Featured Post

Catatan PJJ 10 – 16 Mei 2026

Gambar
  ​ Nats: Ibrani 12:3-11 Tema: Hidup Sesuai Yang Diingini Tuhan ( Nggeluh Rikutken Si Ngena Ate Dibata )   Pengantar ​Perjalanan iman bukanlah sebuah lintasan yang selalu datar dan penuh kemudahan, melainkan sebuah perlombaan yang menuntut ketekunan luar biasa di tengah berbagai tantangan. Penulis Ibrani mengajak kita untuk menoleh kembali pada keteladanan Yesus Kristus yang telah lebih dahulu menanggung bantahan dan penderitaan hebat dari orang-orang berdosa. Dengan memandang kepada-Nya, kita diingatkan bahwa keletihan mental dan keputusasaan adalah tantangan nyata yang hanya bisa dikalahkan jika kita memiliki fokus spiritual yang tepat, yaitu menyadari bahwa setiap tekanan yang kita alami adalah bagian dari proses pembentukan karakter yang lebih mulia. ​Di sisi lain, seringkali kita terjebak dalam keinginan untuk menjalani hidup yang serba gampang dan tanpa gesekan. Namun, nas ini menegaskan bahwa keberadaan ganjaran atau didikan Tuhan justru merupakan validasi ata...

Ahok Dan Jokowi Adalah Pemimpin yang Membawa Aroma Wangi Dan Menyegarkan

Ini bukan sebuah puisi, bukan juga sebuah bahasa hiperbolik yang berkaitan dengan cerita kepahlawanan. Ini -judul diatas-  adalah sebuah kisah nyata yang dialami warga Jakarta. Warga yang mengatakan selama 20 tahun merasakan bau ditempat tinggalnya, dan pemimpin (Gubernur DKI) tidak ada yang berani menghilangkan aroma bau itu. Sehingga terpaksalah di dalam kelemahan dan rendahnya posisi tawarnya, rakyat terpaksa mencium  bau setiap hari.


Bau yang timbul dari rumah jagal di Tanah Abang itu, pada hari minggu tanggal 11 Agustus 2013 resmi dibongkar (Kompas.com). Perangkat buldozer yang diinstruksikan oleh Gubernur dan wakilnya meraung raung merobohkan bangunan rumah jagal, rumah potong hewan diiringi dengan sorak sorai penduduk yang selama ini pun merasa tidak setuju dengan keberadaan rumah potong hewan ini.


Selama 20 tahun sejak tahun 1993 melewati jabatan gubernur yang militer Sutiyoso  (2 periode) dan penggantinya Fauzi Bowo dengan kumis tebalnya, tidak berani merobohkan rumah potong hewan  ini. Sehingga masyarakat yang rumah tinggalnya disekitar rumah potong hewan, apalagi yang persis dibelakangnya hanya diam dan mencium  bau tak sedap setiap hari.


Jokowi dan Ahok, bukan militer dan dua duanya juga tidak punya kumis  yang berani merobohkan tempat jagal ini. Salut untuk kepemimpinan mereka berdua. Salut untuk bau wangi dan udara segar yang mereka hadirkan untuk warganya. Tentu kita  menunggu aroma wangi dan segar selanjutnya,  yang mereka hadirkan untuk seluruh  penduduk di Jakarta. Bahkan hati kecil saya berkata, Indonesiapun membutuhkan pemimpin seperti mereka. Bukan pemimpin yang menenggelamkan rumah dan desa penduduk seperti Lapindo. Dalam hal ini, saya harap Anda setuju teman teman kompasianer sekalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025