Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Catatan Tambahan PA MAMRE 2 – 8 Agustus 2020

Masmur 107 : 28 – 38

Thema : Kemerdekaan Eme Pemere Dibata Si Meherga

Masmur 107 : 28 – 38

107:28    I bas kiniseran e nari nderkuh ia man TUHAN , e maka ipulahiNa ia i bas kepiceten nari.

107:29    IpejenengNa angin si erpiu-piu, galumbang si merawa pe enggo sinik.

107:30    Meriah ukurna sabap enggo lit ketenengen, jenari ibabai TUHAN ia ku pelabuhen si itujuna.

107:31    Erkiteken si e arus kalak enda ngataken bujur man TUHAN , kerna keleng ateNa si tetap, dingen tanda-tanda kuasa si enggo ibahanNa.

107:32    Arus kalak enda ermomo i tengah-tengah perpulungenNa kerna kinibelinen TUHAN , dingen muji Ia i bas runggun pertua-pertua.

107:33    TUHAN erbahanca lau belin jadi kerah, ulu lau jadi taneh kerah.

107:34    Taneh si mehumur ibahanNa jadi taneh masin, erkiteken kejahaten si ilakoken kalak si ngianisa.

107:35    Gurun pasir isalihkenNa jadi tambak, taneh kerah isalihkenNa jadi ulu lau maler.

107:36    IpelepasNa kalak kelihen ringan i je, jenari ipanteki kalak e sada kuta man inganna tading.

107:37    Juma ierdangina janah isuanna batang anggur, si mereken ulih si seh kal buena.

107:38    Ipasu-pasu TUHAN bangsaNa gelah ertuah, dingen asuh-asuhenna tetap reh buena


FAKTA

1.    Tuhan selalu peka mendengar jeritan oranag yang minta tolong kepadaNYA, dan pertolongan Tuhan selalu sempurna, tidak tanggung namun Tuntas sampai orang yang ditolong benar benar berada di tempat yang penuh kedamaian dan ketenangan.

2.     Orang yang menjerit minta tolong kepada Tuhan, dan setelah Tuhan tolong dengan sempurna, maka haruslah ia memberitakan kebaikan Tuhan ini.

3.    Tuhan berkuasa atas alam semesta dan atas segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta ini, namun Kuasa Tuhan selalu DIA tunjukkan untuk menyatakan kasihNYA kepada manusia.  Tuhan bisa membuat tanah subur bahkan super subur di gurun pasir atau tanah kersang.  Mengapa DIA melakukan itu, tak lain dan tak bukan untuk menyatakan Kasih SetiaNYA kepada manusia. 

 

ARTI/MAKNA

1.     Tuhan menunggu dan selalu menunggu seseorang atau banyak orang yang menjerit dan minta tolong kepadaNYA. Pekikan minta tolong dari bapak bapak pendiri bangsa didengarkan Tuhan, dan diberikanNYA lah kemerdekaan untuk sluruh Bangsa Indonesia.

2.      Keputusan Tuhan untuk menolong orang yang menjerit kepadaNYA adalah demi diriNya sendiri.  Tuhan memang Maha Kasih.

3.      Tuhan akan merubah apapun, Tuhan sanggup mengkondisikan apapun untuk menyatakan kasih SayangNYA kepada umatNYA.  Mata air bisa Dia hadirkan di padang gurun yang paling gersang, panas dan kering. Knapa? Karena dua hal : Kuasa dan kasih saying.


PENGKENAINA

1.     Kam pe timai TUhan erlebuh mindo man bana, dan TUhan pasti kabulkan sesuai dengan waktu yang Dia tentukan  Emaka mindolah man Tuhan

2.     Kemerdekaan yang kita akan peringati pada tanggal 17 AGustus adalaj jawaban Tuhan terhadap bapak bapak perndiri Bangsa yang menjerit minta tolong supayabBangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan.  Dan Indonesia Merdeka atas kehendak dan pemberian Tuhan. Mari sikatakan bujur man Tuhan ?syukur atas kemerdekaan yang diberikan kepada segenap bangsa Indonesia.

3.     Masi kita isi dan penuhi kemerdekaan ini dengan cita cita mulia yang kita miliki.  Kita isi kehidupan di alam kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat, bernilai . Kita kembangkan semangat kita, kita dorong kreatifitas kita, dan kita hasilkan produk atau jasa yang lebih sesuai dan lebih bermutu untuk seluruh customer dan pre customer kita. Amin

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

      Pt. Analgin Ginting.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025