Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Artha Nauli Bersuara Emas, Berhati Platinum

Lantunan Suara Artha Nauli dalam acara Fokus Pagi Indosiar begitu mempesona. Kalau hanya mendengar suaranya kita tidak akan percaya kalau usianya baru 14 tahun. Namun saat dirinya diwawancarai oleh pemandu Acara Thina Talisa yang dulu di TV One, baru ketahuan bahwa dirinya masih anak anak, menjelang remaja. Sampai sampai Thina sendiri berkomentar, “kalau lagi berbicara suara kanak kanak banget, namun kalau lagi nyanyi suaramu dewasa banget”.



Menyanyikan sebuah lagu slow rock yang dulu populer dibawakan penyanyi rock wanita, Nicky Astria “Emosi Jiwa”, teknik vokal, warna suara serta vibrasi nya begitu sempurna. Tidak heran kalau Artha, begitu dia dipanggil, sudah memiliki 1000 piala lebih yang dikoleksi dan disusunnya secara rapi . Sudah menyanyi sejak usia 3 tahun, dan setiap hari sabtu minggu mengikuti lomba di wilayah Bekasi begitulah dia mengumpulkan pialanya sehingga terkumpul sekarang sekitar 1000 buah.


Bakatnya luar biasa, suaranya emas namun yang lebih hebat lagi adalah hati Artha Nauli sebab disitu ada platinum yang harganya tidak ternilai. Mengapa? Karena perjuangan hidupnya dan motivasi bernyanyinya yang sungguh sangat menyentuh. Membuat akupun sempat meneteskan air mata bangga dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.



Betapa tidak? Sebab Artha di keluarga adalah anak semata wayang, anak tunggal dari pasangan orang tua, Anna dan Richard yang sudah berusia lanjut. Tidak hanya berusia lanjut, tapi juga sakit sakitan. Ibunya Anna, sudah pernah dioperasi jantung, dan sering sakit sehingga Artha kadang harus ijin dari sekolah untuk mengurus ibundanya. Kalau mengikuti lomba, ibunya yang sakit sakitan dan matanya sudah lanjut inilah yang menghantarkannya kemana mana. Ibu dan anak saling menghantarkan.


Bagaimana dengan ayahnya Richard ayahnya? Mengalami penyakit di otaknya, sehingga tempurung kepalanya harus dibuka. Dan sampai saat diwawancarai pun belum dipasang. Nach, kondisi ayahnya inilah yang menjadi Motivasi yang sangat kuat dalam diri Artha untuk berprestasi dalam menyanyi. Jika dari lomba menyanyi Artha mendapat hadiah uang, maka uang ini dia berikan untuk mengobati ayahnya. Hatinya sangat mulia. Ketika ditanya berapa uang terbanyak yang pernah didapat dari lomba menyanyi, Artha menjawab Rp 10 juta,.


Thina Talissa, penyiar cantik nan energik

Hebat, Artha, hebat Thina Talissa memandu acara yang positif dan menyentuh ini jauh dari acara talk show politik yang munafik. Hebat juga SMP Marsudirini Bekasi tempat Artha Nauli bersekolah. Kita butuh acara seperti ini, untuk menyadarkan kita betapa banyak prestasi anak anak Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025