Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Catatan Tambahan PA MAMRE 2 – 8 Agustus 2020

Masmur 107 : 28 – 38

Thema : Kemerdekaan Eme Pemere Dibata Si Meherga

Masmur 107 : 28 – 38

107:28    I bas kiniseran e nari nderkuh ia man TUHAN , e maka ipulahiNa ia i bas kepiceten nari.

107:29    IpejenengNa angin si erpiu-piu, galumbang si merawa pe enggo sinik.

107:30    Meriah ukurna sabap enggo lit ketenengen, jenari ibabai TUHAN ia ku pelabuhen si itujuna.

107:31    Erkiteken si e arus kalak enda ngataken bujur man TUHAN , kerna keleng ateNa si tetap, dingen tanda-tanda kuasa si enggo ibahanNa.

107:32    Arus kalak enda ermomo i tengah-tengah perpulungenNa kerna kinibelinen TUHAN , dingen muji Ia i bas runggun pertua-pertua.

107:33    TUHAN erbahanca lau belin jadi kerah, ulu lau jadi taneh kerah.

107:34    Taneh si mehumur ibahanNa jadi taneh masin, erkiteken kejahaten si ilakoken kalak si ngianisa.

107:35    Gurun pasir isalihkenNa jadi tambak, taneh kerah isalihkenNa jadi ulu lau maler.

107:36    IpelepasNa kalak kelihen ringan i je, jenari ipanteki kalak e sada kuta man inganna tading.

107:37    Juma ierdangina janah isuanna batang anggur, si mereken ulih si seh kal buena.

107:38    Ipasu-pasu TUHAN bangsaNa gelah ertuah, dingen asuh-asuhenna tetap reh buena


FAKTA

1.    Tuhan selalu peka mendengar jeritan oranag yang minta tolong kepadaNYA, dan pertolongan Tuhan selalu sempurna, tidak tanggung namun Tuntas sampai orang yang ditolong benar benar berada di tempat yang penuh kedamaian dan ketenangan.

2.     Orang yang menjerit minta tolong kepada Tuhan, dan setelah Tuhan tolong dengan sempurna, maka haruslah ia memberitakan kebaikan Tuhan ini.

3.    Tuhan berkuasa atas alam semesta dan atas segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta ini, namun Kuasa Tuhan selalu DIA tunjukkan untuk menyatakan kasihNYA kepada manusia.  Tuhan bisa membuat tanah subur bahkan super subur di gurun pasir atau tanah kersang.  Mengapa DIA melakukan itu, tak lain dan tak bukan untuk menyatakan Kasih SetiaNYA kepada manusia. 

 

ARTI/MAKNA

1.     Tuhan menunggu dan selalu menunggu seseorang atau banyak orang yang menjerit dan minta tolong kepadaNYA. Pekikan minta tolong dari bapak bapak pendiri bangsa didengarkan Tuhan, dan diberikanNYA lah kemerdekaan untuk sluruh Bangsa Indonesia.

2.      Keputusan Tuhan untuk menolong orang yang menjerit kepadaNYA adalah demi diriNya sendiri.  Tuhan memang Maha Kasih.

3.      Tuhan akan merubah apapun, Tuhan sanggup mengkondisikan apapun untuk menyatakan kasih SayangNYA kepada umatNYA.  Mata air bisa Dia hadirkan di padang gurun yang paling gersang, panas dan kering. Knapa? Karena dua hal : Kuasa dan kasih saying.


PENGKENAINA

1.     Kam pe timai TUhan erlebuh mindo man bana, dan TUhan pasti kabulkan sesuai dengan waktu yang Dia tentukan  Emaka mindolah man Tuhan

2.     Kemerdekaan yang kita akan peringati pada tanggal 17 AGustus adalaj jawaban Tuhan terhadap bapak bapak perndiri Bangsa yang menjerit minta tolong supayabBangsa Indonesia memperoleh kemerdekaan.  Dan Indonesia Merdeka atas kehendak dan pemberian Tuhan. Mari sikatakan bujur man Tuhan ?syukur atas kemerdekaan yang diberikan kepada segenap bangsa Indonesia.

3.     Masi kita isi dan penuhi kemerdekaan ini dengan cita cita mulia yang kita miliki.  Kita isi kehidupan di alam kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat, bernilai . Kita kembangkan semangat kita, kita dorong kreatifitas kita, dan kita hasilkan produk atau jasa yang lebih sesuai dan lebih bermutu untuk seluruh customer dan pre customer kita. Amin

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

      Pt. Analgin Ginting.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025