Featured Post

Revitalisasi Etos Kerja Karo: Rahasia "Endi Enta" sebagai Respon Ilahi

Gambar
( Menakar Kesamaan  Teologi Calvin dengan Filosofi Surat Ukat Endi Enta) Pt. Em. Analgin Ginting.  Filosofi Endi Enta (Surat Ukat)  secara harfiah merujuk pada prinsip timbal balik yang adil dan kerja keras. Ukat (sendok nasi tradisional dari bambu/tempurung kelapa) memiliki dua sisi: satu sisi untuk menyendok nasi ke piring orang lain (Endi - ini, ambillah), dan sisi lain sebagai pegangan atau bagian dari proses yang menghasilkan untuk diri sendiri (Enta - berikan padaku/bagianku). Dalam masyarakat Karo, Ukat bukan sekadar alat dapur, melainkan simbol keadilan dan keseimbangan hidup. Namun, jika kita menggali lebih dalam secara teologis, filosofi "Surat Ukat: Endi Enta" sebenarnya adalah sebuah dialog antara Tuhan (Dibata)  dan manusia. 1. Inisiatif Kasih: Tuhan sebagai Sang "Endi" Utama Dalam pemahaman teologi Calvinisme yang sejati, segala sesuatu dimulai dari Allah (God’s Initiative). Sebelum manusia mampu bekerja, Tuhan telah terlebih dahulu melakukan Endi. • ...

Catatan Tambahan PA Permata 26 Juli – 1 Agustus 2020. Gaya Hidup Ugahari



Thema : Sederhana itu Bahagia 

“Keugaharian à Lifestyle sederhana”

Amsal 30 : 7-9

30:7     Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni:

30:8     Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.

30:9     Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku

FAKTA

1.             Nas bacaan kita menggambarkan keinginan terbesar  manusia pada saat menjelang akhir kehidupan nya di dunia, yang digambarkan oleh penulis kitab Amsal.

2.             Ada dua hal yang dimohonkan kepada Tuhan yaitu (1)Agar dijauhkan daripada kecurangan dan kebohongan  (2) jangan diberikan kemiskinan dan kekayaan.

3.            Tidak mengharapkan kekayaan supaya tidak menyangkal Tuhan, dan tidak mengharapkan kemiskinan supapa tidak mencuri dan mencemarkan nama Tuhan.

4.            Ada fakta dalam Nas ini bahwa manusia membutuhkan standar hidup yang sederhana dan cukup.

ARTI

1.     Keinginan dan kebutuhan hidup manusia secara spiritual ternyata berpusat pada nilai atau prinsip prinsip hidup terpenting, bukan berupa makanan, minuman dan segala kenikmatan yang dikandungnya (keinginan fisik) dan bukan prestasi, bukan inovasi, bukan penghargaan (keinginan psikis).  Namun keinginan untuk baik di mata Tuhan; jauh dari kecurangan dan kebohongan serta jauh dari kemiskinand dan kekayaan .  (bisa dibaca juga nanti Kisah hidup dan life style dari Warren Buffet, Steve Job, Mark Zuuckerberg, juga Pendeta penulis buku Purpose Driven Life Rick Warren yang menjadi satu dari 10 pendeta terkaya di dunia, berkat royalti penjualan bukunya)  

Warren Buffet dan rumah tuanya yang dia beli tahun 1958

2.     Hidup manusia akan selalu diwarnai dan dipenuhi oleh keinginan keinginan dan kebutuhan kebutuhan.  Dan kehidupan dunia dijaman sekarang ini menawarkan life style yang sangat beragam dan berkembang pesat. Bahkan pertumbuhan ekonomi dunia juga dipicu oleh barang barang konsumtif, sehingga iklan dan promosi promosi pun diarahkan untuk menerbitkan dan memenuhi keinginan keinginan. Namun kebahagian ternyata tidak terletak dalam barang barang yang dikonsumsi serta pilihan gaya hidup life style yang serba mewah, jetset, unik, mahal dll.  

3.     Gaya hidup yang paling memberikan kebahagian hidup bukan terletak dalam kekayaan dan kemiskinan, namun dalam pilihan hidup yang dikendalikan oleh nilai nilai spiritual, yang sering dipahami sebagai keugaharian, kesederhaan.  Contoh Warren Buffet adalah orang terkaya nomor 4 atau 5 di dunia, dengan total kekayaan lebih dari Rp 1000 Triliun. Namun dia tetap tinggal di rumahnya yang dia tempati sejak tahun 1958, serta mengendarai mobil tua.  Steve Job dan Mark juga selalu hanya memakai pakaian yang sama dari waktu ke waktu.

Pendeta Rick Warren yang sangat mampu membeli mobil semahal apapun 
tapi memilih jenis truk sebagai kenderaan sehari harinya. 

PENGKENAINA

1.     Keterhubungan dengan Tuhan akan memberikan kepada permata pengendalian gaya hidup yang paling utama. Tidak ikut ikutan, tidak juga terlalu ekstrim menolak adalah pilihan gaya hidup yang paling pas. Inilah yang disebut sebagai kesederhanaan atau keugaharian.

2.     Gaya hidup atau life style bukan yang paling penting dalam memilih cara hidup, namun namun prinsip prinsip atau nilai nilai hidup yang berpusat dari keinginan untuk memuliakan Tuhan.

3.    Tidak miskin maka bekerjalah, tidak kaya maka bersembah lah kepada Tuhan.  Jadi bekerja secara berkualitas dan bekomitmen memberikan persembahan / sedekah/ donasi adalah kombinasi untuk menciptakan gaya hidup yang ugahari dan memuliakan Tuhan.

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.
Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025