Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Cara Hongkong Merubah Desa Nelayan Menjadi Daerah Wisata

Hongkong memang harus diakui sudah jauh lebih maju dari Indonesia.  Bukan karena faktor alamnya, namun karena komitmen pemerintahnya.  Sebab kalau potensi alam, Hongkong tidak ada apa apanya dibanding dengan kekayaan alam nusantara.  Namun komitmen dan kesungguhan pemerintah dan seluruh penduduk Hongkong lah yang membuat negara ini jauh lebih maju dan lebih menarik dibanding dengan negara kita.


Dalam liburan kejepit  minggu yang lalu, berkaitan dengan Hari Raya Nyepi, kami mendapat kesempatan untuk mendatangi Hongkong. Kali ini teman yang berdomisili di Hongkong mengajak kami mengunjungi satu desa tua di pinggir pantai di sebelah Utara Hongkong.  Tai O nama desa itu kami jangkau dengan bus selama lebih kurang 1 jam perjalanan dari Tun Jhung  atau Citygate tempat factory outlet yang paling terkenal Hongkong.


1363597457881588008
Sumber Foto Dokumen Pribadi


Apa yang terlihat di Tai O?  Tidak ada bedanya dengan kampung nelayan di Tanah Air.  Namun yang menarik adalah, desa ini bersih.  Tidak ada sampah sedikit pun ditemui.  Kesan kumuh nesa nelayan tetap ada, namun menarik karena tidak ada bau amis, tidak ada air tergenang, dan tidak ada sampah sampah berserakan.


1363597667441701366
Bersih. Dan Diujung latar pengunjung yang mau pulang antri rapi menaiki bus. Sumber foto Dokumen Pribadi.


Banyak sekali tourist lokal dan asing datang berkunjung, memandang laut dan pemandangan ke tebing tebing tandus di belakang desa. Di tengah desa ada pasar tempat  para penjual hasil tangkapan ikan serta olahannya seperti terasi, ikan kering maupun rumah rumah makan ikan bakar. Daya tarik desa Tai O adalah karena jati dirinya sebenarnya.  Ini desa nelayan apa adanya.  Hanya karena dijaga dengan bersih, disediakan transport yang mudah, dan warung warung yang berjajar tertata.


136359790470234264
Ciri Khas Kampung Nelayan. Namun bersih. Sumber foto Dokumen Pribadi

 
Transportasi memang menarik.   Tidak ada kenderaan pribadi yang datang.  Semua kenderaan umum, bus.  Namun penumpang tertib antri menunggu naik bus, yang setiap 10 menit berangkat.  Kesederhanaan Tai O menjadi menarik dibalik kota sangat modern di pusat Hongkong seperti di Kowloon dan Causeway Bay.


13635981461018188775
Sumber foto Dokumen Pribadi.


Di atas bus saat meniggalkan Tai O saya berfikir bahwa daya tarik  tempat wisata sebenarnya tidak melulu karena alamnya, namun karena kesungguhan hati untuk membuatnya menarik dan bersahaja.  Tidak heran lah berduyun duyun orang datang mengunjungi kampung nelayan yang sudah tua ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026