Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Manusia Yang Mengenal Tuhan Dalam Usia Paling Muda

Sahabat tolong katakan kepadaku siapakah manusia yang termuda mengenal Tuhan. Maksudku siapa manusia yang mengenal Tuhan pada usianya yang paling muda.

Pertanyaan ini penting kuajukan karena ada anggapan bahwa hanya manusia berakal yang mampu mengenal Tuhan. Sebab untuk memahami dan mengenal dan akhirnya menyembah Tuhan adalah suatu tindakan tersulit dalam diri manusia, karena batasan atau keraguan yang bersumber pada akal atau pemikirannya. Mengenal Tuhan perlu pemikiran untuk mendefenisikan arti pengenalan serta mendeskripsikan Tuhan terlebih dahulu.

Jadi tidak mungkinlah seorang yang belum mampu berfikir untuk mengenal Tuhan. Selanjutnya tidak perlu lah seorang anak dibaptis pada saat usianya masih bayi, begitulah pemikiran banyak orang.

Itulah sebabnya aku bertanya kepada para sahabat, siapa yang anda kenal mampu mengenal Tuhan dalam usianya paling muda. Lalu berapakah usianya pada saat itu, pada saat dia secara terbukti mampu mengenal Tuhan?

Ah terlalu gampang pertanyaannya, dan oleh karena itu menjadi sulit. Sama dengan pertanyaan mengenai waktu. “Apa itu waktu?” Pertanyaan ini pun gampang sekali namun sulit menjelaskannya bukan? Oke kalau masih bertanya tanya dan masih sibuk memikirkan jawabannya ini aku kasih tahu jawabnya.

Manusia yang paling muda mengenal Tuhan ternyata adalah seorang bayi yang usianya minus 3 bulan. Benar lho minus 3 bulan, sebab kala itu usianya masih 6 bulan dalam kandungan. Jadi kalau manusia normal lahir setelah 9 bulan dalam kandungan, dan sejak lahirlah usianya dihitung. Maka jika dia masih 6 bulan dikandung oleh bundanya, berarti usianya kala itu adalah minus 3 bulan.

Sumber Foto : arthistoryarchive.com


Kelak anak bayi itu dinamai Johanes. Benar Johanes dengan sebutan pembaptis. Ibunya bernama Elisabeth, dan dia kerabat dari Maria. Suatu saat dia dikunjungi oleh Maria Ibu Yesus. Pada saat mereka bertemu, bayi dalam kandungannya bergejolak.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:
Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025