Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Catatan Tambahan Khotbah 28 September 2025

Thema  : Minggu Pendidikan: Rindu Mendengarkan Hal yang Baru (Mesikel Mbegi-Mbegi Kerna Si Mbaru)

Nas: Kisah Para Rasul 17:16–21


Pengantar

Minggu Pendidikan dalam gereja bukan hanya perayaan formal, melainkan momentum untuk memperbarui kerinduan kita akan Firman Tuhan. Teks Kisah Para Rasul 17 membawa kita ke kota Athena, pusat filsafat dunia, tempat Paulus berdiri di hadapan orang-orang yang “tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru” (ay. 21). Pertemuan ini menggambarkan ketegangan antara budaya yang haus akan kebaruan dengan Injil yang membawa kabar keselamatan kekal.

 


Fakta

1.  Kesedihan Paulus di Athena
Paulus merasakan kesedihan mendalam karena kota itu dipenuhi patung berhala (ay. 16). Kesedihan ini bukan sekadar emosional, melainkan teologis: Allah yang hidup ditukar dengan buatan tangan manusia.

2.  Dialog dan Diskusi
Paulus tidak tinggal diam. Ia berdiskusi di rumah ibadat, di pasar, bahkan dengan filsuf Epikuros dan Stoa. Di sini, Paulus menunjukkan keberanian seorang pelayan Kristus untuk memasuki ruang publik dengan Injil (ay. 17–18).

3.  Sidang Areopagus
Orang-orang Athena membawanya ke Areopagus. Paulus dianggap sebagai pembawa “ajaran baru” (ay. 19–20). Justru dalam forum inilah Injil diberitakan dengan lebih luas.

4.  Kebaruan dan Kerinduan
Orang Athena terkenal suka mendengar hal-hal baru (ay. 21). Namun kebaruan yang mereka cari berbeda dengan kebaruan Injil. Bagi mereka, Yesus dan kebangkitan adalah “perkara aneh”.

 

Arti dan Makna Teologis

1.     Kesedihan Rohani sebagai Buah Iman
Yohanes Calvin dalam Institutes menekankan bahwa hati yang diperbarui Roh Kudus akan merasakan kesedihan mendalam melihat penyembahan berhala karena hanya Allah yang layak dimuliakan (Inst. I.11.1)¹. Paulus menjadi teladan bagaimana iman melahirkan sensitivitas rohani.

2.     Dialog dan Keterbukaan
Calvin menekankan pentingnya docilitas (kerendahan hati untuk belajar). Seorang presbiter atau pelayan Kristus harus siap berdialog, mendengar, dan sekaligus memberi kesaksian. “Kebenaran Allah tidak pernah berkurang nilainya ketika diuji dalam percakapan dengan dunia” (Inst. III.2.15)².

3.     Kesempatan yang Diciptakan Allah
Bagi Calvin, Providentia Dei (pemeliharaan Allah) bekerja melalui peristiwa sehari-hari. Areopagus adalah bukti bahwa Allah sendiri membuka kesempatan bagi Paulus untuk memberitakan Injil. Tidak ada yang kebetulan; semua adalah bagian dari rencana Allah.

4.     Kerinduan Mendengar yang Baru
Calvin menegaskan bahwa kerinduan manusia akan kebaruan adalah tanda dari sensus divinitatis (kesadaran akan keberadaan Allah)³. Namun, tanpa Injil, kerinduan itu mudah tersesat. Oleh sebab itu, gereja harus mendidik jemaat — sejak anak-anak — untuk menyalurkan kerinduan itu kepada Kristus.

 

Kontekstualisasi dan Penerapan

1.     Bagi Anak dan Remaja
Dunia digital penuh dengan “hal-hal baru” yang memikat. Pendidikan Kristen harus mengarahkan mereka agar tidak hanya mengejar kebaruan duniawi, tetapi haus akan kebaruan Injil.

2.     Bagi Presbiter dan Pelayan
Kesedihan Paulus adalah panggilan bagi presbiter untuk peka terhadap degradasi moral dan spiritual jemaat. Tugas kita adalah membuka ruang dialog, bukan menutup diri.

3.     Bagi Jemaat Umum
Waktu adalah karunia. Jangan habiskan hanya untuk mendengar gosip atau tren sesaat, tetapi sediakanlah waktu untuk mendengar Firman yang hidup.

 

Kesimpulan

Kebaruan sejati bukanlah informasi yang cepat usang, tetapi Injil yang kekal. Seperti Paulus di Athena, gereja dipanggil untuk menjawab kerinduan dunia akan kebaruan dengan memperkenalkan Kristus yang bangkit.

 

Power Statement

"Kebaruan dunia akan cepat usang, tetapi kebaruan Injil kekal selamanya. Mari gunakan waktu kita untuk mendengar dan hidup di dalam Firman Kristus."

 Catatan Kaki

  1. John Calvin, Institutes of the Christian Religion, ed. John T. McNeill, trans. Ford Lewis Battles (Philadelphia: Westminster Press, 1960), I.11.1.
  2. Ibid., III.2.15.
  3. Ibid., I.3.1–3. 

Referensi

  • Calvin, John. Institutes of the Christian Religion. Edited by John T. McNeill. Translated by Ford Lewis Battles. Philadelphia: Westminster Press, 1960.
  • Dunn, James D. G. The Acts of the Apostles. Grand Rapids: Eerdmans, 1996.
  • Stott, John. The Message of Acts. Downers Grove: IVP, 1990.
  • Wright, N. T. Paul: A Biography. New York: HarperOne, 2018.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)