Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Tema: Kalak Si Tek Rembak Ras Dibata (Orang yang Percaya Dekat dengan Allah) Nats: Roma 10 : 1 – 4 1. Pendahuluan Setiap manusia pada dasarnya memiliki religiositas —sebuah kerinduan bawaan (naluri) untuk mencari, menyembah, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, dalam realitas kehidupan, banyak orang terjebak dalam kesibukan ritual dan aktivitas keagamaan yang luar biasa giat, tetapi kehilangan arah dan esensi yang sejati. Melalui surat Roma ini, Rasul Paulus membedah kontras antara "kegiatan agama yang meluap-luap" dengan "pengenalan yang benar akan Allah". Menjadi dekat dengan Allah ( rembak ras Dibata ) bukan soal seberapa keras kita berusaha membenarkan diri sendiri, melainkan seberapa penuh kita berserah pada kebenaran yang telah Allah sediakan. 2. Fakta Tekstual (Analisis Teks) Ayat 1: Paulus mengungkapkan kerinduan terdalam (empati dan kasih yang besar) serta doanya agar bangsa Israel memperoleh keselamatan. Ayat 2: Paulu...
27:9Ola begiken nabi-nabindu ntah kalak si ngataken maka itehna
wari si pepagi, subuk e arah nipi entah alu ngelebuh begu-begu kalak mate entah
alu ertendung, si ngataken maka ola kam nggit talu iteruh raja Babilon.
27:10 Itipuna nge kam, dingen ibahanna kam iangkut ndauh i bas negerindu
nari. Kupelawes me kam dingen ikernepken me kam
Fakta
1.Tuhan Allah memberi peringatan
melalui Nabi Jeremia, supaya tidak mempercayai nabi nabi atau siapa saja yang
mengatakan apa yang akan terjadi. , yang
mendapatkan hikmah itu dari Mimpi atau dengan memanggil roh roh orang mati,
2.Tuhan Allah melalui perantaraan Nabi Jeremia menegaskan jugasupaya BangsaNYA Jangan percaya kepada
siapapun yang mengatakan jangan tuduk kepadaRaja Babel . Tuhan mengatakan mereka itu penipu, dan akan menyengsarakan bangsa pilihanNYA dengan cara membawa ke negera yang paling
jauh.
3.Tuhan mengjinkan dan telah terlebih dahulu mempersiapkan proses
pembuangan Bangsa Pilihannya ke Babel
Arti Dan Makna.
1.Tuhan merasa penting
sekali agar Bangsa pilihanNYA tetap setia kepadaNYA saja dan tidak
mempercayainabi nabi yang meramalkan
apa yang kan terjadi , ahli ahli paranormal yang memanggil roh roh orang mati
untuk ditanya. (saat hidup saja bodoh, apa setelah mati bisa menjadi pintar? Hahaha)
Oleh sebab itu Dia berbicara Langsung
melalui Nabi Jeremia.Dan TUhan membuat
larangan abadi tentang menyembah dan mempercayai kuasa kuasa kegelapan
ini.Ini bisa terlihat dalam Hukum
Taurat.
2.Rencana Tuhan untuk
BangsaNYA tidak bisa dimentahkan/digagalkan oleh siapapun. Tuhan akan mengawal
dan memastikan rencanaNYA akan terjadi kepada setiap Bangsa yang dikasihiNYA
dan kepada setiap anak anakNYA yang dikasihiNYA.
3.JIka Tuhan menghukum,
maka hukumanNYA benar benar adalah Kasih.Seperti Dia menghukum Bangsa Israel, tapi Dia juga membuat Raja Babel
mengasihi BangsaNYA yang dibuang itu.Tuhan menghukum untuk mengasihi.
Pengkenaina.
·Moria tidak boleh
lebih percaya kepada siapapun selain kepada TUhan Yang Maha Kuasa dan Maha
Pengasih di dalam AnakNYA Yesus Kristus.Tuhan sangat merasa jijik (pelanggaran paling besar/dosa besar)jika ada bangsa atau anak anak yag
dikasihiNYA percaya kepada kuasa kuasa yang lain, kuasa yang gelap.
·Moria perlu metenget
atau super hati hatisehingga tidak
pernah terlanjur memakai kuasa kuasa gelap.Jangan percaya kepada alat alat kecantikan (susuk) dan obat obatan yang
sebenarnya mengandung unsure kuasa kuasa kegelapan. Nama Tuhan Yesus lebih ampuh
dariobat obatan apapun dan alat alat
kecantikan apapun. Bilur bilur di tubuh
Yesus adalah obat mujarab untuk menyembuhkan segala penyakit orang orang yang
percaya kepadaNYA.
·Belajarlah,berdiskusi lah, banyak membacalah atau ikut
pendidikan lah supaya semakin bertambah wawasan dan lebih pentar dalam
menganalisa semua kuasa kuasa.
Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
Tuhan simasu masu.
🕊️ Dibaptis Supaya Bersatu dengan Kristus Nas: Roma 6:3–6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (ay. 3) Pengantar Baptisan adalah salah satu sakramen terpenting dalam iman Kristen. Namun, tidak sedikit orang percaya yang memandang baptisan hanya sebagai ritual seremonial . Rasul Paulus menegaskan bahwa baptisan bukan sekadar simbol, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru bersama Kristus . Melalui Roma 6:3–6, Paulus mengingatkan bahwa baptisan menandai kematian manusia lama dan kebangkitan dalam hidup baru . Dengan kata lain, baptisan bukan hanya tanda lahiriah, tetapi transformasi spiritual yang mendalam. Fakta Baptisan Kristen dilandasi pada kematian Kristus. Setiap orang yang dibaptis, sesungguhnya dibaptis dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Baptisan adalah pengalaman dikuburkan bersama Kristus. Melalui baptisan, orang percaya turut mati dan dikuburkan bersama Kristus, agar dapat...
(Markus 16:15; 1 Pet 2:9-10) Ceramah utuk Konvent Pendeta GBKP Wilayah 4 (7 Nov.2025) Pdt.Prof.Dr.Risnawaty Sinulingga MT.h Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan untuk kesempatan berharga saat ini dalam menyampaikan ceramah tentang visi baru gereja GBKP. Ceramah ini disampaikan menurut perumusan visi, dianalisa berdasarkan teks acuan (Markus 16:15 dan 1 Petrus 2:9-10), dibandingkan dengan panggilan gereja dalam Tata Gereja GBKP. Rumusan visi dan panggilan GBKP yang sedikit berbeda dengan teks acuan Alkitab, menunjukkan bahwa GBKP memiliki landasan dogmatis yang cukup kuat dalam perumusan vissi ini. Dalam bagian pertama ceramah, akan dipaparkan makna kata-kata dalam visi yaitu “Menjadi Keluarga Allah yang Diutus”, “Untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia” dan “Bagi seluruh Ciptaan”. Penjelasan ini penting bukan saja karena merupakan bagian dari visi GBKP, tetapi karena adanya perbedaan dengan kalimat teks Alkitab (“…beritakanlah Injil kepada segala makhluk…”) dan panggi...
Thema: Berbahagialah Orang Yang Hidup Menurut Undang-Undang Tuhan (Malem Ate Ngikutken Undang-Undang Tuhan) Nas: Masmur 119:1–7 Pembukaan Setiap manusia pada hakikatnya mencari kebahagiaan. Namun pertanyaan yang mendasar adalah: apakah sumber kebahagiaan itu? Sebagian orang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, jabatan, atau penghormatan. Akan tetapi pengalaman hidup dan kesaksian Kitab Suci menunjukkan bahwa kebahagiaan yang sejati hanya didapat ketika manusia hidup sesuai dengan firman Allah. Pemazmur menegaskan bahwa “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN” (Mzm. 119:1). Artinya, kebahagiaan bukan hasil dari pencapaian lahiriah, melainkan dari ketaatan batiniah pada perintah Allah. Fakta 1. Kitab Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab dengan 176 ayat, seluruhnya berfokus pada keindahan, kekuatan, dan manfaat firman Allah bagi kehidupan umat-Nya. 2. Struktur pasal ini tersusun secara akrostik menurut huruf-huruf Ibra...
Komentar