Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Ida Beru Sitepu Pengungsi Gunung Sinabung Digugat Karena Pernyataan Dan Doanya?

Pada hari Minggu tanggal 5 Januari 2014 kemarin, sekelompok wanita mendatangi Ida Br Sitepu di tempat pengungsiannya di Posko GBKP Asrama Kodim Kabanjahe. Sekelompok wanita ini datang dari salah satu posko pengungsi juga di tempat yang berbeda. Mereka meminta kepada Ida Br Sitepu untuk mencabut pernyataannya dalam acara Realitas di Metro TV dua hari sebelumnya. Namun Ida bersikeras mempertahankan pendapatnya dan tidak mau membuat pernyataan untuk mencabut perkataannya.


Apa yang dikatakan Ida br Sitepu dalam acara itu? Saya kembali menyimak rekaman acara Realitas dengan judul “Sinabung Tanpa Ayah” yang ada di youtube. Pada acara itu ada dua kali kemunculan Ida br Sitepu. Yang pertama dia berkata seperti dibawah ini :

Dibilang punya bupati, tapi koq gak pernah bupati memberikan apa yang (menjadi) keperluan masyarakat (pengungsi).


Sedangkan pada bagian yang lain Ida br Sitepu menyampaikan harapan dan doanya tentang bupati Kabupaten Karo dengan kata-kata seperti ini :


Akupun berdoa biar bupati kami yang selama ini tidak peduli sama penduduk pengungsi, biarlah Tuhan nanti yang memberikan apa yang terbaik kepada bupati kami Karo Jambi. 


Karo Jambi adalah nama panggilan kepada Bupati Kabupaten Karo, Kena Ukur Surbakti.

Ida secara tegas dan asertif menyampaikan apa yang dia rasakan. Pada acara Realitas yang berdurasi 30 menit ini bukan hanya Ida yang berkata bahwa perhatian Pemda Karo atau perhatian bupati sangat kurang atau bahkan tidak ada. Bantu Purba yang juga diwawancarai mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada bantuan sama sekali dari bupati.


Mengapa Ida yang didatangi sekitar 10 orang wanita dari posko pengungsi yang lain? Apakah karena pernyataannya atau harapan dan doanya? Apa hubungan Ida Br sitepu dengan kelompok wanita yang mendatanginya? Ida Br Sitepu sama sekali tidak mengenal wanita yang mendatanginya. Aneh tapi nyata namun itulah yang terjadi.


Kalau disimak pernyataannya atau harapan doanya maka Ida wajar mengomentari kinerja Bupati Karo yang sepanjang acara Realitas ini disampaikan sangat tidak peduli kepada pengungsi Karo. Adakah hubungan antara wanita yang mendatangi Ida dengan Bupati Kena Ukur Surbakti? Logika berfikir mengatakan ya, sebab Ida hanya memberikan komentar tentang bupati. Ida tidak sedikit pun mengomentari posko pengungsi yang lain, termasuk posko pengungsi asal wanita yang datang menyampaikan protesnya.

 
Kalau benar wanita ini datang atas suruhan orang orang Bupati, maka bibit konflik antar pengungsi sudah mulai tertanam. Mengapa sesama pengungsi yang tinggal di Posko harus konflik? Atau pertanyaan yang lebih memiriskan hati kita semua, “Mengapa antar sesama wanita pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung dikonflikkan?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025