Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

Dapatkah Janji Kampanye Bupati Ditagih?

Sudah sangat terbiasa dipahami dan diyakini bahwa janji kampanye dari seorang calon apakah legislatif atau ekskutif hanya sebuah kebohongan. Sebab tidak pernah terlihat secara nyata, seorang calon memenuhi janji kampanyenya. Apalagi janji yang disampaikan mempunyai nilai ekonomi yang besar atau peraturan yang strategis. Lumrah bahwa janji kampanye dipersepsikan hanya trik atau upaya untuk mendulang suara.


Demikianlah juga yang dialami oleh masyarakat sebuah desa yang berada di Tanah Karo Sumatra Utara. Nama desa ini adalah Doulu letaknya sekitar 60 km dari Medan kearah daerah dingin Berastagi. Desa Doulu terletak di kaki Gunung Sibayak dan mempunyai sebuah okbjek wisata berupa pemandian air panas. Pemandian air panas ini ramai dikunjungi wisatawan lokal dari Medan dan sekitarnya juga oleh turis turis dari Malaysia dan Singapura.


 Bupati Karo, Kena Ukur Surbakti

Pada musim kampanye pemilihan bupati Kabupaten Karo pada tahun 2010, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kena Ukur Surbakti dan Terkelin Berahmana berjanji untuk memberikan hadiah kepada masyarakat Desa Doulu berupa hak pengelolaan wisata pemandian air panas ini. Seperti diberitakan pada harian andalas.com bahwa janji kampanye itu pun ditanda tangani oleh pasangan bupati dan wakil bupati ini.


Dalam pelaksanaan pilkada pada tahun 2010 itu, pasangan ini kemudian memenangkannya dan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. Nah janji inilah yang ditagih oleh masyarakat Desa Doulu mereka meminta kepada bupati terpilih untuk memberikan hak pengelolaan objek wisata ini untuk masyarakat desa, sehingga uangnya bisa dipergunakan untuk pembangunan desa.


Nyatanya sampai sekarang hak untuk pengutipan retribusi masuk ke objek wisata tetap dilakukan oleh Pemda Karo, bahkan pegawai pegawainya pun didatangkan dari daerah lain. Tentu saja masyarakat Desa Doulu berang, dan merasa Bupati Kena Ukur Surbakti melupakan janjinya.
Masyarakat Desa Doulu tidak diam, lalu berangkat ke DPRD Kabupaten Karo. Lalu DPRD Kabupaten Karo berusaha mengakomodir keinginan dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bupati baik sebagai Kepala Daerah maupun sebagai pribadi. Nyatanya Bupati tidak pernah bersedia hadir dalam RDP yang sudah dua kali diadakan. Bupati Kena Ukur Surbakti dan Wakil Bupati Terkelin Brahmana hanya mengutus wakil nya, pejabat dari instansi terkait. Hasilnya mengambang dan tidak jelas. Pada RDP yang terakhir pada tanggal 29 Juli 2013, pimpinan sidang yaitu Ketua DPRD Kabupaten Karo Effendi Sinukaban hanya bisa mengatakan akan melakukan rapat kerja dengan Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur untuk mencari solusi tepat atas tuntutan warga Desa Doulu.


Bupati lupa pada janjinya, atau sengaja melupakan janjinya? Ibarat pepatah kacang yang lupa kulitnya. Inilah salah satu fenomena dalam pemilu atau pilkada di Indonesia jika calon calon yang maju tidak mempunyai karakter kepemimpinan yang kuat, serta visi yang jelas untuk membangun daerahnya demi kepentingan masyarakatnya. Bupati Kena Ukur sendiri pu akhirnya dipersepsikan masayarakt Desa Doulu sebagai bupati yang tidak layak mempimpin sebagai bupati.


Sebelumnya bahkan tersiar pula khabar bahwa bupati ini mempunyai selingkuhan, dan ijazah sekolah menengah atas nya pun kembali diungkit oleh berbagai kelompok masyarakat karena dianggap palsu. Kalau semua tuduhan ini benar, maka sebenarnya kesalahan terbesar adalah dalam masyarakat Karo saat pilkada dulu dalam memilih bupatinya.  

Kecerdasan memilih menjadi kunci nomor dua untu memilih pemimpin yang berkualitas. Kunci nomor satunya tentu saja ialah kualitas calonnya. Sebab jika calon yang dipilih adalah Jokowi atau Ahok, atau Agus Matowardojo atau Elia Massa Manik, tidak usaha mikir pun akan didapat pemimpin yang mumpuni yang berpihak kepada rakyat dan kebenaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026