren Ukurndu
                    (Spiritualitas Pribadi: Dalam rangka Jubilium GBKP)

Khotbah Kuan Kuanen 4 : 20-27

4:20   O, anakku megermetlah dengkehken rananku. Begiken kai si kukataken.

4:21   Ola pelepas rananku sirang ras kam, ingetlah katawari pe dingen bunikenlah i bas pusuhndu.

4:22   Man kalak si ngantusisa datca kegeluhen dingen kejuah-juahen.

4:23   Manjar-anjar kam rukur, sabap perukurenndu kap si mabai dalan kegeluhenndu
.
4:24   Ola ndigan pe belasken kata la tuhu; pedauhlah i bas kam nari kata guak dingen ranan si mahanca kalak papak.

4:25   Teridah min arah matandu sinalsal kinibujuren ukurndu; tatap ku lebe alu la pada mela-mela.

4:26   Ukurkenlah mbages-mbages ope denga idalankenndu maka kai pe si ilakokenndu tuhu mehuli jadina.

4:27   Sada jingkang pe ola kam nilah i bas dalan si benar nari.


.
FAKTA

1.     Kuankuanen pasal 4 ini memberikan sebuah ajar atau nasihat dari penulis untuk orang orang muda.

2.     Pada bagian awal ada penekanan bahwa seorang anak mendengarkan nasihat dari orang tuanya, dan orang tua memberikan nasihat itu kepada anaknya.

3.     Dikatakan bahwa orang mendengar ,mengerti dan menjalankan nasihat adalah orang yag selalu selamat dan berhasil (kejuah juahen)

4.     Suara hati adalah penentu semua tindakan, oleh sebab itu perlu sekali mendengar suara hati dan menjalankannya di dalam praktek hidup.

5.     Selanjutnya adalah aturan untuk melakukan tindakan tindakan baik dan menjauhi tindakan tindakan yang tidak/kurang baik

a.     Tidak mengucapkan perkataan yang tidak benar, gombal
b.     Terlihat dari sinar mata, cahaya kejujuran hati
c.      Tidak malu malu, dan tatap kedepan Percaya diri
d.     Berfikir lah lebih dalam sebelum memutuskan.
e.     Sada jingkang pe ola nolih ibas si benar nari  

MAKNA

1.     Seorang manusia memerlukan Nasihat dalam hidupnya supaya dia mempunyai pertimbangan baik buruk dalam menentukan pilihan pilihannya, supaya juga dia mempunyai perspektif moral dan perspektif teologis  dalam hidupnya.

2.     Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ajar/nasihat kepada anak anaknya, dan anak anak pun wajib mendengarkan nasihat dari orang tuanya tanpa ada bantahan.

3.     Hubungan keluarga, hubungan antar manusia haruslah berisi ajaran supaya secara social punya kepekaan untuk menentukan dan merealisaikan tujuan tujuan dalam hidup.

4.     Kehidupan seseorang yang mempunyai pengajaran akan lebih baik, lebih bermakna.  Dan TUhan menginginkan agar kehidupan setiap orang itu mempunyai makna atau nilai.  Hidup yang mempunyai nilai/makna adalah hidup yang disyukuri dan menimbulkan rasa senang. bagi diri sendiri maumpun orang lain

5.     Hati manusia adalah tempat bersemayamnya kebenaran dari Tuhan.  Oleh sebab itu diperlukan waktu dan momentum untuk bertanya kepada hati sanubari, khususnya saat saat memilih /memutuskan keputusan yang berdampak besar.



PENGKENAINA

·       Harus ada waktu bagi setiap orang untuk merenungkan dalam dalam pilihan pilihannya dalam hidup. Pada saat seseorang merenungkan hidupnya, disitulah dia menemukan ajar/nasihat yang pernah diberikan kepada dirinya sendiri.  Orang yang tidak pernah mendengar/menyimak nasihat adalah orang yang sulit, malas melakukan renungan batin.

·       Saat ini sangat terasa, bahwa masyarakat kita tidak mempunyai sumber ajar, tidak mempunyai Firman Tuhan yag tersimpan dalam hatinya. Akibatnya pandangan hidup menjadi pragmatis, dan mengharapkan semua datang secara instan.  

·       Kepada orang tua BERILAH  AJAR/NASIHAT atau FIRMAN TUHAN  kepada anak anak kita supaya  kelak mereka mempunyai ketahanan batin saat ada persoalan hidup.  Saat saat seseorag dipersimpagan jalan, dia akan mengingat ingat semua nasihat dan harapan yang pernah disampaikan kepada dirinya.

·       Kebiasaan merenung dalam perspektif teologis serta kesenangan instropeksi diri dan berdoa kepada TUHAN adalah spiritualitas yang harus dimiliki dan dijalankan setiap orang. Amin 

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026