Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

Kena Ukur Surbakti Dr Honoris Causa Sang Pelanggar Adat.



Dalam adat Karo seorang permain dipantangkan berbicara langsung dengan bengkilanya.  Dan konsep pelarangan berbicara langsung ini disebut dengan istilah rebu.  Selain permain atau permen dengan bengkilanya, juga mami dengan bere berenya, atau  istri seorang laki laki dengan suami dari adik/kakak perempuannya.  Ini disebut dengan erturangku.


Kebiasaan rebu ini menjadi salah satu ciri adat budaya karo dan dipertahankan sampai sekarang.  Kebiasaan adat memang bukan salah atau benar secara filosofis atau agamis, namun biasa atau tidak biasa.  Yang biasa selanjutnya disebut benar, dan yang tidak biasa disebut salah atau mehangke (malu) jika dilakukan. 


Mempertahan adat adalah mempertahankan kebiasan, melanggar adat adalah melanggar kebiasaan.  Namun adat menjadi bernilai bagi kehidupan masyarakatnya jika dipraktekkan, dijaga dan dijunjung tinggi .  Tidak beradat bukalah dosa, namun tidak beradat adalah gagal menjaga adat.  Jaman lalu orang yang mengerti adat lebih takut dikatakan tidak beradat dibanding tidak beragama.


Nah dengan latar belakang inilah saya melihat bahwa Bupati Karo Kena Ukur Surbakti adalah salah seorang pelanggar adat.  Mengapa karena dia sudah tidak lagi memakai konsep rebu, dia berbicara langsung dengan seorang wanita yang dipanggil permain/permemnnya, dan si permen pun berbicara dengan sangat santai terkesan main main dengan bengkilanya.  

“Sekarang saya mau tanya kepada kalian”, kata Kena Ukur Langsung kepada wanita yang disebut permennya. 

Lalu si wanita yang disebut permen sambil duduk berdua berdampingan dengan suaminya menjawab.  “ Yang mana maksudndu kila?  O yang itu kila, tujuan saya sama anakndu hanya meng angek angekin orang saja”

 
Percakapan ini direkam dan disebar luaskan melalui Youtube dibawah judul “Sanggahan Bupati Karo”.  Lama saya merenungkan, apa tujuan Kena Ukur Surbakti merekam dan menyebarkan  video percakapannya ini dengan Molek Br Ginting yang dituduh banyak orang sebagai teman selingkuhannya

. 
Tidak kah Kena Ukur surbakti berfikir bahwa  video youtube ini dapat merusak tatanan adat Karo tentang rebu terhadap generasi muda Karo karena gampang sekali di akses anak anak remaja kita.  Tidak kah dia ingat bahwa suatu saat konsep rebu antara permain dan bengkila  bisa hilang dalam kehidupan anak cucu  orang Karo?


Nampaknya cara kerja dan pola pikir Kena Ukur Surbakti tidak pernah bisa dan mampu menjangkau sesuatu yang jauh dan strategis.  Dan tanpa sadar Kena Ukur adalah seorang pelanggar adat.  Dia melanggar konsep Rebu dalam kalak Karo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026