Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Juni 2026

Gambar
Thema : Beluh Muat Ukur (Mudah Mendapatkan Rasa Empati Orang Lain) Nas : 1 Timotius 5 : 1-7  ​A. PENDAHULUAN & FAKTA BERKAITAN NAS ​Mendapatkan empati dan respek dari orang lain—atau yang dalam kearifan lokal kita sebut beluh muat ukur —bukanlah sebuah keterampilan manipulatif untuk mencari simpati demi keuntungan pribadi, melainkan buah dari ketulusan hidup yang berakar pada kasih Kristus. Sering kali kita terjebak menuntut untuk dipahami dan dihormati terlebih dahulu oleh orang-orang di sekitar kita, baik oleh pasangan, anak, orang tua, maupun sesama jemaat. Namun, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menegaskan bahwa beluh muat ukur hanya bisa lahir ketika kita memiliki kerendahan hati untuk terlebih dahulu menanggalkan keegoisan, peduli pada kerapuhan sesama, dan berkomitmen mendahulukan kepentingan orang lain dengan penuh kemurnian. ​Di tengah realitas kehidupan modern yang cenderung individualistis dan transaksional, kemampuan untuk merengkuh empati sesama menjadi tantanga...

Catatan Tambahan PJJ GBKP 5-11 September 2021.

 TUHAN ERBAHANCA KITA SENANG

Matius 27 : 3 – 4 , Jeremia 29 : 11

Hari pencegahan Bunuh Diri

Teks  : Matius 27 : 3 – 4          

27:3        Ngidah Jesus ibaba ku pengadilen erkadiola Judas. Jenari iulihkenna duit pirak si telu puluh e man imam-imam si mbelin ras peminpin-peminpin kalak Jahudi.

27:4        Nina Judas, "Aku enggo erdosa sabap kududurken kalak si la ersalah guna ibunuh." Ngaloi imam-imam si mbelin ras peminpin e, "Kerna si e la urusen kami. Ena urusenndu.

Teks  : Jeremia 29 : 11        

29:11      Aku ngenca meteh sura-surangKu nandangi kam, e me gelah kam senang labo gelah cilaka. RencanangKu e me mereken wari si pepagi bagi si iarapkenndu

 Fakta

1.          Judas merasa menyesal saat dia melihat Jesus dibawa ke pengadilan.  Rasa penyesalan ini membuat dirinya tidak merasa perlu lagi akan upah berupa uang yang dia terima.  Lalu dia mengembalikan uang itu kepada imam imam dan pemimpin orang Jahudi.  Saat judas bertemu mereka, Judas berkata “Aku sudah berdosa sebab kuserahkan orang yang tidak bersalah untuk dibunuh".  

2.          Judas tidak mendapatkan respon yang mengenakkan hatinya sebab Imam Imam dan pemimpin itu berkata “ Itu bukan urusan kami, itu urusanmu”

3.          Tuhan melalui Nabi Jeremia berkata bahwa “Hanya Aku yang mengetahui rancanganKu tentang dirimu, yaitu rancangan untuk kebahagian dirimu". Tuhan menambahkan bahwa rancanganNYA kepada manusia adalah masa depan yang membahagiakan.

Sumber photo : https://stluciatimes.com/welder-gets-face-transplant-after-failed-suicide-attempt/

Makna                                                

1.          Ada keterbatasan manusia dalam merancang sesuatu tentang hidupnya, sekalipun seperti Judas yang menjadi orang dekat atau murid Tuhan Yesus.  Dekat secara fisik kepada Tuhan, mengetahui teori teori kehidupan termasuk teologis tidak serta merta membuat manusia piawai merancang cita cita nya maupun masa depannya.

2.          Rancangan manusia tentang dirinya, tentang masa depannya adalah racangan yang mengedepankan ego nya sendiri. Padahal  manusia diciptakan Tuhan dan lahir ke dunia ini bukan untuk memuaskan egonya sendiri.  Nah sering sekali rancangan untuk memuaskan ego akhirnya terjadi yang sebaliknya; menyesalkan ego, memuakkan ego bahkan membenci ego nya sendiri.  Seseorang yang sudah membenci egonya, akan dihinggapi perasaan bersalah, perasaa tak berguna, perasaan menyesal sehigga timbul niat untuk melakukan hal yang ekstrim yaitu bunuh diri.

3.          Manusia yang mengaku Ciptaan Allah, seharusnya bertanya kepada Allah saat dia merancang sesuatu tentang dirinya.  Supaya rancangannya itu bukan untuk memuaskan egonya.  Memuaskan ego atau  masa depan yang lebih baik, mana lebih baik?  Tentu masa depan yang lebih baik.  Faktanya manusia itu tidak tahu masa depan, jadi sangat terbatas kemampuannya untuk merancang masa depan yang lebih.  Tuhan lah yang tahu masa depan yang lebih baik. Tanyalah Tuhan saat merancang masa depanndu.  Apakah Tuhan menjawab? Pasti. Cobalah, tanya Tuhan saat kam merancang masa depanndu, maka Tuhan akan membimbing kam. Hasilnya, tidak akan pernah ada perasaan ego yang menyakitkan dan memalukan. TIDAK AKAN PERNAH ADA NIAT ORANG BUNUH DIRI JIKA DIA MERANCANG DIRINYA BERSAMA TUHAN. 

  Pengkenaina

·            Libatkan TUHAN saat kam merancang masa depanndu.  Hiduplah dengan rendah hati, dan terima apa adanya, serta syukuri apa adanya, maka kam akan selalu mempunyai optimisme dalam hidup.  

·            Saat penyesalan sudah ada dalam hati, perasan muak dan sakit sama ego sendiri sudah mencuat, saat perasaan tidak berarti dan tidak bermakna sudah ada, saat sudah muncul perasaan untuk melakukan hal hal yang fatal dan ekstrim, lakukan satu perbuatan baik.  Misalnya beri makan orang yang lapar, balas senyum an orang dengan tulus, dan cari lah seseorang yang menjadi orang terakhir kam tolong, lalu tolong dia. Bisa juga  bertanya kepada Tuhan apa yang harus kam lakukan.  Maka Tuhan akan menolong kam dengan penuh kasih sayang. Dan senyumNYA akan menumbuhkan perasaan berharga, perasaan berarti , perasaan bermakna dalam dirindu.  Amin. 

Bujur ras mejuah juah kita kerina

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025