Featured Post

MENGUJI DAYA TAHAN EKONOMI INDONESIA:

Gambar
  ​Mengukur Ketahanan Makro di Tengah Guncangan Mikro dan Visi Substitusi Impor ​ Oleh: Ir. Analgin Ginting Jakarta, 5 Juni 2026 ​1. Pendahuluan ​Memasuki pertengahan tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia dihadapkan pada sebuah paradoks besar yang memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pengambil kebijakan. Di satu sisi, indikator makro di atas kertas menunjukkan ketahanan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang impresif. Namun di sisi lain, sektor riil dan pasar keuangan domestik memancarkan sinyal darurat. ​Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 , tekanan eksternal telah menyeret nilai tukar Rupiah menembus batas psikologis baru di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.036 per Dollar AS , setelah sempat tertekan ke rekor terendah Rp 18.049. Pelemahan nilai tukar yang kronis ini diikuti oleh kondisi Pasar Modal yang "berdarah-darah"; Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) mengalami koreksi tajam ke zona merah karena aksi jual masif ( capital outflow ) oleh investor asin...

Catatan Tambahan PJJ 04 - 10 Agustus 2019. Gairah Suci Mencatat Inventaris Gereja



Sehken Penempatndu Mpekena kena Rumah Pertoton

Ogen  Nehemia Nehemia 7 : 70 -73

Minggu Perawatan Inventaris

Nehemia 7 : 70 - 73

7:70-72 Nterem i bas bangsa e si mereken penampatna guna nggalari ongkos pekena Rumah Pertoton e, e me: Gubernur: -- 8 kilo emas 50 mangkuk 530 jubah imam; Kepala-kepala terpuk: -- 168 kilo emas 1.250 kilo pirak; I bas bangsa e nari: -- 168 kilo emas 140 kilo pir 67 jubah imam;

7:73 Imam-imam, kalak Lewi, pengawal Rumah Pertoton, pemain musik, nterem rayat biasa ras si erdahin i bas Rumah Pertoton e, kerina kalak Israel -- ringan i bas kuta-kuta ras kuta-kuta Juda



Fakta

1.     Berlomba lomba semua orang memberikan sumbangannya untuk memperlengkapi dan memperindah Rumah Pertoton

2.     Smua pemberian kepada Rumah Pertoton dicatat, dan catatannya abadi

3.     Kerina ia mbere asa si meriah ukurna 8 Kilo Gram emas (8000 gram) bas Gubernur nari, 168 kilo (168.000 gram) emas bas kepala kepala terpuk nari bagpe pirak ras jubah Imam.

4.     Imam Imam,  kalak Lewi pengawal Rumah Pertoton, Pemain music ras enterem rakyat biasa ringan i Rumah Pertoton e jadi serdahin sue ras bidangna masing masing. 

5.     Kerina kalak Israel ringan ibas kuta kuta na, bagepe kuta kalak Juda.

Makna    
                                                
1.     Ada suka cita teologis yang dirasakan oleh Bangsa Isreal melhat kenyataan Rumah Pertoton selesai di Bangun.   Meriah ka kal min pusuhta ta kerina ngidah kecibal eksistensi gerejanta.

2.     Akibat Sukacita teologis itu, dengan rasa bangga dan penuh kedamaian hati mereka berlomba lomba memberikan sumbangannya berupa emas, pirak, jubah imam dll untuk membuat Rumah Pertoton semarak dan bersuka cita untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

3.     Jika hati dilingkupi sukacita teologis, maka memberi  kepada Tuhan adalah sebuah kebanggaan dan sumber kedamaian hati.  JUmlah tidak lagi menadi ukuran sebab niat hanya satu memuji dan memuliakan Tuhan Allah saja.

4.     Tuhan tidak melupakan siapa pun yang memberikan sumbangannya untuk inventaris gereja.  Namanya tercatat abadi

5.     Rasa bangga member selanjutnya akan diikuti sukacita dalam mencari lebih banyak.  Maka benarlah Firman Tuhan, Berikanlah maka kamu akan memiliki......  Luar Biasa.
Pengkenaina

·        Bangsa Israel bangga sekali hatinya kalau dia bisa memberikan sesuatu untuk Rumah Pertoton.  Kita warga GBKP pun hendaknya mempunyai rasa bangga yang sangat tulus dan kuat jika dilibatkan dalam membangun dan merawat Gereja kita.

·        Semangat, motivasi, passion untuk merawat Gereja akan muncul dalam hati siapapun ketika dirinya mensyukuri semua anugerah Tuhan dalam dirinya.

·        Mari kita rawat gereja kita,  mari kita catat inventaris gereja kita dengan hati yag tulus dan niat memberikan yang terbaik kepada Tuhan kita.

Bujur ras mejuah juah kita kerina. I

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025