Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Hadiah Seks Bagi Pemain Nigeria Jika Menjadi Juara Piala Afrika

Penangkapan Ahmad Fathanah di dalam  salah satu kamar di Hotel Le Meridien bersama seorang gadis muda belia yang cukup sexy memperkuat  dugaan  gratifikasi sex memang sudah terjadi di Republik kita ini. Tidak cukup uang dan kedudukan yang dikejar untuk memuaskan naluri kekuasaan manusia.  Namun sex yang merupakan perwujudan hedonisme paling tua dalam sejarah manusia tidak pernah bisa ditinggalkan.


Teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju dan canggih ternyata salah satu dampaknya adalah mempermudah hubungan antara pria dan wanita.  Yang selanjutnya menggampangkan proses gratifikasi sex tadi.  Baru berkenalan satu jam bisa berlanjut satu kamar berduaan.



Memang kultur Indonesia sampai saat ini masih membuat tabu hubungan hubungan sex diluar pasangan resmi.  Diperkuat dengan nilai nilai agama, membuat percakapan dan praktek sex  hanya ramai dibawah permukaan



Bahkan hukuman dan sanksi adat dalam masyarakat Indonesia terhadap praktek sex yang tidak resmi bisa berakibat sangat fatal, seperti misalnya dilengserkannya Bupati Kabupaten Garut Aceng Fikri.


Namun sekarang timbul pertanyaan, sampai kapankah prilaku melakuan hubungan sex  diluar pasangan resmi  tetap dijaga dan ditempatkan sebagai sesuatu yang dilarang dan diharamkan.  Sebab timbulnya peristiwa seperti Maharani mengidentifikasikan kemungkinan banyak wanita muda yang bersedia melakukan hal yang serupa.


Ada kekhawatiran  bahwa suatu saat gratifikasi sex dihalalkan dan didukung dengan peraturan dan perundang undangan.   Jika sudah dibuat peraturannya, maka sex menjadi sesuatu yang bukan lagi dianggap tabu atau dosa.



 Di Negara Nigeria, gratifikasi atau hadiah sex ini dianggap bukan haram.  Dan menjadi pekerja sex komersial atau prostitusi dianggap hal biasa.  Hari ini di koran Tempo  edisi 8 Februari 2013 diberitakan bahwa Tim Kesebelasan Nigeria akan diberikan hadiah duit dan sex dari ANP (Asosiasi Prostitusi Nigeria) jika di Final Piala Afrika bisa mengalahkan Negara Burkina Faso.  Setiap pemain akan diberikan layanan sex gratis seminggu penuh.  Wadow…..


Tentu hal seperti di Neigeria  tidak kita harapkan terjadi di Indonesia, karena dengan runtuhnya benteng etika ini maka kemungkinan banyak implikasi negatif yang muncul dan merusak masyarakat dan negara.


Namun dipihak lain kita juga sanksi dan menakutkan hal ini bisa menjadi kenyataan, karena faktor kepemimpinan negara serta lembaga lembaga agama dan kemasyarakatan sangat lemah, lambat dan cenderung reaktif  dalam memantau, mengarahkan prilaku prilaku yang terjadi dalam masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026