Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Bahan Alkitab: Mazmur 27 : 7 – 10 Tema: Tuhan Si Pekena-Kena Aku (Tuhan yang Memulihkan/Menata Hidupku) Durasi: ± 15 Menit I. Pendahuluan (± 3 Menit) Syalom bapak, ibu, dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Malam ini kita telah tiba di Berngi Si Ketujuh —malam pamungkas, puncak dari rangkaian Pekan Doa kita. Jika selama enam malam lalu kita belajar tentang ketekunan, pergumulan, dan konsistensi dalam meminta kepada Tuhan, maka malam ini kita dibawa pada sebuah muara keyakinan yang paling radikal, yaitu: "Tuhan Si Pekena-Kena Aku" . Tuhanlah yang menyambut, merajut kembali, dan memulihkan seluruh kehidupan kita. Bahan khotbah kita malam ini ditulis oleh Raja Daud dalam Mazmur 27. Kita tahu Daud adalah seorang raja besar, pahlawan gagah perkasa. Namun, di balik kehebatannya, Daud adalah manusia yang akrab dengan air mata, penolakan, ketakutan, dan kesedihan yang paling ekstrem. Lewat penuturannya, kita akan belajar bagaimana sebuah doa penyerah...
27:9Ola begiken nabi-nabindu ntah kalak si ngataken maka itehna
wari si pepagi, subuk e arah nipi entah alu ngelebuh begu-begu kalak mate entah
alu ertendung, si ngataken maka ola kam nggit talu iteruh raja Babilon.
27:10 Itipuna nge kam, dingen ibahanna kam iangkut ndauh i bas negerindu
nari. Kupelawes me kam dingen ikernepken me kam
Fakta
1.Tuhan Allah memberi peringatan
melalui Nabi Jeremia, supaya tidak mempercayai nabi nabi atau siapa saja yang
mengatakan apa yang akan terjadi. , yang
mendapatkan hikmah itu dari Mimpi atau dengan memanggil roh roh orang mati,
2.Tuhan Allah melalui perantaraan Nabi Jeremia menegaskan jugasupaya BangsaNYA Jangan percaya kepada
siapapun yang mengatakan jangan tuduk kepadaRaja Babel . Tuhan mengatakan mereka itu penipu, dan akan menyengsarakan bangsa pilihanNYA dengan cara membawa ke negera yang paling
jauh.
3.Tuhan mengjinkan dan telah terlebih dahulu mempersiapkan proses
pembuangan Bangsa Pilihannya ke Babel
Arti Dan Makna.
1.Tuhan merasa penting
sekali agar Bangsa pilihanNYA tetap setia kepadaNYA saja dan tidak
mempercayainabi nabi yang meramalkan
apa yang kan terjadi , ahli ahli paranormal yang memanggil roh roh orang mati
untuk ditanya. (saat hidup saja bodoh, apa setelah mati bisa menjadi pintar? Hahaha)
Oleh sebab itu Dia berbicara Langsung
melalui Nabi Jeremia.Dan TUhan membuat
larangan abadi tentang menyembah dan mempercayai kuasa kuasa kegelapan
ini.Ini bisa terlihat dalam Hukum
Taurat.
2.Rencana Tuhan untuk
BangsaNYA tidak bisa dimentahkan/digagalkan oleh siapapun. Tuhan akan mengawal
dan memastikan rencanaNYA akan terjadi kepada setiap Bangsa yang dikasihiNYA
dan kepada setiap anak anakNYA yang dikasihiNYA.
3.JIka Tuhan menghukum,
maka hukumanNYA benar benar adalah Kasih.Seperti Dia menghukum Bangsa Israel, tapi Dia juga membuat Raja Babel
mengasihi BangsaNYA yang dibuang itu.Tuhan menghukum untuk mengasihi.
Pengkenaina.
·Moria tidak boleh
lebih percaya kepada siapapun selain kepada TUhan Yang Maha Kuasa dan Maha
Pengasih di dalam AnakNYA Yesus Kristus.Tuhan sangat merasa jijik (pelanggaran paling besar/dosa besar)jika ada bangsa atau anak anak yag
dikasihiNYA percaya kepada kuasa kuasa yang lain, kuasa yang gelap.
·Moria perlu metenget
atau super hati hatisehingga tidak
pernah terlanjur memakai kuasa kuasa gelap.Jangan percaya kepada alat alat kecantikan (susuk) dan obat obatan yang
sebenarnya mengandung unsure kuasa kuasa kegelapan. Nama Tuhan Yesus lebih ampuh
dariobat obatan apapun dan alat alat
kecantikan apapun. Bilur bilur di tubuh
Yesus adalah obat mujarab untuk menyembuhkan segala penyakit orang orang yang
percaya kepadaNYA.
·Belajarlah,berdiskusi lah, banyak membacalah atau ikut
pendidikan lah supaya semakin bertambah wawasan dan lebih pentar dalam
menganalisa semua kuasa kuasa.
Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
Tuhan simasu masu.
Thema: Dunia Dipenuhi Oleh Berkat dari Tuhan (Doni Dem Alu Pasu-Pasu Dibata) Teks: Masmur 104:10–15 Pengantar Dunia diciptakan Allah bukan hanya sebagai tempat tinggal bagi manusia, tetapi juga sebagai ruang pemeliharaan dan persekutuan antara ciptaan dan Sang Pencipta. Mazmur 104 adalah puisi agung yang memuliakan Allah sebagai Pemelihara ciptaan yang penuh kasih dan keteraturan. Pemazmur memaparkan bahwa segala unsur alam, dari mata air, tumbuhan, hingga makanan dan anggur, merupakan berkat langsung dari tangan Allah. Di tengah krisis ekologis dan kekhawatiran masa depan, mazmur ini menjadi deklarasi iman bahwa dunia ini penuh berkat karena Allah sendiri yang terus memeliharanya. Fakta 1. Tuhan adalah Sumber Air dan Kehidupan Dalam ayat 10–11, pemazmur menyatakan bahwa Tuhan “melepas mata-mata air” ke lembah-lembah dan gunung-gunung, yang menjadi sumber minuman bagi seluruh makhluk hidup, termasuk binatang di padang dan burung-burung di udara. 2. Pekerjaan Tuhan Memberkati ...
🕊️ Dibaptis Supaya Bersatu dengan Kristus Nas: Roma 6:3–6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (ay. 3) Pengantar Baptisan adalah salah satu sakramen terpenting dalam iman Kristen. Namun, tidak sedikit orang percaya yang memandang baptisan hanya sebagai ritual seremonial . Rasul Paulus menegaskan bahwa baptisan bukan sekadar simbol, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru bersama Kristus . Melalui Roma 6:3–6, Paulus mengingatkan bahwa baptisan menandai kematian manusia lama dan kebangkitan dalam hidup baru . Dengan kata lain, baptisan bukan hanya tanda lahiriah, tetapi transformasi spiritual yang mendalam. Fakta Baptisan Kristen dilandasi pada kematian Kristus. Setiap orang yang dibaptis, sesungguhnya dibaptis dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Baptisan adalah pengalaman dikuburkan bersama Kristus. Melalui baptisan, orang percaya turut mati dan dikuburkan bersama Kristus, agar dapat...
Thema: Membuat Nama (Erbahan Gelar) Nas: Lukas 2:21 (TB) "Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya." Pengantar Nama adalah pemberian ilahi yang bukan hanya berfungsi sebagai penanda sosial, tetapi juga sebagai penegasan identitas, panggilan hidup, dan relasi seseorang dengan Tuhan. Dalam tradisi Ibrani, pemberian nama erat kaitannya dengan makna profetik dan tujuan ilahi. Yesus, sebagai Anak Allah yang menjadi manusia, diberi nama sesuai dengan rancangan kekal Allah sendiri — sebelum Ia dikandung, bahkan sebelum Ia lahir. Dalam konteks Karo, pemberian nama atau erbahan gelar bukan sekadar urusan budaya, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan eksistensial yang dalam. Fakta Historis dan Biblis Yesus diberi nama pada hari ke-8 saat Ia disunat, sesuai dengan hukum Taurat (Imamat 12:3). Nama "Yesus" (Ibrani: Yeshua) berarti "Yahweh menyelamatkan", yang ...
Komentar