Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 12 – 18 Juli 2026

Gambar
 ​ Thema : Dunia Orang Mati (Doni Kalak Mate) Nats : Ayub 14 : 13 ​ "Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!" ​ Pendahuluan ​Kitab Ayub sering kali membawa kita ke dalam perenungan yang sangat dalam mengenai penderitaan dan batas eksistensi manusia. Dalam Ayub 14, Ayub sedang meratapi betapa singkat dan penuh sesaknya hidup manusia di bumi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa dan tekanan emosional yang hebat, Ayub tidak melihat kematian sebagai akhir dari segalanya atau sebagai hukuman yang membinasakan, melainkan sebagai sebuah tempat perlindungan sementara yang misterius di hadapan Allah.  Secara teologis, kematian sering kali disalahpahami hanya sebagai upah dosa atau sekadar akhir tragis dari biologis manusia. Namun, melalui kacamata iman, teologi kematian ( theology of death ) menyingkapkan bahwa maut telah ditundukkan di bawah kedaulatan Alla...

Catatan Tambahan PJJ 19 – 25 Juli 2020 RINDU SPIRITUAL



Roma 1 : 8 - 12

Thema : Mesikel Aku Jumpa ras Kam
Roma 1 : 8 - 12

1:8      Perlebe kukataken bujur man Dibatangku arah Jesus Kristus, erkiteken kam kerina; sabap enggo mbar beritana i belang-belang doni enda kerna kinitekenndu.

1:9      Rusur kal kam kuinget i bas pertotonku. Dibata saksina maka kai si kukataken enda tuhu. Ia me Dibata si kusembah alu bulat ukur i bas meritaken Berita Si Meriah kerna AnakNa.

1:10    Kupindoken man Dibata gelah adi sentudu ras peratenNa iberekenNa min kesempaten man bangku guna ndahi kam.

1:11    Sabap merincuh kal aku jumpa ras kam, gelah kubagi-bagiken man bandu pemere pertendin guna mpegegehi kinitekenndu.

1:12    Maksudku gelah ipegegehi kita pekepar; kam kupegegehi alu kinitekenku janah aku ipegegehindu alu kinitekenndu

FAKTA

1.      Paulus menyapa Jemaat Roma dengan kata kata yang sangat empatik dan apresiatif.  Paulus memuji iman jemaat di Roma, dan dia sendiri mengucap syukur kepada Yesus Kristus dan Bapa di Sorga atas perkembangan Iman mereka. .

2.      Paulus lalu mengatakan bahwa dia selalu menyebut jemaat di Roma ini dalam doa doanya, dan mempunyai kerinduan untuk bertatap muka dengan mereka

3.      Paulus menjelaskan jenis rindu dan tujuan bertatap muka itu

a.      Rindu untuk mempercakapkan “nakan pertendin” rindu secara spiritual
b.      Tujuan nya adalam supaya saling menguatkan kedua belah pihak yaitu antara jemaat di Roma secara kolektif dengan Paulus sendiri.  





ARTI/MAKNA

1.     Paulus mempunyai rasa rindu /tedeh ate terhadap jemaat di Roma yang dia sering dengar bagaimana mereka bertahan dalam imannya, meskipun banyak sekali tantangan yang mereka terima.  Sementara kerinduan itu dia obati dengan cara mendoakan mereka lalu berkirim surat.

2.     Berikutnya Paulus menjelaskan bahwa jenis rindunya adalah rindu secara teologis atau Rindu spiritualitas.  Rindu untuk saling berbagi, saling menceritakan tentang pemahaman dan keyakinan keyakinan terhadap TUHAN.

3.    Tidak hanya mengapresiasi jemaat Roma, tapi Paulus juga berterus terang bahwa dia pun butuh penguatan, saat dia berkata saling menguatkan pekepar.



PENGKENAINA

1.     Dalam perkembangan iman kita kepada Tuhan, ternyata kita punya rasa rindu terhadap jemaat jemaat Tuhan yang lain.   Seorang pertua/diaken/pendeta pun punya rasa rindu kepada jemaat/perpulungen sector atau runggunnya.  Ini bukan rindu untuk hal hal yang romantisme (psikis) tapi inilah Rindu Spiritual (Teologis)

2.     Selama kita hidup, kita butuh makanan rohani.  Kam dan aku selalu butuh makanan rohani yang kita dapatkan dari bercakap cakap secara spiritual.  Paulus butuh, jemaat di roma pun butuh. Pertua diaken butuh, jemaat pun butuh.  Jadi memfokuskan percakapan percakapan kedalah hal hal yang spiritual menjadi sangat penting atau yang terpenting dalam setiap percakapan kita.

3.     Kita semua, siapa pun kita baik kita pertua, pendeta, diaken, ketua kategorial orang tua selalu BUTUH penguatan pengguatan di dalam pemahaman dan interpretasi kita.  Maka kita perlu selalu untuk belajar dan mendengar dari orang lain.

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.
      Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025