Featured Post

Revitalisasi Etos Kerja Karo: Rahasia "Endi Enta" sebagai Respon Ilahi

Gambar
( Menakar Kesamaan  Teologi Calvin dengan Filosofi Surat Ukat Endi Enta) Pt. Em. Analgin Ginting.  Filosofi Endi Enta (Surat Ukat)  secara harfiah merujuk pada prinsip timbal balik yang adil dan kerja keras. Ukat (sendok nasi tradisional dari bambu/tempurung kelapa) memiliki dua sisi: satu sisi untuk menyendok nasi ke piring orang lain (Endi - ini, ambillah), dan sisi lain sebagai pegangan atau bagian dari proses yang menghasilkan untuk diri sendiri (Enta - berikan padaku/bagianku). Dalam masyarakat Karo, Ukat bukan sekadar alat dapur, melainkan simbol keadilan dan keseimbangan hidup. Namun, jika kita menggali lebih dalam secara teologis, filosofi "Surat Ukat: Endi Enta" sebenarnya adalah sebuah dialog antara Tuhan (Dibata)  dan manusia. 1. Inisiatif Kasih: Tuhan sebagai Sang "Endi" Utama Dalam pemahaman teologi Calvinisme yang sejati, segala sesuatu dimulai dari Allah (God’s Initiative). Sebelum manusia mampu bekerja, Tuhan telah terlebih dahulu melakukan Endi. • ...

Cara Hongkong Merubah Desa Nelayan Menjadi Daerah Wisata

Hongkong memang harus diakui sudah jauh lebih maju dari Indonesia.  Bukan karena faktor alamnya, namun karena komitmen pemerintahnya.  Sebab kalau potensi alam, Hongkong tidak ada apa apanya dibanding dengan kekayaan alam nusantara.  Namun komitmen dan kesungguhan pemerintah dan seluruh penduduk Hongkong lah yang membuat negara ini jauh lebih maju dan lebih menarik dibanding dengan negara kita.


Dalam liburan kejepit  minggu yang lalu, berkaitan dengan Hari Raya Nyepi, kami mendapat kesempatan untuk mendatangi Hongkong. Kali ini teman yang berdomisili di Hongkong mengajak kami mengunjungi satu desa tua di pinggir pantai di sebelah Utara Hongkong.  Tai O nama desa itu kami jangkau dengan bus selama lebih kurang 1 jam perjalanan dari Tun Jhung  atau Citygate tempat factory outlet yang paling terkenal Hongkong.


1363597457881588008
Sumber Foto Dokumen Pribadi


Apa yang terlihat di Tai O?  Tidak ada bedanya dengan kampung nelayan di Tanah Air.  Namun yang menarik adalah, desa ini bersih.  Tidak ada sampah sedikit pun ditemui.  Kesan kumuh nesa nelayan tetap ada, namun menarik karena tidak ada bau amis, tidak ada air tergenang, dan tidak ada sampah sampah berserakan.


1363597667441701366
Bersih. Dan Diujung latar pengunjung yang mau pulang antri rapi menaiki bus. Sumber foto Dokumen Pribadi.


Banyak sekali tourist lokal dan asing datang berkunjung, memandang laut dan pemandangan ke tebing tebing tandus di belakang desa. Di tengah desa ada pasar tempat  para penjual hasil tangkapan ikan serta olahannya seperti terasi, ikan kering maupun rumah rumah makan ikan bakar. Daya tarik desa Tai O adalah karena jati dirinya sebenarnya.  Ini desa nelayan apa adanya.  Hanya karena dijaga dengan bersih, disediakan transport yang mudah, dan warung warung yang berjajar tertata.


136359790470234264
Ciri Khas Kampung Nelayan. Namun bersih. Sumber foto Dokumen Pribadi

 
Transportasi memang menarik.   Tidak ada kenderaan pribadi yang datang.  Semua kenderaan umum, bus.  Namun penumpang tertib antri menunggu naik bus, yang setiap 10 menit berangkat.  Kesederhanaan Tai O menjadi menarik dibalik kota sangat modern di pusat Hongkong seperti di Kowloon dan Causeway Bay.


13635981461018188775
Sumber foto Dokumen Pribadi.


Di atas bus saat meniggalkan Tai O saya berfikir bahwa daya tarik  tempat wisata sebenarnya tidak melulu karena alamnya, namun karena kesungguhan hati untuk membuatnya menarik dan bersahaja.  Tidak heran lah berduyun duyun orang datang mengunjungi kampung nelayan yang sudah tua ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025