Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). 1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Catatan Tambahan PJJ 5 – 11 April 2020 . Sura Sura Kristus Bas Manusia
8:9Kam
labo nggeluh rikutken sura-sura ukur manusia, tapi kam nggeluh rikutken
sura-sura Kesah adi tuhu kin Kesah Dibata ringan i bas kam. Kalak si la lit
Kesah Kristus i bas ia, la ia sikerajangen Kristus.
8:10 Tapi
adi Kristus ringan i bas kam, maka amin arus gia kulandu mate erkiteken dosa,
tendindu nggeluh kap erkiteken Dibata enggo ngerembakken kam kempak diriNa.
8:11 Adi
Kesah Dibata si enggo mpekeke Jesus i bas si mate nari ringan i bas kam, maka
Dibata si enggo mpekeke Kristus i bas si mate nari e la banci lang mereken
geluh si mbaru man kulandu si arus mate e, arah KesahNa si ringan i bas kam e
FAKTA
1.Inilah pengajaran kekristenan yang
sangat mendalam dan abadi dalam diri setiap orang Percaya.Pada awalnya pengajaran ini disampaikan Rasul
Paulus kepada Jemaat di Roma, yang hidup bersamaan dengan seluruh prilaku
cemar.Pengajaran Paulus sangat tajam
dan jelas. Kam Labo nggeluh rikutken sura sura ukur manusia, tapi kam
nggeluh rikutken sura sura Kesah.Kalak
si nggeluh Ras Kesah ia kap sikerajangen Kristus.
2.Lebih lanjut Paulus member penjelasan
yang lebih inti. Adi Kristus ringan ibas sekalak jelma, maka kula na, tubuh duniawi
menjadi tidak terlalu menentukan, sebab sekalipun tubuh itu mati tapi ROH sudah
ditarik Tuhan dekat denganNYA.
3.Siapa Kesah / Roh Kristus, dan apa yang
akan DILAKUKANNYA???. Kesah Dibata si enggo mpekeke Kristus ibas mate nari, bage ka pe, Kesah e mpekeke kam
ibas simate nari . Adapenjelasan
teologis disini - mereken
geluh si mbaru man kulandu si arus mate “ berarti yang
dibangkitkan adalah daging/kula/ tubuh yang sudah mati itu menjadi tubuh baru
yang sejalan/selaras/kompatibel dengan surga.
4.
ARTI
1.Motif dominan dari orang yang sudah
menerima Roh Kristus adalah selaras dengan Tuhan.Tidak lagi didorong oleh keinginan keinginan
daging, keinginan keinginan ego namun sudah diarahkan oleh keinginan keinginan
surgawi.
2.Supaya keinginan keinginan Kesah
Kristus tetap memenuhi atau mengendalikan di dalam tubuh kita, maka seseorang
harus setiap saat terhubung dengan Tuhan.Bisa saja ada kenginan daging muncul, namun seketika diingatkan oleh Roh
Kudus untuk mengendalikan diri.Jesus Kristus
oleh banyak teolog ditafsirkan suka sekali makan ikan...
3.Makna atau substansi terbesar hidup
dipenuhi Kristus, adalah TIDAK TAKUT kepada kematian, tidak takut kepada
sesuatu yang mengancam.Kehidupan dan
kekerasan hidup dihadapi dengan kelemah lembutan.Sebab, pada saat nya nanti Roh Tuhan yang
sudah menghidupkan Kristus, -hari minggu nan ti akan diperingati-, akan juga
meghidupkan semua orang mati yang kepenuhhan Roh Kristus.
4.Bagaimana supaya hidup seseorang
dipenuhi oleh Kesah Sibadia, Kesah Kristus, Roh Kristus ?Sederhana sekali, percaya Full kepada Kristus
adalah TUhan yang dikirim BAPA untuk menyelamatkan manusia termasuk kam, aku, kita kerina, dengan
cara disisksa, dipakuken/disalibkan dan mati, namun pada hari 3 bangkit pula
dari antara orang mati.
PENGKENAINA
1.Mari Kita syukuri dan kataken bujur
man Tuhan, bahwa kita sudah dipilihNYA dengan cara yang sangat luarbiasa, dan
itulah mujijat terbesar untuk hidup setiap orang.Tek Ia man Kristus.Sebab melala kal kalak si la tek man Kristus
Tuhanta e.
2.Hiduplah dengan selalu penuh
optimisme untuk melakukan yang terbaik berdasarkan kasih. Ibas kerina profesi
ta, jadilah yang terbaik dan berusaha untuk memberikan sesuatu kebaikan kepada umat
manusia.
3.Hiduplah dalam Kasih Kristus.Kasih membuat seseorang berdisplin karena
memang dasar disiplin itu adalah kasih dan cnta, (karena kita mencintai sepeda
motor kita maka kita bersihkan dan service sepeda motor kita). Karena kita kasih kepada semua orang dan diri
kita maka kita mau berdisiplin menjaga jarak social kita, supaya terputus
rantai penyebaranCovid19 ini.Tuhan tetap menjaga dan memuliakan kita
kerina. Amin
🕊️ Dibaptis Supaya Bersatu dengan Kristus Nas: Roma 6:3–6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (ay. 3) Pengantar Baptisan adalah salah satu sakramen terpenting dalam iman Kristen. Namun, tidak sedikit orang percaya yang memandang baptisan hanya sebagai ritual seremonial . Rasul Paulus menegaskan bahwa baptisan bukan sekadar simbol, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru bersama Kristus . Melalui Roma 6:3–6, Paulus mengingatkan bahwa baptisan menandai kematian manusia lama dan kebangkitan dalam hidup baru . Dengan kata lain, baptisan bukan hanya tanda lahiriah, tetapi transformasi spiritual yang mendalam. Fakta Baptisan Kristen dilandasi pada kematian Kristus. Setiap orang yang dibaptis, sesungguhnya dibaptis dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Baptisan adalah pengalaman dikuburkan bersama Kristus. Melalui baptisan, orang percaya turut mati dan dikuburkan bersama Kristus, agar dapat...
(Markus 16:15; 1 Pet 2:9-10) Ceramah utuk Konvent Pendeta GBKP Wilayah 4 (7 Nov.2025) Pdt.Prof.Dr.Risnawaty Sinulingga MT.h Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan untuk kesempatan berharga saat ini dalam menyampaikan ceramah tentang visi baru gereja GBKP. Ceramah ini disampaikan menurut perumusan visi, dianalisa berdasarkan teks acuan (Markus 16:15 dan 1 Petrus 2:9-10), dibandingkan dengan panggilan gereja dalam Tata Gereja GBKP. Rumusan visi dan panggilan GBKP yang sedikit berbeda dengan teks acuan Alkitab, menunjukkan bahwa GBKP memiliki landasan dogmatis yang cukup kuat dalam perumusan vissi ini. Dalam bagian pertama ceramah, akan dipaparkan makna kata-kata dalam visi yaitu “Menjadi Keluarga Allah yang Diutus”, “Untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia” dan “Bagi seluruh Ciptaan”. Penjelasan ini penting bukan saja karena merupakan bagian dari visi GBKP, tetapi karena adanya perbedaan dengan kalimat teks Alkitab (“…beritakanlah Injil kepada segala makhluk…”) dan panggi...
Thema: Berbahagialah Orang Yang Hidup Menurut Undang-Undang Tuhan (Malem Ate Ngikutken Undang-Undang Tuhan) Nas: Masmur 119:1–7 Pembukaan Setiap manusia pada hakikatnya mencari kebahagiaan. Namun pertanyaan yang mendasar adalah: apakah sumber kebahagiaan itu? Sebagian orang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, jabatan, atau penghormatan. Akan tetapi pengalaman hidup dan kesaksian Kitab Suci menunjukkan bahwa kebahagiaan yang sejati hanya didapat ketika manusia hidup sesuai dengan firman Allah. Pemazmur menegaskan bahwa “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN” (Mzm. 119:1). Artinya, kebahagiaan bukan hasil dari pencapaian lahiriah, melainkan dari ketaatan batiniah pada perintah Allah. Fakta 1. Kitab Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab dengan 176 ayat, seluruhnya berfokus pada keindahan, kekuatan, dan manfaat firman Allah bagi kehidupan umat-Nya. 2. Struktur pasal ini tersusun secara akrostik menurut huruf-huruf Ibra...
Komentar