Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Inilah 3 Diva Orang Karo

Saya sangat terpukau dengan cara mereka bertiga menyanyikan lagu Bulan Simacem yang dikarang oleh Muham S Muham.  Lagu yang sempat sangat populer dua puluh tahun yang lalu, lagu yang  setiap malam dinyanyikan oleh mahasiswa perantau Karo kala itu.  Dinyanyikan lagi dengan sangat memukau oleh 3 Diva ini; Netty Vera Br Bangun, Iren Bretty Br Sembiring dan Rimta Maraini Br Ginting.



Kematangan Netty Vera yang mempunyai musikalitas yang cukup tinggi dalam  menyanyikan lagu ini sangat menyejukkan dan mampu membangkitkan nostalgia bagi para pemuda tahun 80 an, dan awal 90 an, yang saat ini berusia sekitar 40 tahunan.



Lalu ekspresi yang sangat sempurna Iren Bretty Br Sembiring dalam menyanyikan lagu Bulan Simacem  menunjukkan bahwa dirinya pun seorang penyanyi karo yang sangat handal dan mempunyai warna suara serak serak memukau (hahahha).  Dalama kaset VCD yang diproduksi oleh Saren Record ini, bukan hanya lagu ini yang dinyanyikan oleh mereka bertiga.  Bahkan  ada lagu yang masing masing mereka menyanyikan secara solo, dan sangat merdu.  Alunan lagu, Tersempul  Nakan Mbergeh karya Ferly Sitepu sempat membuat pikiran ku menerawang jauh ke masa lalu, saat aku mengendarai mobil berangkat dan pulang dari kantor.  Iren Bretty yang menyanyikannya  dengan penghayatan sangat dalam berhasil membangkitkan mimpi mimpi yang sudah tersimpan sangat dalam.  hehehe.





Lalu Rimta Mariani  si Br Ginting, mempunyai warna suara yang asli orang karo.  Centil centil melengking syahdu.  Dalam lagu Bulan Simacem, Rimta bernyanyi sambil tersenyum manja.  Oh, turang beru ginting ini  terasa merindu dendam terhadap mama bayang, yang menjadi objek dalam lagunya.



Tiga tiganya mereka bernynyi dengan sangat prima.  Bahkan dalam lagu kedua dalam kaset VCD ini  Netty berduet dengan Iren menyanyikan lagu “Tertima” yang ditulis oleh teman masa kecil saya  F Lamindo Sihaloho almarhum, sangat padu dan menyentak nyentak jiwa. 



Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa tidak salah bahwa saat ini, mereka bertiga dapat dinobatkan menjadi Diva orang Karo.  Kepercayaan diri beryanyinya sangat luar biasa, dan mampu bernyanyi dalam improvisasi yang demikian tinggi, ditambah dengan ekspresi serta gaya  yang sangat padu.   Untuk menyanyikan Lagu Karo secara pop, saya yakin saat ini tidak ada artis Karo yang dapat menandingi mereka bertiga.  Tio Fanta Pinem, Rita Mariani Br Tarigan , Faber Br Ginting nampaknya sudah bisa mereka lampaui.



Kaset ini berisi 9  lagu yang pernah sangat populer, ditambah satu lagu baru Kelengi Aku , yang ditempatkan sebagai lagu no 1.  Dinyanyikan dengan penjiwaan apik oleh Iren Bretty yang juga berperan sebagai Pimpinan Produksi.  Lagu yang dikarang oleh Mangara T Manik diikuti dengan lagu lagu ciptaan pengarang Karo yang sangat terkenal lainnya, Darmi Perangin angin, Alasen Barus, Muham S Muham, Jusuf Sitepu, Ferly Sitepu  dan Netty Vera sendiri.



Video Clipnya pun  terkesan diambil secara serius, tidak asal comot dan asal tempel.  Bahkan ada adegan mereka bernanyi sambil mengendarai Speed Boat di Danau Toba.  Ada lagi adegan  percintaan yang thema nya disesuaikan dengan Lirik lagu yang sedang dinyanyikan.



Oh iya, disamping ketiga Diva ini ada satu penyanyi pria, Andy Ralo Ginting yang menyanyikan lagu Salah Benana dengan apik.   Komposisi lagunya ada yang sendu/serius, jenaka bahkan kocak.  Lagu yang paling kocak adalah lagu lama yang tetap enak ditelinga, “Melawensa” karangan Jusuf Sitepu almarhum.



Jarang sayang menjumpai kaset VCD lagu karo yang dari lagu pertama sampai lagu terakhir sebagus ini.  Dan satu lagi yang paling memuaskan saya adalah penata musiknya.  Dikomandoi oleh Eddy Surbakti dengan sentuhan yang sangat manis.  Mengingatkan saya kepada  penata musik lagu Batak yang paling  populer saat ini Andolin Sibuea.  Eddy Surbakti nyaris mampu mengimbangi   Andolin.  Dan menurut saya, Eddy Surbakti  adalah penata lagu karo Popular yang paling hebat dan berbakat saat ini.  Mejuah juah.   Analgin Ginting

Komentar

Anonim mengatakan…
ada link untuk download lagunya ?
Analgin Ginting mengatakan…
Coba kam cari Di google atau youtube. masukkan judul lagunya, saya kira ada. atau kam tinggalkan alamat email nanti sayakirim. bujur

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025