Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Tema: Konfesi Kedatangan Jesus Kembali ( Konfesi Kerehen Jesus Mulihken / Advent ) Teks Alkitab: Matius 24:36–44 Pendahuluan Kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ( Eskaton / Parousia ) merupakan puncak pengharapan iman Kristen. Namun, Alkitab secara tegas menegaskan bahwa waktu kedatangan-Nya dipagari oleh rahasia kedaulatan ilahi. Ketidakpastian waktu ini bukanlah alasan bagi gereja untuk bersikap apatis, melainkan pendorong teologis untuk senantiasa hidup dalam kesiapsiagaan iman. Eskatologi Kristen tidak mengajarkan spekulasi tanggal, melainkan transformasi cara hidup di tengah dunia yang terus berjalan. Fakta Ketahuannya Waktu Hanya pada Bapa: Tidak ada seorang pun—bahkan malaikat maupun Anak—yang tahu hari dan saat kedatangan-Nya, melainkan hanya Bapa. Kondisi Zaman Nuh sebagai Ilustrasi: Manusia sebelum air bah hidup dalam rutinitas wajar (makan, minum, kawin) namun abai terhadap peringatan ilahi hingga kebinasaan datang mendadak. Pemisahan ya...
27:9Ola begiken nabi-nabindu ntah kalak si ngataken maka itehna
wari si pepagi, subuk e arah nipi entah alu ngelebuh begu-begu kalak mate entah
alu ertendung, si ngataken maka ola kam nggit talu iteruh raja Babilon.
27:10 Itipuna nge kam, dingen ibahanna kam iangkut ndauh i bas negerindu
nari. Kupelawes me kam dingen ikernepken me kam
Fakta
1.Tuhan Allah memberi peringatan
melalui Nabi Jeremia, supaya tidak mempercayai nabi nabi atau siapa saja yang
mengatakan apa yang akan terjadi. , yang
mendapatkan hikmah itu dari Mimpi atau dengan memanggil roh roh orang mati,
2.Tuhan Allah melalui perantaraan Nabi Jeremia menegaskan jugasupaya BangsaNYA Jangan percaya kepada
siapapun yang mengatakan jangan tuduk kepadaRaja Babel . Tuhan mengatakan mereka itu penipu, dan akan menyengsarakan bangsa pilihanNYA dengan cara membawa ke negera yang paling
jauh.
3.Tuhan mengjinkan dan telah terlebih dahulu mempersiapkan proses
pembuangan Bangsa Pilihannya ke Babel
Arti Dan Makna.
1.Tuhan merasa penting
sekali agar Bangsa pilihanNYA tetap setia kepadaNYA saja dan tidak
mempercayainabi nabi yang meramalkan
apa yang kan terjadi , ahli ahli paranormal yang memanggil roh roh orang mati
untuk ditanya. (saat hidup saja bodoh, apa setelah mati bisa menjadi pintar? Hahaha)
Oleh sebab itu Dia berbicara Langsung
melalui Nabi Jeremia.Dan TUhan membuat
larangan abadi tentang menyembah dan mempercayai kuasa kuasa kegelapan
ini.Ini bisa terlihat dalam Hukum
Taurat.
2.Rencana Tuhan untuk
BangsaNYA tidak bisa dimentahkan/digagalkan oleh siapapun. Tuhan akan mengawal
dan memastikan rencanaNYA akan terjadi kepada setiap Bangsa yang dikasihiNYA
dan kepada setiap anak anakNYA yang dikasihiNYA.
3.JIka Tuhan menghukum,
maka hukumanNYA benar benar adalah Kasih.Seperti Dia menghukum Bangsa Israel, tapi Dia juga membuat Raja Babel
mengasihi BangsaNYA yang dibuang itu.Tuhan menghukum untuk mengasihi.
Pengkenaina.
·Moria tidak boleh
lebih percaya kepada siapapun selain kepada TUhan Yang Maha Kuasa dan Maha
Pengasih di dalam AnakNYA Yesus Kristus.Tuhan sangat merasa jijik (pelanggaran paling besar/dosa besar)jika ada bangsa atau anak anak yag
dikasihiNYA percaya kepada kuasa kuasa yang lain, kuasa yang gelap.
·Moria perlu metenget
atau super hati hatisehingga tidak
pernah terlanjur memakai kuasa kuasa gelap.Jangan percaya kepada alat alat kecantikan (susuk) dan obat obatan yang
sebenarnya mengandung unsure kuasa kuasa kegelapan. Nama Tuhan Yesus lebih ampuh
dariobat obatan apapun dan alat alat
kecantikan apapun. Bilur bilur di tubuh
Yesus adalah obat mujarab untuk menyembuhkan segala penyakit orang orang yang
percaya kepadaNYA.
·Belajarlah,berdiskusi lah, banyak membacalah atau ikut
pendidikan lah supaya semakin bertambah wawasan dan lebih pentar dalam
menganalisa semua kuasa kuasa.
Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
Tuhan simasu masu.
Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 Pendahuluan Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...
(Markus 16:15; 1 Pet 2:9-10) Ceramah utuk Konvent Pendeta GBKP Wilayah 4 (7 Nov.2025) Pdt.Prof.Dr.Risnawaty Sinulingga MT.h Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan untuk kesempatan berharga saat ini dalam menyampaikan ceramah tentang visi baru gereja GBKP. Ceramah ini disampaikan menurut perumusan visi, dianalisa berdasarkan teks acuan (Markus 16:15 dan 1 Petrus 2:9-10), dibandingkan dengan panggilan gereja dalam Tata Gereja GBKP. Rumusan visi dan panggilan GBKP yang sedikit berbeda dengan teks acuan Alkitab, menunjukkan bahwa GBKP memiliki landasan dogmatis yang cukup kuat dalam perumusan vissi ini. Dalam bagian pertama ceramah, akan dipaparkan makna kata-kata dalam visi yaitu “Menjadi Keluarga Allah yang Diutus”, “Untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia” dan “Bagi seluruh Ciptaan”. Penjelasan ini penting bukan saja karena merupakan bagian dari visi GBKP, tetapi karena adanya perbedaan dengan kalimat teks Alkitab (“…beritakanlah Injil kepada segala makhluk…”) dan panggi...
Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." Pendahuluan Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...
Komentar