Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 28 Juni – 4 Juli 2026

Gambar
 ​ Bahan: Amos 5 : 21 - 24 Thema: Kejujuran Ibarat Aliran Sungai Besar ( Kebujuren Desken Lau Mbelin ) ​"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." ​ Pendahuluan ​Kitab Amos ditulis oleh seorang peternak dan pemetik buah ara dari Tekoa yang dipanggil Tuhan untuk bernubuat bagi Kerajaan Utara (Israel) pada masa pemerintahan Raja Jerobeam II. Pada masa itu, Israel mengalami kejayaan ekonomi, stabilitas politik, dan kemakmuran yang luar biasa. Namun, di balik kemegahan lahiriah tersebut, terjadi pembusukan moral, penindasan terhadap kaum lemah, mani...

Meskipun SBY Sukses Mengadakan Konvensi, Namun Megawatilah Penentu Presiden Berikutnya

Siapa yang lebih besar pengaruhnya terhadap pemilihan presiden mendatang? Apakah Presiden SBY atau Mantan Presiden Megawati? Sebab kedua tokoh inilah yang saat ini menjadi fokus utama dan dianggap yang paling besar pengaruhnya terhadap penentuan calon presiden mendatang.


Presiden SBY saat ini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, dan mempunyai program pencarian presiden melalui konvensi Partai Demokrat. Dan jika kelak ada calon presiden hasil konvensi dan berhasil memenangkan pemilihan umum presiden menjadi Presiden Indonesia berikutnya, maka benarlah pengaruh SBY akan diakui sebagai yang terbesar. SBY dengan demikian layak disebut sebagai The King Maker.


Namun melihat calon calon yang ikut konvensi, rasanya sulit terpilih hasil Konvensi menjadi Presiden Indonesia berikutnya. Beberapa nama tenar yang diundang ikut konvensi, seperti Mahfud MD belum tentu atau belum pasti akan ikut. Tersisa nama nama Marzuki Alie, Irman Gusman, Gita Wirjawan, Dino Pati Djalal, Dahlan Iskan, Djoko Santoso, Pramono Edhie Wibowo, Endriartono Sutarto, dan Chaerul Tanjung. Dari semua nama ini barangkali Dahlan Iskan atau Dino Pati Djalal lah yang paling tinggi peluangnya jika ikut pemilihan Presiden.


 Presiden SBY dan Dino Pati Djalal

Bagaimana pengaruh Megawati terhadap pemilihan presiden berikutnya? Sangat besar dan sangat berpengaruh, meskipun tanpa konvensi. Sebab ditangan Megawatilah sekarang penentuan untuk pencalonan Jokowi ikut pemilu presiden atau tidak. Jika Megawati tidak merestui Jokowi menjadi calon presiden, maka kemungkinan besar yang memenangkan pemilihan presiden tahun 2014 adalah Prabowo Subianto ataupun Wiranto-Hary Tanoe. Sedangkan calon Partai Demokrat nampaknya semua sulit untuk memenangkan persaingan dengan Prabowo atau Wiranto.


Jika Megawati merestui Jokowi menjadi calon presiden, maka kemungkinan besar Jokowi lah yang akan menang dan menjadi presiden berikutnya. Hasil survey yang pernah dibuat PDI-P menginformasikan bahwa Prabowo akan menduduki no 2 dalam jumlah suara, jika bersaing dengan Jokowi. Sebab semua hasil survey yang lain mengatakan bahwa Jokowilah yang akan dipilih menjadi Presiden. Apalagi setelah persoalan Tanah Abang dapat diselesaikan dengan sangat elegan, maka popularitas Jokowi dan Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI sangat melambung.


Bahkan Rizal Ramli mantan Menteri Ekonomi pada Kabinet Gus Dur mengatakan, Jika Jokowi calon presiden maka semua calon yang lain hilang, ibarat Cntr Alt Del dalam key board komputer. Mungkin pernyataan Rizal Ramli terasa over confident, namun jika dilihat hasil survey saat ini bisa dibenarkan juga.
Jika Megawati yang maju menjadi calon presiden berikutnya sekalipun berpasangan dengan Jokowi sebagai calon Wakil Presiden, maka tetap yang memenangkan adalah Prabowo. Jadi benar benar ditangan Megawatilah sekarang siapa calon presiden Indonesai berikutnya. Pilihan Megawati apakah mencalonkan dirinya atau tidak, dan kalau tidak mencalonkan diri apakah dia memilih Jokowi atau tidak sebagai calon presiden adalah penentu sebenarnya warna dan geliat pemilihan presiden pada tahun 2014.

Jokowi di sebelah kanan dan Megawati di sebelah kiri

 
Dengan demikian siapakah yang lebih berpengaruh untuk menentukan presiden RI berikutnya, apakah Presiden SBY melalui konvensi Partai Demokrat atau Megawati melalui ya atau tidaknya terhadap Jokowi? Dalam hal ini pengaruh Megawati lah yang lebih besar. Apakah ini juga sekaligus bukti bahwa sifat kenegarawanan Megawati lebih besar dan lebih kuat dibanding Presiden SBY, mari kita tunggu sama sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025