Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Gambar
 ​ Tema: Kalak Si Tek Rembak Ras Dibata (Orang yang Percaya Dekat dengan Allah) Nats: Roma 10 : 1 – 4 ​ 1. Pendahuluan ​Setiap manusia pada dasarnya memiliki religiositas —sebuah kerinduan bawaan (naluri) untuk mencari, menyembah, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, dalam realitas kehidupan, banyak orang terjebak dalam kesibukan ritual dan aktivitas keagamaan yang luar biasa giat, tetapi kehilangan arah dan esensi yang sejati. ​Melalui surat Roma ini, Rasul Paulus membedah kontras antara "kegiatan agama yang meluap-luap" dengan "pengenalan yang benar akan Allah". Menjadi dekat dengan Allah ( rembak ras Dibata ) bukan soal seberapa keras kita berusaha membenarkan diri sendiri, melainkan seberapa penuh kita berserah pada kebenaran yang telah Allah sediakan. ​ 2. Fakta Tekstual (Analisis Teks) ​ Ayat 1: Paulus mengungkapkan kerinduan terdalam (empati dan kasih yang besar) serta doanya agar bangsa Israel memperoleh keselamatan. ​ Ayat 2: Paulu...

Meskipun SBY Sukses Mengadakan Konvensi, Namun Megawatilah Penentu Presiden Berikutnya

Siapa yang lebih besar pengaruhnya terhadap pemilihan presiden mendatang? Apakah Presiden SBY atau Mantan Presiden Megawati? Sebab kedua tokoh inilah yang saat ini menjadi fokus utama dan dianggap yang paling besar pengaruhnya terhadap penentuan calon presiden mendatang.


Presiden SBY saat ini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, dan mempunyai program pencarian presiden melalui konvensi Partai Demokrat. Dan jika kelak ada calon presiden hasil konvensi dan berhasil memenangkan pemilihan umum presiden menjadi Presiden Indonesia berikutnya, maka benarlah pengaruh SBY akan diakui sebagai yang terbesar. SBY dengan demikian layak disebut sebagai The King Maker.


Namun melihat calon calon yang ikut konvensi, rasanya sulit terpilih hasil Konvensi menjadi Presiden Indonesia berikutnya. Beberapa nama tenar yang diundang ikut konvensi, seperti Mahfud MD belum tentu atau belum pasti akan ikut. Tersisa nama nama Marzuki Alie, Irman Gusman, Gita Wirjawan, Dino Pati Djalal, Dahlan Iskan, Djoko Santoso, Pramono Edhie Wibowo, Endriartono Sutarto, dan Chaerul Tanjung. Dari semua nama ini barangkali Dahlan Iskan atau Dino Pati Djalal lah yang paling tinggi peluangnya jika ikut pemilihan Presiden.


 Presiden SBY dan Dino Pati Djalal

Bagaimana pengaruh Megawati terhadap pemilihan presiden berikutnya? Sangat besar dan sangat berpengaruh, meskipun tanpa konvensi. Sebab ditangan Megawatilah sekarang penentuan untuk pencalonan Jokowi ikut pemilu presiden atau tidak. Jika Megawati tidak merestui Jokowi menjadi calon presiden, maka kemungkinan besar yang memenangkan pemilihan presiden tahun 2014 adalah Prabowo Subianto ataupun Wiranto-Hary Tanoe. Sedangkan calon Partai Demokrat nampaknya semua sulit untuk memenangkan persaingan dengan Prabowo atau Wiranto.


Jika Megawati merestui Jokowi menjadi calon presiden, maka kemungkinan besar Jokowi lah yang akan menang dan menjadi presiden berikutnya. Hasil survey yang pernah dibuat PDI-P menginformasikan bahwa Prabowo akan menduduki no 2 dalam jumlah suara, jika bersaing dengan Jokowi. Sebab semua hasil survey yang lain mengatakan bahwa Jokowilah yang akan dipilih menjadi Presiden. Apalagi setelah persoalan Tanah Abang dapat diselesaikan dengan sangat elegan, maka popularitas Jokowi dan Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI sangat melambung.


Bahkan Rizal Ramli mantan Menteri Ekonomi pada Kabinet Gus Dur mengatakan, Jika Jokowi calon presiden maka semua calon yang lain hilang, ibarat Cntr Alt Del dalam key board komputer. Mungkin pernyataan Rizal Ramli terasa over confident, namun jika dilihat hasil survey saat ini bisa dibenarkan juga.
Jika Megawati yang maju menjadi calon presiden berikutnya sekalipun berpasangan dengan Jokowi sebagai calon Wakil Presiden, maka tetap yang memenangkan adalah Prabowo. Jadi benar benar ditangan Megawatilah sekarang siapa calon presiden Indonesai berikutnya. Pilihan Megawati apakah mencalonkan dirinya atau tidak, dan kalau tidak mencalonkan diri apakah dia memilih Jokowi atau tidak sebagai calon presiden adalah penentu sebenarnya warna dan geliat pemilihan presiden pada tahun 2014.

Jokowi di sebelah kanan dan Megawati di sebelah kiri

 
Dengan demikian siapakah yang lebih berpengaruh untuk menentukan presiden RI berikutnya, apakah Presiden SBY melalui konvensi Partai Demokrat atau Megawati melalui ya atau tidaknya terhadap Jokowi? Dalam hal ini pengaruh Megawati lah yang lebih besar. Apakah ini juga sekaligus bukti bahwa sifat kenegarawanan Megawati lebih besar dan lebih kuat dibanding Presiden SBY, mari kita tunggu sama sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025