Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Tipis Peluang Effendi Simbolon Memenangkan PIlkada Gubernur Sumut 2013

Saya sempat bertemu beberapa menit dengan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy pagi hari tanggal 2 Maret 2013  saat check in di Counter Garuda di Polonia Medan.   Saya memang mengenal namanya sejak dulu, karena termasuk pengamat yang saya anggap punya keberanian dan idealisme.


Ketika saya menanyakan bagaimana dengan peluang  Effendi Simbolon , yang ikut mencalonkan diri sebagai salah satu calon Gubernur Sumatra Utarayang diusung oleh PDIP,  dia menjawab,   "Sulit".

 Ichsanuddin Noorsy

Ketika saya tanyakan lagi mengapa, Ichsanuddin menjawab,  "Dia tidap punya konsep".  Bahkan ditambahkan olehnya  “dia sadar punya uang banyak, namun dia tidak mempunyai program kongkrit”.


Setelah berpisah dengan Ichasanuddin Noorsy, saya membuka detiknews.com.  Saya sempat baca berita tentang debat calon gubernur Sumut di televisi (Jumat 1 Maret 2013, malam) yang diprakarsai oleh KPU Sumut dan salah satu panelisnya adalah  Ichsanuddin Noorsy sendiri.  Berita di detiknews.com mengatakan bahwa,  acara debat dipakai oleh empat calon yang lain untuk menyerang calon incumbent yaitu Gatot Pujo Nugroho yang berpasangan dengan Tengku Erry.


Saya sendiiri tidak menonton debat itu tadi malam, karena saya lebih tertarik menonton the X Factor di RCTI.  Acara ini saya lihat lebih murni dan lebih apa adanya, daripada acara debat dan acara acara politik lainnya.  Sebab tidak ada X Factornya, hanya ada C Factor.  C Factor adalah Coruption  Factor, hahahahaha.


Bayangkanlah,   bagaimana jadinya Sumut 5 tahun kedepan kalau semua calon gubernurnya tidak mempunyai konsep yang matang dan kongkrit.  Semua Urusan Mesti Uang Tunai, adalah akronim yang sangat “sesuatu” di Sumut, dan nampaknya masih akan sulit dihilangkan dan dibuang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)