Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 28 Juni – 4 Juli 2026

Gambar
 ​ Bahan: Amos 5 : 21 - 24 Thema: Kejujuran Ibarat Aliran Sungai Besar ( Kebujuren Desken Lau Mbelin ) ​"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir." ​ Pendahuluan ​Kitab Amos ditulis oleh seorang peternak dan pemetik buah ara dari Tekoa yang dipanggil Tuhan untuk bernubuat bagi Kerajaan Utara (Israel) pada masa pemerintahan Raja Jerobeam II. Pada masa itu, Israel mengalami kejayaan ekonomi, stabilitas politik, dan kemakmuran yang luar biasa. Namun, di balik kemegahan lahiriah tersebut, terjadi pembusukan moral, penindasan terhadap kaum lemah, mani...

Terima Kasih Penyidik KPK

Aku tersadarkan bahwa dalam kehidupan ini kita lebih banyak dan lebih sering tertolong oleh orang yang tidak kita kenal.  Saat saya naik pesawat dari Medan Ke Jakarta pilotnya tidak saya kenal.  Namanya memang disebutkan, tapi tidak punya makna sama sekali kepada saya.  Saya selamat sampai di Medan karena sang pilot yang tidak saya kenal itu telah menjalankan tugasnya dengan baik.  Jadi wajarlah saya mengucapkan terima kasih kepadanya.


Demikian juga dalam pengalaman pengalaman yang lain, hampir di setiap kesempatan dan berbagai bidang kehidupan.  Saat makan siang di warung saya memesan makanan yang sudah dimasak oleh orang yang tidak saya kenal.  Saya menjadi kenyang, bertenaga dan kuat.  Orang yang memasak makanan yang saya pesan sudah melakukan tugasnya dengan baik sehingga saya menjadi lebih kuat.  Saya wajar dong mengucapkan terima kasih.


Jadi saya berkesimpulan bahwa di dalam kehidupan ini setiap orang ternyata ditolong oleh yang mereka tidak kenal.  Jadi wajarlah setiap orang bersyukur dan mengucapkan terima kasih.

.
Saya baru saja membaca Majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2013.   Pada halaman 34 ada laporan investigatif yang sangat informatif dan akurat mengenai kisah penangkapan Ahmad Fathanah, sang pelaku korupsi impor daging sapi yang juga melibatkan Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.




Laporan ini sangat lengkap dan detail, menceritakan bagaimana cara kerja KPK dalam mengintai, mengikuti serta mengambil keputusan cepat saat menyergap Ahmad Fathanah dengan seorang wanita muda nan sexy bernama Maharani.


Berikut ini saya kutip sebagian cerita/laporan Tempo : “Meninggalkan kantor Indoguna, mobil Ahmad (Fathanah) meluncur menuju Jalan jenderal Sudirman. Ia mengarah ke Hotel Le Meredien, dan tiba menjelang matahari terbenam. Turun di lobi hotel bintang lima itu, Ahmad merasa perlu bekal. Ia merogoh plastik, mengambil dua bundel uang-tiap bundel berisi Rp10juta.”


Seorang perempuan muda menyambut-belakangan diketahui bernama Maharani, 19 tahun. Keduanya naik Lift menuju kamar.  Dua penyidik yang tak mau kehilangan sasaran tapi tak memiliki kunci kamar sebagai pembuka akses, buru buru melompat ke tangga mekanik itu. Penguntit dan sasarannya meluncur bersama, menuju lantai atas.


Yang saya cetak  tebal (bold) adalah gambaran cara kerja penyidik KPK yang menurut saya sangat profesional, cerdas, cermat,berani dan sigap.  Untuk ini saya ingin memberikan apresiasi saya setinggi tingginya.


Selanjutnya digambarkan seperti ini : Ahmad dan Maharani masuk kamar. Penguntitnya tak meneruskan langkah, meski target tetap dalam jangkauan.  Semua gerak gerik terhubung ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemimpin lembaga itu terus mengendalikan “operasi tangkap tangan’ ini. 


Sistem kerja yang sangat terpadu, dan terkendali sempurna.  Salut sekali dengan cara kerja yang seperti ini.  Jika selama ini banyak dikatakan bahwa anak negeri hanya bisa kerja serampangan dan tidak cerdas, maka di KPK cara kerjanya sangat terencana, disiplin dan target  oriented.


Para pengerja KPK juga cepat mengambil keputusan dan berani.  Ini gambarannya : mereka (para penyidik di lapangan) dihadapkan pada dua pilihan: tangkap segera atau menunggu “titipan’ diserahkan ke Presiden Partai. Tiap konsekuensi dianalisis. Tak mau mengambil risiko, penyidik diperintahkan segera menyergap Ahmad.  Satu orang mengetuk pintu kamar. Tak ada jawaban. Sekitar pukul 20;20, dengan bantuan  petugas hotel yang membawa kunci master, penyidik membuka pintu. Penghuni kamar segera merapikan pakaian.


Gambaran cara kerja yang sangat kompak dan mengandalkan komunikasi dan team work yang sangat padu.  Hasil tangkapan dengan bukti bukti yang sangat kuat, sehingga sampai saat ini temuan KPK ini mendapat pujian dari banyak pihak.


Untuk cara kerja seperti ini, cara kerja yang sangat fokus, terencana, taat komando serta profesional saya ingin mengucapkan terima kasih setulus tulusnya.  Karena cara kerja ini memberi inspirasi mengenai kesungguhan KPK dalam menuntaskan kasus korupsi di Indonesia.


Meskipun saya tidak mengenal satu pun orang orang itu, para penyidik itu,  namun saya mempunyai keyakinan bahwa dengan cara dan komitmen kerja seperti ini maka pelaku korupsi di Indonesia akan mulai berfikir berkali kali.  Karena bukan tidak mungkin korupsi yang mereka lakukan dilihat dan diketahui oleh orang orang muda yang menyamar.  Eh ternyata petugas dari KPK.


Untuk orang orang muda yang cerdas, yang suka tantangan dan bekerja keras, cinta kepada negeri ini tidak salah kalau kita himbau untuk membantu atau bekerja di KPK.  Sebab korupsi di Indonesia hanya bisa dituntaskan jika semua pihak mau bekerja sama untuk mengatasinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025