Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Teks Alkitab: Kejadian 12 : 1-3 Thema: Menjadi Bangsa Yang Besar / Jadi Bangsa Si Mbelin Pendahuluan Setiap manusia atau bangsa pada umumnya rindu untuk menjadi besar, dihormati, dan memiliki pengaruh. Namun, jalan dunia sering kali mengajarkan bahwa kebesaran dicapai melalui ambisi egois, penindasan, atau penumpukan materi. Melalui panggilan Abram, Firman Tuhan minggu ini memberikan paradigma yang revolusioner tentang bagaimana menjadi "Bangsa/Pribadi si Mbelin" (Bangsa yang Besar) menurut versi Allah. Kebesaran sejati tidak dimulai dari kekuatan manusia, melainkan dari ketaatan radikal untuk melangkah keluar dari zona nyaman demi menggenapi rencana ilahi. Fakta Teks (Kejadian 12:1-3) Perintah Pemisahan Radikal: Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan negerinya, sanak saudaranya, dan rumah bapanya menuju negeri yang belum diketahuinya (melangkah dengan iman). Janji Multi-Berkat: Tuhan menjanjikan tiga hal utama kepada Abram: menjadikan b...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Catatan Tambahan PA Moria Tanggal 12 – 18 April 2020
3:19 Samuel erbelinna, TUHAN tetap ras ia janah isehkenNa kerina si
ikataken Samuel.
3:20 E maka kerina bangsa Israel i belang-belang negeri e, meteh
maka Samuel tuhu- tuhu sekalak nabi TUHAN
Fakta
1.Perikop enda nuriken
proses pertumbuhan Samuel kecil siitaruhken nandena ku rumah Imam Eli. Nande
Samuel ernazar maka adi bere Tuhan tubuh sada anakna maka anak e
ipersembahkenna man Tuhan.Tandana
ipenuhina janjina man Tuhan, maka kitik kitik nari kal itaruhken Hana anakna ku
rumah Imam Eli.
2.I Rumah Imam Eli Samuel erbelinna ibas pengawasan Imam Eli ras Tuhan
Dibata. Tuhan tetap ras Samuel. Kerina
sikataken Samuel reh Ibas Tuhan nari.
3.Kerina Bangsa Israel ngidah maka gaya hidup ras komunikasi Samuel tuhu
tuhu Nabi Tuhan
Arti Dan
Makna.
1.Keputusan Hana
naruhken Samuel anak si enggo ndekah kal isurakenna ku rumah Imam Eli, tuhu
tuhu sada keputusan tah pe pilihan hidup si ssungguh sangat mberat man sekalak
pernanden.Tapi Dibata ngeteh situasi
Hana, emaka tetap ibereken Tuhan imbalan man Hana arah proses pertumbuhan
Samuel, bagepe denggo ibereken Tuhan3
anak dilaki sideban ras 2 anak diberu.
2.Samuel tuhu tuhu
bertumbuh dalam lingkungan yang sangat mehuli sehingga pertumbuhan karakter ras
imanna maksimal. TUhan pe ikut berperan ibas pelajaren iman ras karakter Samuel
sejak kecil.
3.Diantara pilihan
mbiar man Tuhan ras keleng ate nandangi Anak, Hana memilih menomor sada ken
mbiar man Tuhan.Tapi Tuhan pe la ateNA
tersiksa Hana, Tuhan sangat tahu bagaimana mengasihi Hana.
Pengkenaina.
·Moria bertanggung
jawab untuk memastikan pertumbuhan anak anakna, khususna pertumbuhan iman ras
karakter anak e. Nande ras Bapa Lyodra pe sangat berhasil ibas menumbuhkan
karakter kerja keras ras percaya diri anakna Lyodra.
·Moria perlu hati hati
gelah ula terlalu possesif nandangi anak anakna. Possesif ertina, alasenna nge
keleng man anak, tapi nande nge situhuna terlalu subjektif ras terlalu
mengkungkung anak anakna.
·Moria harus mendukung
pertumbuhan iman anak anakna, termasuk arah KAKR, emaka kerina Moria sebaiknya
mendukung kerina program KAKR gelah tetap focus ibas pertumbuhan iman anak anak
e.
·Moria harus siap
menjadi contoh manusia beriman ras tuhu tuhu erkemalangan man Tuhan, bagi Hana.
Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
Tuhan simasu masu.
🕊️ Dibaptis Supaya Bersatu dengan Kristus Nas: Roma 6:3–6 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (ay. 3) Pengantar Baptisan adalah salah satu sakramen terpenting dalam iman Kristen. Namun, tidak sedikit orang percaya yang memandang baptisan hanya sebagai ritual seremonial . Rasul Paulus menegaskan bahwa baptisan bukan sekadar simbol, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru bersama Kristus . Melalui Roma 6:3–6, Paulus mengingatkan bahwa baptisan menandai kematian manusia lama dan kebangkitan dalam hidup baru . Dengan kata lain, baptisan bukan hanya tanda lahiriah, tetapi transformasi spiritual yang mendalam. Fakta Baptisan Kristen dilandasi pada kematian Kristus. Setiap orang yang dibaptis, sesungguhnya dibaptis dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Baptisan adalah pengalaman dikuburkan bersama Kristus. Melalui baptisan, orang percaya turut mati dan dikuburkan bersama Kristus, agar dapat...
Thema: Berbahagialah Orang Yang Hidup Menurut Undang-Undang Tuhan (Malem Ate Ngikutken Undang-Undang Tuhan) Nas: Masmur 119:1–7 Pembukaan Setiap manusia pada hakikatnya mencari kebahagiaan. Namun pertanyaan yang mendasar adalah: apakah sumber kebahagiaan itu? Sebagian orang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, jabatan, atau penghormatan. Akan tetapi pengalaman hidup dan kesaksian Kitab Suci menunjukkan bahwa kebahagiaan yang sejati hanya didapat ketika manusia hidup sesuai dengan firman Allah. Pemazmur menegaskan bahwa “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN” (Mzm. 119:1). Artinya, kebahagiaan bukan hasil dari pencapaian lahiriah, melainkan dari ketaatan batiniah pada perintah Allah. Fakta 1. Kitab Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab dengan 176 ayat, seluruhnya berfokus pada keindahan, kekuatan, dan manfaat firman Allah bagi kehidupan umat-Nya. 2. Struktur pasal ini tersusun secara akrostik menurut huruf-huruf Ibra...
Thema: Allah Melindungi dan Memberkati BangsaNya (Dibata Engkelini BangsaNa) Nas: Masmur 85:1–10 Pendahuluan Mazmur 85 merupakan nyanyian pengharapan dan pertobatan yang mendalam dari umat yang pernah mengalami pemulihan namun kini kembali menghadapi keterpurukan. Di tengah pergumulan kolektif bangsa, pemazmur mengarahkan bangsa untuk kembali kepada Allah sebagai satu-satunya sumber keselamatan, pengampunan, dan damai. Mazmur ini tidak hanya menjadi seruan iman, tetapi juga kesaksian akan kasih setia Allah terhadap bangsa-Nya yang bertobat. Fakta Dalam kalimat-kalimat yang sangat indah dan mendalam, pemazmur (Bani Korah) bertanya, memohon, memuja dan bersyukur kepada Tuhan untuk memaafkan, mengampuni, dan memulihkan bangsanya. Pemazmur mengatakan dan berjanji untuk mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Sebab Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka tidak kembali kepada kebodohan. Keselamatan dari Allah de...
Komentar