Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 8 – 14 Maret 2026

Gambar
  Nas: Kejadian 23 : 10 – 20 Thema: Tempat Kita Bermusyawarah (Inganta Runggu) 1. Pendahuluan Kedewasaan berorganisasi dan bersekutu terlihat dari cara kita bermusyawarah secara tajam, efisien, produktif, namun penuh kasih serta visioner. Musyawarah bukan sekadar formalitas, melainkan ruang kedaulatan Tuhan di mana ide-ide kreatif lahir melalui keteraturan. Dalam tradisi iman, bermusyawarah adalah tanggung jawab spiritual untuk mencapai solusi yang bermartabat dan memiliki legalitas yang jelas.  2. Fakta Alkitabiah dan Perspektif Teologis Berdasarkan nas Kejadian 23:10-20, kita menemukan fakta-fakta fundamental dalam bermusyawarah: • Transparansi Publik: Musyawarah dilakukan di "pintu gerbang kota" dan disaksikan oleh semua orang. Secara teologis, ini adalah bentuk akuntabilitas publik. • Legalitas dan Etika: Abraham membayar harga pasar yang berlaku (400 syikal perak) untuk menjamin kepemilikan yang sah dan mencegah konflik di masa depan. • Perspektif John Calvin: Beli...

Banyak Sampah Terdampar di Pantai Kuta

Berbeda dengan 17 tahun yang lalu, saat saya pertama sekali menginjakkan kaki di Pantai Kuta Bali, bersih dan asri. Sekarang Pantai Kuta sangat kotor. Banyak sampah yang terdampar di bibir pantai, dihempaskan oleh ombak dari dalam laut. Foto Foto di bawah ini diambil pada tanggal 29 Desember 2011



Kalau diperhatikann maka samaph sampah yang terdampar di Pantai tidak hanya sampah sampah organik, beruapa cabang cabang kayu, buah kelapa dan rumput rumput laut. Namun terdapat juga segala macam sampah plastik, botol bekas minuman air mineral serta bungkus bungkus yang lain. Semuanya bercampur baur dan bertumpuk tumpuk, menyisakan pemandangan yang sangat tidak indah.

Meskipun demikian anehnya daya tarik dan minat orang untuk mandi dan berselancar di laut Pantai Kuta tidak menurun. Dibanding dengah pantai pantai lain seperti Sanur, Jimbaran, Legian dan Dream Land dan yang lain, para wisatawanm lokal maupun mancanegara tetap memilih Pantai Kuta sebagai tempat bermain dan bersosialisai.

Untuk membersihkan pantai dari sampah sampah ini, pihak pemelihara pantai memang mendatangkan alat berat untuk memungut sampah sampah lengkap dengan puluhan orang petugas kebersihannya. Namun tetap saja sampah tidak dapat dibersihkan. Karena banyaknya sampah yang dihempaskan dari laut.



Jalan satu satunya untuk membersihkan pantai Kuta dari sampah adalah membangun kesadaran semua orang baik penduduk Bali maupun pelancong dari segala penjuru. Tidak membuang sampah langsung ke Laut dan juga tidak membuang sampah ke sungai ssungai yang toh akhirnya samapai juga ke laut, terutama plastik.




Kalau kesadaran ini tidak dikampanyekan dan dibangun dari sekarang, maka sampah yang terhempas dan tertahan di Pantai akan bertambah makin lama makin banyak. Bisa saja suatu saat nanti orang tidak lagi berminat mengunjungi pantai Kuta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025