Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

Catatan Tambahan PA Permata 30 Agustus – 6 September 2020.Refleksi Teologis HUT Permata 75

 

I Korintus 4 : 14 - 17

Thema : Follow Me   

“HUT PERMATA GBKP Ke 72 Tahun”

 

1 Korintus 4 : 4 -17

 

4:14  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

4:15  Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

4:16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

4:17  Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat

 

FAKTA

1.               Paulus menegur Jemaat di Korintus dengan asertif dengan tujuan bukan untuk mempermalukan tapi untuk mengasihi.

2.               Paulus membedakan pendidik dengan bapa.  Pendidik yang beribu ribu tentang Kristus berbeda dengan seorang bapa yang mengajar dengan penuh belas kasihan.  Paulus mengenalkan dirinya sebagai ‘bapa” kepada jemaat Korintus

3.               Lalu dengan lantang dan jelas, Paulus mengatakan “Sebagai Bapa aku menegur kamu, turutilah aku”

4.               Lalu Paulus sebagai bapa mengutus Timotius yang sudah dia coach, mentoring, training dengan jelas dan lengkap menjadi perpanjangan tangan Paulus dalam menjelasakan Kasih Sayang Yesus Kristus.

 

ARTI/MAKNA

1.      Pengajaran tentang Kasih Kristus tidak cukup hanya menjelaskan dengan teori dan tanpa kedekatan antara bapa dan anak.  Mengajarkan Kasih Sayang dan Keselamatan dari Yesus Kristus hendaknya dalam hubungan kasih saying.    

2.      Sebagai pengajar, perlu sekali untuk mengajar dengan tuntas dalam balutan kasih saying. Supaya pengajaran tidak kering, tidak asal, tidak sekedar menuntaskan kurikulum saja.  Tapi pengajaran berpusat pada anak yang diajar, bahkan seluruh metoda, cara, peralatan harus disesuaikan dengan kebutuhan si anak.  Namun dalam ketegasan “bapa sebagai pengajar”

3.      Semua orang tua, semua pengajar, semua pertua dan pendeta ataupun diaken yang mengajar harus mampu dan berani mengatakan “ Turutilah aku” atau “IKutken aku”

 

PENGKENAINA

1.      Orang tua, harus berani berkata kepada permata/ kaum muda “Turutilah Aku” dalam konteks mengajarr fondasi Iman kepada Yesus Kristus.

2.      Permata secara organisasi, Permata secara individu harus mempunyai “Kinihamatan” dan disiplin dan kerendah hatian untuk mengikuti siapa pun pengajarnya.  Baik itu pendeta, pertua diaken, orang tua, maupun senior senior yang pada suatu saat berperan sebagai pengajar.  Pengajar yang mempunyai kasih saying dan kecerdasan bapa.

3.      Dalam  Ulang Tahun Permata ke 75 ini setiap pengurus permata, harus berani mengevaluasi dirinya, sudah seberapa kuat, teguh dan yakin dia mengikuti Sang Guru Agung  Yaitu Yesus Kristus.  It is Jesus Christ who command every permata to follow Him”

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025