Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Abraham Bukan Yunus Ketua KPK Yang Memberi Harapan Baru

Ketua KPK Baru akhirnya terpilih sudah. DPR sudah memilih 4 pimpinan KPK baru menggantikan empat orang pimpinan KPK yang lama yang berakhir masa tugasnya pada pertengahan Desember ini. Satu lagi pimpinan KPK adalah Busyro Muqqodas yang terpilih sekitar satu tahun yang lalu. Jadi lengkap sudah lima orang Pimpinan KPK yang akan bertugas dalam jangka 4 tahun kedepan.


Ketua KPK yang lama Busyro Muqodas pun turun menjadi wakil ketua, sedangkan ketua KPK yang baru adalah Abraham Samad. Abraham Samad terpilih menjadi ketua karena beberapa hal. Diberitakan karena Abraham mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk memberantas korupsi. Berusia muda, dan memegang gelar Doktor dalam bidang ilmu hukum. Hidup dengan sederhana, dan berani berjanji untuk membersantas korupsi sampai tuntas.

Sumber Foto : RadarSukabumi.com

Sedangkan Busyro Muqodas ketua KPK dalam jangka waktu satu belakangan dinilai orang tidak mempunyai greget dalam memberantas korupsi. Bahkan banyak berwacana tentang hal hal yang lebih dekat kepada prilaku pribadi pribadi pimpinan negara, sehingga sempat disentil oleh pimpinan DPR agar tidak terlalu banyak mencampuri hal hal diluar urusannya di KPK.


Sebenarnya ada dua orang lagi calon pimpinan KPK yang ramai dibicarakan dan diharapkan banyak orang yaitu Bambang Widjayanto dan Yunus Hussein . Bambang Widjajanto terpilih menjadi salah satu pimpinan KPK dan sekarang jadi wakil ketua KPK . Sedangkan Yunus Hussein, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tidak terpilih menjadi salah satu pimpinan KPK. Banyak orang yang bertanya tanya mengapa Yunus Hussein tidak jadi terpilih, bukankah dia mengetahui banyak tentang transaksi keuangan, sehingga dapat membongkar kasus kasus korupsi?. Belakangan ada sinyalemen bahwa Yunus tidak terpilih karena kedekatannya dengan Istana. Sebagaimana dikatakan oleh Bambang Susatyo dari Fraksi Golkar bahwa dalam Fit And Proper Test pernah terungkap kata kata Yunus Husein bahwa dirinya didukung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi diragukan independensinya, tambah Bambang Soesatyo yang rajin mengoleksi beragam jam tangan ini.


Harapan sekarang ada di tangan Abraham Samad, bukan lagi pada tangan Yunus Husein.
Diharapakan ada kerja sama yang saling mengisi serta keberanian dan tidak tebang pilih dalam diri 5 orang anggota KPK yang baru. Dilihat dari sepak terjang Abraham, Bambang, Adnan Pandu Praja, serta Julkarnain maka Bangsa Indonesia patut optimis. Hanya Busyro Muqodas yang dalam satu tahun belakangan ini tidak terlihat prestasinya. Namun diyakini Busyro juga akan mengikuti irama dan kecepatan kereja dari 4 orang yang lain. Terutama apa yang dikomitmenkan oleh Abraham Samad dan Bambang Widjojanto serta Adna {andu Praja. Apalagi dua orang ini selama ini dikenal sebagai penggiat anti korupsi dan masih berusia sekitar empat puluhan.


Abraham bukan Yunus, yang akan menciptakan negara Indonesia yang semakin tidak korupsi. Abraham adalah nama di Alkitab orang Kristen dan juga kitab Suci Agama Yahudi yang dianggap sebagai manusia yang paling tinggi iman dan keberaniannya. Abraham bahkan berani mengorbankan anak nya sebagai persembahan kepada Tuhan Allah, meskipun pada akhirnya digantikan oleh Allah pada saat saat terakhir.


Yunus juga adalah nama nabi di Perjanjian Lama. Nama Yunus terkenal karena kisah pembangkangannya kepad Tuhan Allah, karena menolak pergi ke kota Niniwe. Meskipun pada akhirnya tetap dia pergi juga setelah 3 hari di perut ikan, karena dibuang ke laut oleh pemilik kapal yang ditompanginya membelot.


Abraham, kami ikut mendoakan bapak untuk memberantas korupsi di Indonesia ini, karena dampaknya sangat memelaratkan dan memalukan. Sebab, jangan jangan runtuhnya jembatan di sungai Mahakan di Kutai Kartanegarapun ada kaitannya dengan korupsi. Ayo Pak Abraham Samad, rakyat Indonesia mendukungmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025