Featured Post

MENGUJI DAYA TAHAN EKONOMI INDONESIA:

Gambar
  ​Mengukur Ketahanan Makro di Tengah Guncangan Mikro dan Visi Substitusi Impor ​ Oleh: Ir. Analgin Ginting Jakarta, 5 Juni 2026 ​1. Pendahuluan ​Memasuki pertengahan tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia dihadapkan pada sebuah paradoks besar yang memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pengambil kebijakan. Di satu sisi, indikator makro di atas kertas menunjukkan ketahanan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang impresif. Namun di sisi lain, sektor riil dan pasar keuangan domestik memancarkan sinyal darurat. ​Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 , tekanan eksternal telah menyeret nilai tukar Rupiah menembus batas psikologis baru di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.036 per Dollar AS , setelah sempat tertekan ke rekor terendah Rp 18.049. Pelemahan nilai tukar yang kronis ini diikuti oleh kondisi Pasar Modal yang "berdarah-darah"; Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) mengalami koreksi tajam ke zona merah karena aksi jual masif ( capital outflow ) oleh investor asin...

Tipis Peluang Effendi Simbolon Memenangkan PIlkada Gubernur Sumut 2013

Saya sempat bertemu beberapa menit dengan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy pagi hari tanggal 2 Maret 2013  saat check in di Counter Garuda di Polonia Medan.   Saya memang mengenal namanya sejak dulu, karena termasuk pengamat yang saya anggap punya keberanian dan idealisme.


Ketika saya menanyakan bagaimana dengan peluang  Effendi Simbolon , yang ikut mencalonkan diri sebagai salah satu calon Gubernur Sumatra Utarayang diusung oleh PDIP,  dia menjawab,   "Sulit".

 Ichsanuddin Noorsy

Ketika saya tanyakan lagi mengapa, Ichsanuddin menjawab,  "Dia tidap punya konsep".  Bahkan ditambahkan olehnya  “dia sadar punya uang banyak, namun dia tidak mempunyai program kongkrit”.


Setelah berpisah dengan Ichasanuddin Noorsy, saya membuka detiknews.com.  Saya sempat baca berita tentang debat calon gubernur Sumut di televisi (Jumat 1 Maret 2013, malam) yang diprakarsai oleh KPU Sumut dan salah satu panelisnya adalah  Ichsanuddin Noorsy sendiri.  Berita di detiknews.com mengatakan bahwa,  acara debat dipakai oleh empat calon yang lain untuk menyerang calon incumbent yaitu Gatot Pujo Nugroho yang berpasangan dengan Tengku Erry.


Saya sendiiri tidak menonton debat itu tadi malam, karena saya lebih tertarik menonton the X Factor di RCTI.  Acara ini saya lihat lebih murni dan lebih apa adanya, daripada acara debat dan acara acara politik lainnya.  Sebab tidak ada X Factornya, hanya ada C Factor.  C Factor adalah Coruption  Factor, hahahahaha.


Bayangkanlah,   bagaimana jadinya Sumut 5 tahun kedepan kalau semua calon gubernurnya tidak mempunyai konsep yang matang dan kongkrit.  Semua Urusan Mesti Uang Tunai, adalah akronim yang sangat “sesuatu” di Sumut, dan nampaknya masih akan sulit dihilangkan dan dibuang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025