Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Catatan Tambahan PA Permata 30 Agustus – 6 September 2020.Refleksi Teologis HUT Permata 75

 

I Korintus 4 : 14 - 17

Thema : Follow Me   

“HUT PERMATA GBKP Ke 72 Tahun”

 

1 Korintus 4 : 4 -17

 

4:14  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

4:15  Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

4:16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

4:17  Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat

 

FAKTA

1.               Paulus menegur Jemaat di Korintus dengan asertif dengan tujuan bukan untuk mempermalukan tapi untuk mengasihi.

2.               Paulus membedakan pendidik dengan bapa.  Pendidik yang beribu ribu tentang Kristus berbeda dengan seorang bapa yang mengajar dengan penuh belas kasihan.  Paulus mengenalkan dirinya sebagai ‘bapa” kepada jemaat Korintus

3.               Lalu dengan lantang dan jelas, Paulus mengatakan “Sebagai Bapa aku menegur kamu, turutilah aku”

4.               Lalu Paulus sebagai bapa mengutus Timotius yang sudah dia coach, mentoring, training dengan jelas dan lengkap menjadi perpanjangan tangan Paulus dalam menjelasakan Kasih Sayang Yesus Kristus.

 

ARTI/MAKNA

1.      Pengajaran tentang Kasih Kristus tidak cukup hanya menjelaskan dengan teori dan tanpa kedekatan antara bapa dan anak.  Mengajarkan Kasih Sayang dan Keselamatan dari Yesus Kristus hendaknya dalam hubungan kasih saying.    

2.      Sebagai pengajar, perlu sekali untuk mengajar dengan tuntas dalam balutan kasih saying. Supaya pengajaran tidak kering, tidak asal, tidak sekedar menuntaskan kurikulum saja.  Tapi pengajaran berpusat pada anak yang diajar, bahkan seluruh metoda, cara, peralatan harus disesuaikan dengan kebutuhan si anak.  Namun dalam ketegasan “bapa sebagai pengajar”

3.      Semua orang tua, semua pengajar, semua pertua dan pendeta ataupun diaken yang mengajar harus mampu dan berani mengatakan “ Turutilah aku” atau “IKutken aku”

 

PENGKENAINA

1.      Orang tua, harus berani berkata kepada permata/ kaum muda “Turutilah Aku” dalam konteks mengajarr fondasi Iman kepada Yesus Kristus.

2.      Permata secara organisasi, Permata secara individu harus mempunyai “Kinihamatan” dan disiplin dan kerendah hatian untuk mengikuti siapa pun pengajarnya.  Baik itu pendeta, pertua diaken, orang tua, maupun senior senior yang pada suatu saat berperan sebagai pengajar.  Pengajar yang mempunyai kasih saying dan kecerdasan bapa.

3.      Dalam  Ulang Tahun Permata ke 75 ini setiap pengurus permata, harus berani mengevaluasi dirinya, sudah seberapa kuat, teguh dan yakin dia mengikuti Sang Guru Agung  Yaitu Yesus Kristus.  It is Jesus Christ who command every permata to follow Him”

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025