Featured Post

KHOTBAH MINGGU: 30 AGUSTUS 2026 (Minggu Ke 5, Khotbah Pertua/Diaken)

Gambar
​ Tema: Bapa Yang Takut Kepada Tuhan ( Sentudu ras Tempas Dibata ) Nats Alkitab: Kejadian 1:26–28 ​I. PENDAHULUAN ​Manusia sering lupa bahwa dirinya diciptakan segambar dengan Tuhan ( Imago Dei ). Bahkan, di tengah peradaban modern hari ini, ada kekuatan di dunia yang sangat sistematis dan makin lama makin besar untuk membuat manusia—khususnya para laki-laki dan bapak—melupakan kenyataan agung bahwa dirinya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. ​Ketika seorang bapak kehilangan kesadaran akan identitas Imago Dei dalam dirinya, ia akan kehilangan kompas moral, tujuan hidup, serta kepemimpinan yang berhikmat di dalam keluarga maupun masyarakat. ​II. FAKTA & REALITAS KEKINIAN ​Dunia hari ini menawarkan krisis identitas yang nyata bagi kaum bapak: ​ Materialisme & Sekularisme: Keberhasilan seorang bapak sering kali disempitkan hanya sebatas pencapaian finansial, status sosial, atau jabatan, sehingga tanggung jawab spiritual keluarga terabaikan. ​ Dekonstruksi Peran ...

Catatan Tambahan PJJ 12-18 Juli 2020. Meminta Kedewasaan Kepada Tuhan


1 Korinti 2 : 13 - 16

Thema : Dewasa Kegeluhen Pertendin

1 Korinti 2 : 13 – 16

2:13     Dage asum iterangken kami kebenaren pertendin man kalak si enggo dewasa kegeluhen pertendinna labo kami ngerana alu kata-kata si iajarken kepentaren manusia, tapi alu kata-kata si iajarken Kesah Dibata.

2:14     Tapi kalak si la lit i bas ia Kesah Dibata, labo ngaloken kasa kai si asalna i bas Kesah Dibata nari. La ia ngasup ngangkasa, janah si lang-lang nge e iakapna, sabap arah cara pertendin nge ngenca maka si e banci iergai.

2:15     Kalak si enggo dewasa kegeluhen pertendinna, ngasup ia ertimbang kerna kai pe, tapi la lit kalak si ngasup ertimbang kerna ia.

2:16     Bagi lit tersurat i bas Pustaka Si Badia, "Ise kin meteh perukuren Tuhan? Ise kin ngasup ngajarken Ia?" Tapi i bas kita lit kap perukuren Kristus engkau.



FAKTA

1.     Pada Perikop ini, Paulus menjelaskan suatu kebenaran yang sangat penting  khususnya bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus secara dewasa, bahwa saat Paulus menjelaskan kebenaran roh (kebenaren pertendin) itu hanya bisa diterima oleh orang yang sudah dewasa secara rohani, dan yang mengajari percakapan itu bukan lagi kebenaran manusiawi, tapi diajari oleh Roh Kudus.

2.     Bagi orang yang belum menerima dan percaya terhadap Roh Kudus (Roh Kudus belum berdiam dalam dirinya) maka mereka tidak akan mampu memahami dan menganggap percakapan ini sesuatu yang sia sia.

3.     Bagi orang yang sudah dewasa kehidupan spiritualitas nya maka mereka akan sanggup mempertimbangkan tentang hal hal apapun.  Tapi orang lain tidak aka nada yang mampu mempertimbangkan dirinya.

4.     Pulus menekankan bahwa dalam diri orang yang sudah dewasa secara Roh ada Pemkiran Kristus.

ARTI

1.     Percakapan tentang kebenaran spiritual membutuhkan kedewasaan roh untuk bisa memahami dan menghargainya. 

2.     Percakapan antara dua orang/beberapa orang yang sama sama sudah dewasa di dalam roh bukan lagi percakapan percakapan biasa, namun sudah ada campur tangan Roh Kudus.  Apapun yang disampaikan dan didengarkan dan disampaikan lagi dalam dinamika percakapan itu diikuti dan diajari oleh Roh Kudus.

3.    Bagi orang yang belum dewasa di dalam Roh, maka dia tidak akan sanggup memahaminya, dan menganggap percakapan itu adalah sia sia.

4.     Percakapan yang diajari oleh Roh Kudus akan melahirkan dan mendewasakan pemikiran Kristus dalam diri manusia itu.  Pemikiran Kristus bisa saja ada dalam diri orang orang yang sudah dewasa kehidupan Roh nya.



PENGKENAINA

1.     Marilah kita bersabar dan berusaha serta memohon kehadapan Tuhan Yesus, supaya kita semua semakin dewasa dalam Roh (bukan lagi hanya dewasa secara fisik dan mental).  Dewasa secara pertendin tidak ditentukan oleh kumis dan rambut, namun oleh sesuatu yang bersifat Roh atau spiritual 

2.     Percakapan antara orang orang yang suah dewasa secara Rohani, terasa sangat menyenangkan dan damai karena pemikiran yang menjadi sumber percakapn itu berasal dari Roh Kudus.   Ini menarik sekali, berusahalah untuk mendewasakan diri kita masing masing.

3.     Sabar lah saat berbicara dengan orang yang belum dewasa pertendinnya, kita harus punya komitmen untuk bersabar dan berusaha memengerti mereka.

4.     Kedewasan secara Roh yang mempunyai kebenaran pemikiran akan dianugerahkan Tuhan kepada mereka yang berusaha untu itu dan mendoakannya kepada Tuhan Yesus.  Mintalah kedewasan itu kepada Tuhan.


Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.
      Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026