Featured Post

Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). ​1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" ​Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. ​Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...

Catatan Tambahan PA Mamre Tanggal 04 – 10 Agustus 2019. Kita Enggo Ibere Tuhan Yesus Merdeka



Bahan  Penelaahan  : 1  Petrus 2  :  16

Thema     :   Kita imerdekaken Kristus guna maba Kemerdekaan

Tujuan     :   Gelah isi Mamre

1.    Meteh maka, Dibata nge simereken kemerdekaan man BangsaNA
2.    Ngisi kemerdekaan alu nggeluh ibas biak Kristus

1 Petrus 2 : 16

2:16 Hendaklah kalian hidup sebagai orang merdeka, tetapi janganlah memakai kemerdekaanmu itu untuk menutupi kejahatan, melainkan hiduplah sebagai hamba Allah

Fakta

1.                    Semua Mamre diajak untuk menyaari secara penuh bahwa Tuhan lah yang member kemerdekaan,  sebab perintah Tuhanlah yang mengatkan supaya setiap orang hidup sebagai orang Merdeka.

2.                    Hidup Sebagai orang merdeka, bukanlah hidup secara bablas melakuan apa saja, termasuk kejahatan.  Melainkan hidup sebagai Hamba Allah.

3.                    Kemerdekaan manusia tertinggi sebagai manusia adalah ketika dia hidup sepenuhnya untuk mengabdi kepada Tuhan Allah

4.                    Merdeka adalah kebebasan dalam memilih apa yang mau dilakukan tanpa merasa takut kepada siapapun dan apapun, hanya kepada Tuhan saja.

5.                    Mengisi hidup di alam kemerdekaan adalah ketika melakukan sesuatu untuk memuliakan Tuhan di dalam hidupnya.

6.                    Mamre diminta untuk hidup merdeka bersama Kristus, dan mempraktekkan hidup yang meniru sifat dan karakter Tuhan Yesus.

7.                     Karakter Tuhan Yesus adlah dua, berserah sepenuhnya secara total kepada Allah bapa,  dan hidup sepenuhnya melakukan misi Bapa dalam mengasihi manusia.


Pengkenaina.

·        Marilah kita secara inovatif memproduksi barang atau jasa kita, yang akan mendorong orang lain untuk memulikan Bapa Di Surga

·        Hidupi lah alam kemerdekaan ini dengan optimis dan punyai lah visi untuk memperjelas bahwa Mamre adalah Hamba Tuhan.

·        Ide ide kreatif dalam berinovasi muncul dari Tuhan,dan perlu kita maksimalkan dalam paradigma  kemerdekaan.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025