Blog ini Berisi Hal-hal yang berhubungan dengan Pengembangan Karakter, Motivasi, Spiritual (KATMOSPIR).
Selain itu menampilkan cara berkhotbah secara kreatif berikut contoh contoh bahan renungan/bahan khotbah, PJJ dan PA-PA Kategorial
Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 I. PENDAHULUAN Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Catatan Tambahan PA Moria Tanggal 26 April – 02 Mei 2020
1:5 Singuda-nguda Jerusalem! Mberu kap aku aminna pe mbiring,
mbiring desken kemah-kemah Kedar si gelap, tapi mejile desken kire-kire istana
Salomo!
1:6 Ola kam megombang ngenen rupangku, sabap ayongku enggo pan
las. Itembehi kaka-kakangku aku isuruhna aku erdahin, ngiani peken anggurna seh
maka lanai aku sempat pekena-kena dagingku.
1:7Kataken man bangku, o jadi ateku, ku ja ipermakanindu
biri-birindu? I ja ia ipederumndu tupung las wari? Kai gunana kam kudarami i
tengah-tengah rarasen permakan si deban? Dilaki
Fakta
1.Perikop ini
menceritakan bagaimana seorang wanita (singuda nguda Jerusalem) mengungkapkan
isi hatinya kepada kekasihnya.Dia
bercerita kepada kekasihnya itu tentang cintanya dan tentang dirinya.
2.Dia mengatakan dirinya sangat cantik, meskipun dia berkulit hitam.Hitam seperti kemah Kedar namun cantik
seperti ornamen di Istana Salomo
3.Lalu si putrid meminta untuk
tidak memandang jelek wajahnya, yang menghitam karena bekerja di bawah matahari
dan tidak punya waktu lagi untuk mematut matuti dirinya.
4.Kata katanya selalu manis untuk kekasihnya,katakanla kepadaku wahai kekasihku.. Kataken
man bangku jadi ateku... kuja ipermakanindu biri birindu...
Arti Dan Makna.
1.Hubungan istri kepada
suami adalah hubungan yang paling indah yang diungkapkan melalui kata kata,
kata kata yang diugkapkan secara jujur yang bersumber dari hati yang paling
dalam, hati yang terbuka penuh penyerahan diri seorang wanita kepada laki
lakinya, seorag istri kepada suaminya, seorang moria kepada perbulangenna.
2.Kecantikan tidak
selalu identik dengan kulit yang putih bersih, namun kecantikan juga dalam
warna alami tubuh si putri. Warna apapun kulit, itulah warna kecantikan
itu.Iklan kecantikan banyak menyesatka
yang selalu mengatakan kulit putih lebih cantik.Sebab iklan itu memang jualan produk pemutih
kulit.
3.Kecantikan wanita
tidak lah statis, namun dinamin bergerak.Wanita cantik adalah wanita yang bergerak, yang bekerja, sekalipun
dengan demikian wajahnya menimbulkan bintik bintik menghitam.
4.Ungkapan paling dalam
rasa cinta wanita seharusnya hanya kepada satu orang saja yang dia kam pilih
menjadi pujaan hatinya. Selamanya.
Beru Tarigan Ras Ginting Mergana. Salah satu pasangan karo (Moria ras Mamre) paling ideal
Pengkenaina.
·Jangan pernah
sekalipun kam merasa kurang cantik.Kecantikan tidak hanya dipandang dengan mata, tapi dengan hati.Pasti ada seorang laki laki yang ketika dia
memandang dengan mata dan hatinya, dia menemukan kam lah wanita paling cantik
untuk dirinya.
·Kecantikan tidak
diperoleh karena bawaan,namun
kecantikan didapat karena diupayakan dengan kerja dan berkata kata.Munculkan lah kata kata paling indah dari
hatindu untuk kam katakana kepada perbulangenndu, maka rasa cintanya aka
semakin besar semakin besar kepada dirindu.Kecantikan Nande Sarah dimata dan dihatiku muncul saat saat dia menyebukan
“mama itingku, kepadaku”. Hahahaha.
·Ajarkan kepada anak
wanitandu untuk membangun dan menemukan kecantikan dirinya dengan percaya diri,
rajin bekerja serta berkata kata yang indah kepada suaminya kelak.Kecantikan memang harus dipertahankan dengan
keaktifan mengelaborasi the inner beauty.
Terima kasih dan mejuah juah kita kerina .
Tuhan simasu masu.
Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 Pendahuluan Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...
(Markus 16:15; 1 Pet 2:9-10) Ceramah utuk Konvent Pendeta GBKP Wilayah 4 (7 Nov.2025) Pdt.Prof.Dr.Risnawaty Sinulingga MT.h Pengantar Puji Syukur kepada Tuhan untuk kesempatan berharga saat ini dalam menyampaikan ceramah tentang visi baru gereja GBKP. Ceramah ini disampaikan menurut perumusan visi, dianalisa berdasarkan teks acuan (Markus 16:15 dan 1 Petrus 2:9-10), dibandingkan dengan panggilan gereja dalam Tata Gereja GBKP. Rumusan visi dan panggilan GBKP yang sedikit berbeda dengan teks acuan Alkitab, menunjukkan bahwa GBKP memiliki landasan dogmatis yang cukup kuat dalam perumusan vissi ini. Dalam bagian pertama ceramah, akan dipaparkan makna kata-kata dalam visi yaitu “Menjadi Keluarga Allah yang Diutus”, “Untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia” dan “Bagi seluruh Ciptaan”. Penjelasan ini penting bukan saja karena merupakan bagian dari visi GBKP, tetapi karena adanya perbedaan dengan kalimat teks Alkitab (“…beritakanlah Injil kepada segala makhluk…”) dan panggi...
Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan ( Erbagesna Nandai Dibata ) Nats Alkitab: Kolose 1:9–10 Kolose 1:9–10 (TB): "Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," 1. Pendahuluan Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi ( personal devotion ) yang mendalam bersama T...
Komentar